Warta Minggu, 08 Oktober 2023

 Warta Minggu, 08 Oktober 2023

The Power Of Pausing ( Kuasa dari berhenti sejenak )

Tidak terasa kita telah berada pada hari ke 304 di tahun 2023. Ada banyak hal yang terjadi dari hari hari yang kita lalui. Untuk itu bukan hal yang kebetulan bila bulan ini tema kita adalah Better Rest and Restore. Kita perlu mengambil waktu sejenak/ berhenti sejenak/ pause.

Jika kita bicara tentang “pause” adalah  sesuatu yang sering kita jumpai setiap hari. Dalam lagu ada tanda pause/ jeda supaya lagu bisa nikmati dengan baik. Lagu menjadi enak untuk dinikmati. Tanda pause  juga ada di player musik kita, tujuannya supaya kita bisa berhenti sejenak  dimana kita inginkan kemudian  melanjutkan kembali tanpa harus mengulang. Begitu pula dengan Istilah vacation/ liburan, retreat , kita mengundurkan diri sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan dengan harapan supaya pada saat kita kembali bekerja kita dapat bekerja dengan lebih segar. Allah juga punya waktu jeda, setelah Tuhan menciptakan dunia selama 6 hari, Tuhan menetapkan hari ke 7 untuk beristirahat atau kita kenal dengan sebutan Sabat.

Dalam Mazmur “Jeda” atau “Pause” juga dapat kita temukan. Sebanyak 73x dalam Mazmur dan 3x dalam Habakuk. Kata yang sering luput dari pengamatan kita, yaitu kata “Sela”. Sela berarti mengambil nafas atau jeda untuk kemudian pemazmur melanjutkan nyanyiannya. Dalam  Mazmur pasal 3 merupakan Mazmur Daud ketika berada dalam situasi dikejar kejar hendak dibunuh oleh Absalom anaknya. Ayat 1 dan 2 Daud menceritakan bagaimana kondisinya, bahkan seolah olah tidak ada pertolongan baginya. Namun setelah kata “Sela” isinya berubah menjadi positif. Ia menyadari bahwa Tuhanlah pertolongan baginya. Kemudian setelah ayat ke 4 kembali kita menemukan “Sela”. Dan ayat berikutnya keyakinan dan pengharapan Daud kepada Allah semakin meningkat. Daud sangat percaya bahwa Tuhanlah pertolongan baginya, sehingga tidak ada hal yang perlu ditakutkan.

Pengertian lain dari pause adalah berdiam diri dan mendengarkan Tuhan. Berdiam diri sejenak untuk dapat merefleksi diri. Tuhan mau kita berdiam diri dan menjadi tenang supaya dapat merenungkan hidup kita, menajamkan pendengaran kita, Yesaya 30 : 15, sehingga kita mendapatkan energi baru setelah istirahat, Yesaya 40: 31.

Jadi disaat kita berhenti atau sela kita bisa mempunyai waktu untuk:

1. Koreksi diri ( melihat jauh kedalam diri kita )

Bagaimana prioritas hidup kita? Apakah Tuhan masih menjadi yang utama dan terutama dalam hidup kita? Apakah pekerjaan kita telah menggeser Tuhan ? Apakah hati kita masih melekat kepada Tuhan, apakah kita masih sadar membutuhkan Tuhan? Adakah pertobatan-pertobatan yang perlu kita buat?

2. Kesempatan untuk berubah/ bertransformasi

Ulat sebelum berubah menjadi kupu kupu, ia membentuk kepompong dan berdiam diri disana. Apa yang dialaminya di tempat yang tersembunyi? Ia merubah wujudnya dari ulat menjadi kupu kupu yang indah. Dalam Yesaya 40: 31, Tuhan memberikan gambaran orang yang menanti nantikan Tuhan seperti Rajawali yang diperbarui kekuatannya. Rajawali pada usia tertentu harus memperbarui dirinya. Orang yang tidak mau memperbarui dirinya atau berubah akan tergilas oleh jaman. Ia akan ketinggalan.

3. Kembali kepada kasih yang mula mula,

Dalam Wahyu, Yohanes menuliskan peringatan peringatan kepada7 jemaat, salah satunya adalah jemaat di Efesus. Tuhan mau jemaat Efesus bertobat dan kembali kepada kasih yang mula-mula. Yesus bertemu dengan Zakeus mengajaknya makan supaya Zakeus bertemu dengan kasih Tuhan. Tuhan kembali bertemu Petrus yang telah meninggalkan Yesus dipantai, membuat mujizat, dan mengajaknya makan, hanya untuk mengingatkan Petrus tentang kasih yang mula-mula. Tuhan ingin pada saat kita “Sela”,”Jeda”atau Sabat supaya kita kembali kepada kasih yang mula-mula.

Selamat mengambil waktu untuk berhenti sejenak dan alami pembaruan Tuhan dan membawa Saudara terbang lebih tinggi lagi bersamaNya.







Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025