Warta Minggu, 17 September 2023
Warta Minggu, 17 September 2023
Penderitaan adalah perasaan sakit
yang menekan tubuh dan jiwa karena ditimpa kondisi buruk. Pada umumnya
tidak ada orang yang menginginkan hal ini terjadi pada hidupnya, namun
penderitaan pasti pernah dialami setiap orang, bahkan ada yang sampai
menimbulkan goncangan besar bagi jiwa seseorang. Ada tiga kategori penderitaan
yang terjadi pada kehidupan di bumi. Pertama, penderitaan yang dialami
sekelompok besar orang karena bencana alam, perang, wabah penyakit, dan lain
hal yang terjadi secara massal. Lalu juga ada penderitaan yang terjadi pada
seseorang oleh karena ingin mencapai sebuah tujuan, misalnya para penginjil
yang bekerja di daerah pedalaman, pahlawan sebuah bangsa yang memperjuangkan
kemerdekaan, seorang sopir taxi yang bekerja lebih dari 12 jam sehari demi
kehidupan anak istrinya yang lebih baik. Dua kategori penderitaan ini tidak
menimbulkan goncangan jiwa, dan memang harus dijalani dengan kekuatan yang dari
pada Tuhan.
Pembahasan kita akan berfokus pada
penderitaan pribadi yang terjadi tanpa diinginkan. Adam dan Hawa adalah manusia
pertama yang mengalami penderitaan akibat diperdaya oleh iblis, sepanjang hidup
Daud juga disertai banyak penderitaan, juga Yusuf, Ayub, dan banyak lagi yang
lain. Di balik semua penderitaan itu pasti ada tiga pemeran utama yaitu iblis ,
diri kita , dan Tuhan. Iblis sudah mulai menyerang sebelum kita menderita.
Matius 4:1 , “Maka Yesus dibawa oleh
Roh ke padang gurun untuk dicobai iblis”. Tuhan Yesus dicobai oleh iblis dalam
tiga hal, yaitu :
1. Mengubah batu jadi roti saat Yesus sangat lapar
-----> kenyamanan
2. Kehebatan menjatuhkan diri dengan aman.
------------> gambar diri.
3. Menguasai dunia dengan menyembah iblis.
------------> hubungan
Kenyamanan, harga diri dan hubungan adalah tipu daya iblis yang juga dipakai iblis untuk mencobai Ayub meskipun dari arah yang berlawanan.
Mari kita lihat
uraian tentang tindakan iblis-ayub-Tuhan dalam tiga hal ini :
1. Kenyamanan
- Iblis menghabiskan semua milik ayub termasuk seluruh
harta dan anak-anaknya.
- ayub menderita tapi rela ( Ay.1:21, “katanya: Dengan
telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telajang juga aku akan
kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama
Tuhan.”)
- Tuhan memuji ayub.
---> Titik pemulihannya adalah kerelaan karena semua adalah milik Tuhan. Jika hal ini terjadi pada diri kita, maka pemulihan yang terjadi akan memampukan kita untuk tidak mencari salah siapa , tetapi mencari untuk harus melakukan apa.
2. Gambar diri
- iblis merusak kesehatan ayub.
- ayub menderita , menerima tapi mengeluh.
( Ay.2:10, “Tetapi jawab Ayub kepadanya:
Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik
dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk? , Dalam kesemuanya itu Ayub
tidak berbuat dosa dengan mulutnya.)
( Ay.3:1, “Sesudah itu Ayub membuka
mulutnya dan mengutuki hari kelahirannya.”)
( Ay.6:11-13, “Apakah kekuatanku,
sehingga aku sanggup bertahan, dan apakah masa depanku, sehingga aku harus
bersabar ? ……. Bukankah tidak ada lagi pertolongan bagiku, dan keselamatan jauh
dari padaku ?” )
- Tuhan diam saja, menunggu proses
pemurnian Ayub.
---> Titik pemulihan Ayub sebenarnya sudah ada pada Ay.2:10, karena ketika kita mau menerima yang buruk dari Allah, maka itu bisa jadi kesempatan untuk semakin memurnikan diri kita, sayang sekali Ayub melanjutkannya dengan keluh-kesah dan menerima gambar diri yang salah, semangatnya patah, sehingga pemulihan itu tidak terjadi.
3. Hubungan dengan Allah.
- iblis kirim 3 teman Ayub untuk mencela dia.
- Ayub membenarkan diri dan menyalahkan Tuhan.
( Ay.27:2,6 ,
“Demi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan kepadaku, dan demi yang
mahakuasa, yang memedihkan hatiku, …… Kebenaranku kupegang teguh dan tidak
kulepaskan; hatiku tidak mencela seharipun dari pada umurku.”)
- Tuhan mengirim Elihu untuk memulihkan jiwa Ayub,
Tuhan juga menjawab Ayub.
( Ay. 34:5,17
, “Karena Ayub berkata: Aku benar, tetapi Allah mengambil hakku;.…..Dapatkah
pembenci keadilan memegang kekuasaan, dan apakah engkau mau mempersalahkan Dia
yang adil dan perkasa,” )
( Ay.38:4,12 , “Di manakah engkau,
ketika Aku meletakkan dasar bumi ? Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai
pengertian!……Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau
fajar…..”)
( Ay.40:8, Apakah engkau hendak
meniadakan pengadilan-Ku, mempersalahkan Aku supaya engkau dapat membenarkan
dirimu ?”)
( Ay.42:1-6, “Maka jawab Ayub kepada
Tuhan : Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada
rencana-Mu yang gagal……. Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang
Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku
mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu,”)
---> Titik pemulihan Ayub terletak
pada :
1. Menyadari rencana Tuhan dalam dirinya.
2. Semakin mengenal Tuhan lewat penderitaannya.
3. Bertobat dari perkataannya yang salah.
%20(24).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment