Warta Minggu, 06 Agustus 2023
Warta Minggu, 06 Agustus 2023
Kalian sekarang sudah diberi hidup
yang baru. Kalian adalah manusia baru, yang sedang diperbarui terus menerus
oleh penciptanya, yaitu Allah, menurut rupaNya sendiri. Maksudnya ialah supaya
kalian mengenal Allah dengan sempurna.
Kolose 3:10- BIMK
Pertempuran rohani kita terbesar ada di dalam pikiran kita. Percaya atau tidak bahwa perkataan kita terbanyak berasal dari apa yang kita pikirkan. Tindakan kita terbanyak berasal dari apa yang kita pikirkan. Sejak kita menerima Yesus roh kita sudah mengalami pembaharuan, tetapi pikiran kita harus terus menerus diperbaharui. Perubahan pikiran akan berdampak besar dengan apa yang akan kita lakukan. Kemajuan pertumbuhan rohani kita sangat ditentukan oleh cara berpikir kita. Pikiran kita adalah refleksi diri kita, jadi penting sekali untuk kita memperhatikan cara beripikir kita. Kita dapat mengalami kemenangan atau kekalahan dalam kehidupan dimulai dari pikiran kita. Pikiran kita dapat membangun tembok tembok yang menghalangi kita mengalami kemenangan dalam menerima penggenapan janji Tuhan. Untuk itu kita perlu ‘Scan/ Audit’ pikiran kita, hal-hal apakah yang menyebabkan kita sering bingung, kuatir, marah, mengeluh, dan kalah terhadap dosa, dsb. Manusia baru kita perlu terus menerus diperbarui, dan mulailah dengan pembaruan pikiran.
Bagaimana caranya kita
mengalami pembaruan pikiran
1.
Temukan tembok/ benteng penghalang
Dibawah ini adalah benteng benteng yang sering menguasai
pikiran kita
Rasa bersalah – “Allah tidak akan pernah mengampuni saya”
Kemarahan/ kebencian – “Saya tidak akan pernah mengampuni
orang itu”
Rasa mengasihani diri sendiri – “saya selalu mengalami
hal-hal buruk”
Keangkuhan – “Saya harus menguasai semuanya”
Penolakan – “Saya memang tidak pantas dicintai”
Kekalahan – “Saya tidak akan pernah pulih”
Performa – “Saya harus kelihatan bagus, kalau tidak Allah
akan menolak saya”
Penampilan – “Saya harus sebaik penampilan saya”
Materialism – “Nilai saya setara dengan kepemilikan saya
2.
Tindakan pertobatan
yang terus menerus
Dosa seringkali dimulai dari pikiran. Banyak Tindakan kita,
perkataan kita yang melukai orang lain dimulai dari pikiran. Begitu pula
kebodohan-kebodohan yang kita buat yang merugikan diri sendiri dan orang lain juga
dimulai dari pikiran. Jangan biarkan itu tumbuh bertambah besar dalam
kehidupan. Paulus berkata : “Aku melupakan apa yang dibelakangku…” Paulus tahu
betul banyak pemikiran-pemikirannya dimasa lalu menghalangi dia untuk maju.
Mungkin banyak dari kita yang terhambat kemajuan rohaninya karena cara berpikir
yang salah. Pertobatan adalah membuang cara berpikir yang toxic (beracun) dan
menggantinya dengan pikiran Kristus. Pikiran Kristus adalah pikiran dimana
Kristus bertahta atau berkuasa atas kehidupan kita.
3.
Miliki pemahaman yang terus menerus diperbarui
Beberapa aplikasi dalam gadget/ gawai kita tidak maksimal atau tidak bisa digunakan bila tidak di perbarui ( update ). Hal yang sama juga dalam hidup kita, kita harus mengalami membaruan terus menerus. Apa yang dulu bagi kita baik, mungkin saat ini sudah tidak relevan. Kita harus bersedia menyelaraskan cara berpikir kita dari waktu ke waktu. Menjadi terbuka dengan gerakan yang sedang Allah kerjakan adalah hal terbaik. Di ubahkan seperti Kristus bukanlah menjadi orang Kristen yang kaku, tetapi menjadi relevan dengan tetap berpegang pada kebenaran. Kedekatan kita dengan Roh Kudus akan membuat kita peka akan hal yang Tuhan ingin untuk kita lakukan.
“Akhirnya, Saudara-saudara, isilah pikiranmu dengan hal hal
yang bernilai, yang patut dipuji, yaitu hal-hal yang benar, yang terhormat,
yang adil, murni, manis, dan baik. Jalankanlah apa yang kalian pelajari dan
terima dari saya; baik dari kata-kata maupun dari perbuatan-perbuatan saya.
Allah sumber sejahtera, akan menyertai kalian.”
Filipi 4: 8-9 - BIMK
%20(18).jpg)
%20(10).jpg)





.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment