Warta Minggu, 30 Juli 2023
Warta Minggu, 30 Juli 2023
Apakah selama ini kita merasa penting memiliki Hikmat? Kalau kita tidak mengerti apa itu Hikmat, tentu kita tidak merasa perlu untuk memilikinya. Hikmat itu tidak sama dengan pengetahuan atau kepandaian yang bisa didapat dengan kita belajar setinggi mungkin di universitas tertentu. Sekalipun dalam Alkitab ada yang ditulis bersamaan antara hikmat dan pengetahuan (Yeremia 10:12; 51:15; 1 Korintus 1:24; Kolose 2:3) namun, Hikmat lebih dari pengetahuan, kepandaian, atau kecerdasan manusia.
Hikmat itu datangnya dari TUHAN, karena Dialah sumber hikmat.
Amsal 2: 6 (BIMK) - TUHAN lah yang memberikan hikmat; dari Dialah manusia mendapat pengetahuan dan pengertian.
Daniel 2: 20 (TB) - Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan!…”
Mengapa perlu Hikmat?
l Dapat menuntun kepada hidup yang benar
l Di dalam hikmat ada pengertian, kebijaksanaan dan pengetahuan (Amsal 8:12)
l Terhindar dari malapetaka (Hidup aman, tentram, dan damai - FAYH) Amsal 1:33
l Agar kita mengerti tentang kedaulatan ALLAH
Arti hikmat menurut Alkitab lebih dalam dan lebih tinggi daripada pikiran yang terkandung dalam pengertian kita. HikmatNya mencakup bukan hanya sempurna lengkapnya pengetahuanNya mengenai setiap segi bidang kehidupan, tetapi juga mencakup kedaulatanNya menggenapi secara tuntas hal yang ada dalam pikiranNya dan yang mustahil dapat digagalkan.
Bagaimana cara kita peroleh Hikmat?
Minta pada Sang Pemilik Hikmat itu dengan rendah hati
Yakobus 1:5 - “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan Hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah….”
Amsal 11:2 - Hikmat ada pada orang yg rendah hati.
Minta Hikmat menunjukkan kerendahan hati. Dia sadar bahwa dia masih muda dan tidak akan bisa memerintah rakyatnya yg banyak, maka dia mohon pada Allah untuk memberikan hikmat. Ini bukti bahwa Salomo tidak bergantung pada kekuatan, kekayaan atau kemampuannya sendiri, tapi dia hanya mengandalkan Tuhan saja.
Hikmat dalam kehidupan keluarga
Hikmat sangat diperlukan dalam seluruh aspek kehidupan kita, termasuk dalam rumah tangga. Amsal 24:3 (BIMK) - Rumah tangga dibangun dengan hikmat dan pengertian.
Hikmat itu berhubungan dengan keberadaan kita dalam keluarga dan dalam membangun relasi yang dibangun antara anak atau orangtua. Orangtua sangat perlu hikmat Tuhan dalam mendidik anak.
Amsal 22:6 (FAYH) - Ajarlah seorang anak untuk memilih jalan yang benar, maka setelah dewasa ia akan tetap berada di jalan itu.
Bila orangtua mendidik anak dalam jalan Tuhan, maka anak itu tidak akan menyimpang sampai masa tuanya. Mengapa? Karena dia memiliki hati yang takut akan Tuhan. Orang yang takut akan Tuhan pasti menjauhi kejahatan (Amsal 8:13 ; 16:6)
Mendidik anak-anak adalah tanggung jawab orangtua, bukan kakek nenek atau orang lain. Peran sebagai ayah dan ibu tidak bisa digantikan dengan siapapun. Tanggung jawab orangtua yang terpenting adalah mendidik anak-anak dalam jalan kebenaran dan menuntun anak-anak untuk menemukan panggilan-Nya.
ANAK adalah Titipan Tuhan yang sangat berharga
Orangtua menjadi orang yang dipercaya oleh ALLAH untuk mendidik anak dalam jalan Tuhan. Jangan melukai dan membuatnya menjadi tawar hati (Efesus 6:2-4)
Allah sudah percayakan milik pusaka-Nya yang sangat berharga itu pada orangtua. Maka mintalah hikmat Tuhan untuk dapat mendidik mereka dalam jalan Kebenaran, agar anak-anak tidak tersesat dan tetap pada jalan Tuhan sampai pada masa tuanya.
%20(5).jpg)
%20(6).jpg)





.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment