Warta Minggu, 27 Agustus 2023
Warta Minggu, 27 Agustus 2023
Surat 1 Korintus 13:13 mengatakan: Di antara Iman; Pengharapan dan Kasih, yang paling besar ialah Kasih (agape). Inilah Kasih Kasih Allah sendiri yang telah dicurahkan di hati sejak kita percaya Yesus. Kasih Allah merupakan manifestasi kehadiran & pengorbanan Yesus dalam diri kita dan yang menjadi dasar dari semua hubungan-hubungan yang kita bangun baik dengan Tuhan maupun dengan sesama kita.
Tetapi tantangannya adalah
bagaimana menjaga agar kasih kita tetap seperti kasih mula-mula yang kita
terima dari Yesus. Sebab :
1. Kasih dapat
menjadi dingin. Matius 24:12 mengatakan “Dan karena makin
bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Yesus memperingatkan bahwa bahwa
pada akhir jaman kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Manusia cenderung tidak
peka, cenderung tidak peduli dan sangat selfish.
2. Pada praktekknya ada kasih yang palsu. Rasul Paulus memperingatkan dalam Roma 12:9a, “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura.” Jadi kita harus jaga agar kasih kita tetap tulus, murni, ihklas, tidak munafik, tidak dibuat-buat / dipoles-poles demi tujuan tertentu.
Dua peringatan di atas akan sangat menjadi jelas, jika
kita membaca dalam 2 Timotius 3:1-5,
Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir
akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya
sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!
Jika kita tidak mewaspadai, maka dinginnya kasih dan ketidakmurnian kasih itu dapat merusak hubungan-hubungan kita di rumah tangga, keluarga, pekerjaan, komunitas gereja, dengan sesame bahkan hubungan dengan Tuhan sendiri. Itulah sebabnya mengapa kita harus mengalami pembaharuan kasih setiap hari.
Maka, penting sekali kita merenungkan bagaimana agar kita dapat mengalami pembaharuan kasih dari sehari ke sehari:
A. PASTIKAN BAHWA KITA MEMILIKI SUMBER
KASIH dalam HATI.
Kalo sumbernya kasih sudah ada di hati, maka kasih kita tidak akan mudah habis, akan terus mengalir seperti sungai. Sumber kasih ialah Allah. Sebab Allah adalah kasih itu sendiri (1 Yohanes 4:8). Karena Allah adalah sumber kasih, maka kasih-Nya tidak pernah pudar. Akan membaharui kasih kita setiap hari. Kasih Allah tidak pernah sirna, tidak pernah kering bahkan tidak akan mati. Sebab Allah dalam jatidiri-Nya adalah Kasih itu sendiri. Maka mari kita memastikan bahwa kita telah menerima Allah dalam Yesus Kristus tinggal di dalam hati kita dan membaharui senantiasa kasih-Nya yang ada dalam diri kita.
B. KOBARKAN
KASIH KE DALAM TINDAKAN NYATA.
Kasih itu aktif dan menuntut wujud nyata untuk membuktikan keberadaannya. Contohnya: apa bukti nyata bahwa Allah sangat mengasihi kita ? Dia berikan Yesus kepada kita. Tidak hanya itu, bahkan Yesus berkorban – mati demi menebus kita. Itu adalah wujud nyata / bukti nyata dari kasih Allah kepada manusia.
Kasih itu sangat abstrak dan tidak terlihat, maka agar dapat ditangkap & dirasakan oleh indera kita secara nyata, kasih harus diekspresikankan, kasih perlu diaktualisasikan, perlu dimanifestasikan, perlu diwujudnyatakan dengan tulus ihklas sehingga indera kita dapat merasa, mengecap, melihat, mengalami, dsb. Kasih yang diwujudnyatakan dalam keseharian akan terus bertumbuh. Kobarkan terus kasih kita agar tidak menjadi dingin.
Mengapa kasih kita harus mengalami
pembaharuan dari sehari ke sehari ?
Sebab kasih dan mengasihi adalah identitas seorang murid Kristus. Dengan adanya identitas, seseorang dapat saling mengenali. Kasih sejati adalah identitas kita sebagai seorang murid Kristus, bukan identitas kita karena engkau memeluk agama kristen. Dengan kasih yang dibaharui dan dinyatakan dalam keseharian, identitas kita sebagai murid Yesus semakin jelas. Hidup menjadi berkat akan semakin terasa.
Sejak awal, Yesus menyebut mereka yang sungguh-sungguh percaya kepada-Nya dengan sebutan murid. Yohanes 13:34,“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” Jadi kasih yang merupakan identitas kita sebagai murid Kristus tidak boleh pudar, tidak boleh terlihat buram. Harus jelas terlihat oleh siapapun. Maka kasih itu perlu dibaharui dari sehari ke sehari. Mari, alami pembaharuan kasih dalam hidup kita. Amin.
%20(21).jpg)
%20(10).jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment