Warta Minggu, 10 September 2023

 Warta Minggu, 10 September 2023

Ayub 42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. 42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Penderitaan.

Satu kata yang semua manusia ingin hindari, tapi pasti alami.

Ayub, manusia yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan (Ayub 1:8) alami penderitaan, bukan karena salah, jahat atau dosa, tapi karena iblis mau menguji dia. Iblis merancang yang jahat, tapi ini malah memurnikan karakter Ayub dan menumbuhkan dalam dia karakter yang lebih baik.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Penderitaan yang Ayub alami?

  1. Ada rancangan Tuhan yang melebihi semua penderitaan

Penderitaan dapat menyempurnakan, menguji, mengajar atau menguatkan jiwa manusia, dan sekalipun ini tidak nyaman saat dialami, Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik dibalik semua penderitaan yang dialami (Roma 8:28).

Tentu Ayub tidak mengerti semua rancangan Tuhan, bahkan ia sempat meragukan Allah (Ayub 30:20-23) dan minta bahwa dirinya sebaiknya jangan dilahirkan sekalian.Tapi pada akhirnya, rencana Tuhan yang terbaik baginya.


  1. Ujian dan penderitaan kita selalu diketahui oleh Tuhan

Iblis tidak dapat merusak keuangan atau kesehatan kita tanpa seijin Allah. Allah berdaulat membuat keputusan terhadap tindak tanduk Iblis. Tuhan tidak menginginkan yang jahat buat kita, tapi Ia bisa saja memakai hal buruk untuk tujuan Nya yang baik.

Jadi jangan menyerah pada saat ditengah Penderitaan, tapi TINGGALLAH di dalam Tuhan. Berserah pada Tuhan, sehingga Ia menguatkan kita, menuntun kita, menolong kita, melewati penderitaan.

 

  1. Tolong dan dukung teman yang dalam penderitaan

Ayub tidak meminta uang atau pertolongan, hanya didengarkan dan diberi dukungan. Tapi teman-teman Ayub malah menghakimi dia, menganggap ia menderita pasti karena perbuatan dosa/salah yang ia lakukan kepada Tuhan (contoh: Ayub 8:6,20).

Setelah 3 ronde mereka mencoba meyakinkan Ayub bahwa dia salah dan perlu bertobat, ternyata merekalah yang salah dan perlu bertobat karena telah salah menghakimi Ayub (Ayub 42:7)

Jadi jika ada yang dalam penderitaan mari kita hadir, mendukung dan mendoakan mereka yg dalam penderitaan.

 








Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025