Warta Minggu, 25 Juni 2023

 Warta Minggu,  25 Juni 2023

            Gedung gereja kita sedang dibangun ulang dengan tujuan menjadi gereja blessing community ( Menjadi tempat yang lebih maksimal untuk menjadi berkat bagi sekeliling kita ), serta memaksimalkan ruang-ruangan yang ada agar tertata rapi. Pembenahan dan pembangunan secara fisik kita sedang upayakan, tapi jangan lupa hal ini tidak akan menjadi penting jika kita mengesampingkan pembangunan keluarga rohani kita. Gedung gereja yang megah, mahal dan bagus tidak jadi jaminan adanya pertumbuhan dan kasih yang dipraktekkan. Di inggris 110 gereja ditutup dalam waktu 10 tahun karena kekurangan jemaat, dan ini juga terjadi di negara-negara lain seperti di Eropa mengalami kemerosotan. Banyak gedung gereja yang megah kosong.

            Sebagaimana layaknya kita membangun rumah tangga, mendorong anak -anak yang sudah dewasa untuk berkeluarga sendiri, begitu jugalah harusnya kita sebagai orang kristen/ pengikut Yesus yang sudah dewasa. Kedewasaan manusia pada umumnya di ukur dari usianya. Mari ukuran ini kita pakai juga untuk mendorong kita bersedia mengambil tanggung jawab dalam membangun keluarga/ komunitas-komunitas rohani yang baru di gereja ini. (Ada 16 komunitas di BKC, 20 komunitas di ibadah umum). Sudah berapa lama kita menjadi pengikut Yesus?

            Menjalani hidup bersama adalah rencana Allah sejak awal dunia. Di mulai dari istilah Tritunggal ( Bapa, Anak dan Roh Kudus ), ke 12 murid Yesus dan gereja mula-mula. Semua hal tersebut menjadi bukti perlunya membangun hubungan yang dalam bentuk keluarga rohani. Dalam pembangunan pasti ada harga yang harus di bayar, baik waktu, pikiran, emosi, tenaga dan dana. Jika kita sebagai pengikut Kristus tidak bersedia membentuk keluarga/komunitas rohani maka kekristenan punah, jangan-jangan keturunan kita selanjutnya tidak mengenal Kristus.

            Mari kita melihat apa yang dilakukan Raja Daud disaat dia mengalami titik terendah dalam hidupnya. 1 Samuel 22:1-2 (TB)  Lalu Daud pergi dari sana dan melarikan diri ke gua Adulam. Ketika saudara-saudaranya dan seluruh keluarganya mendengar hal itu, pergilah mereka ke sana mendapatkan dia. Berhimpunlah juga kepadanya setiap orang yang dalam kesukaran, setiap orang yang dikejar-kejar tukang piutang, setiap orang yang sakit hati, maka ia menjadi pemimpin mereka. Bersama-sama dengan dia ada kira-kira empat ratus orang.

Dari kisah ini kita mau belajar tentang :

1. Daud mengenyampingkan perasaan-perasaan yang coba meghancurkan dia.

Ada banyak orang tidak bersedia menikah /membangun rumah tangga karena trauma-trauma keluarga sendiri atau kisah-kisah orang lain dll. Demikian juga kita tidak mau membangun keluarga rohani karena pengalaman buruk dengan satu atau dua orang dimasa lalu, mendengar cerita-cerita orang lain. Sehingga  kita berpikir semua orang sama saja. Kita tahu bahwa yang mengingini kematian Daud adalah keluarganya sendiri yaitu bapak mertuanya.

- BANGKIT! Amsal 24:16 (TB)  Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana. Kesengsaraan, pencobaan yang terjadi dalam hidup orang benar harusnya membuat mereka akan bangkit kembali, karena kasih karunia Allah mengangkat mereka. 2 korintus 4: 8-9 (TB)  Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

2. Daud bersedia menjadi pemimpin atas mereka-mereka yang terluka, terbuang, tidak punya harapan, dikucilkan dan tidak tidak ada masa depan. Kekristenan lahir bukan berhenti sampai pada diri kita sendiri, tetapi kekristenan lahir agar semua lutut bertelut dan semua lidah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Mintalah kepada Tuhan untuk diberikan hati, mata, tangan dan kaki seperti Yesus.

Daud membangun kepercayaan diri pada orang-orang yang ada bersama-sama dengan dia.sehingga dari 400 orang yang mengalami masalah tersebut lahir panglima-panglima perangnya Daud yang gagah perkasa (2 Samuel 23:8-39). Percayalah bahwa hal yang sama bisa terjadi ketika kita ikut ambil bagian dalam pembangunan keluarga rohani.membangun cara pandang yg salah,pengertian akan firman yang kurang,mendorong orang lain dalam pekerjaan baik dan lain sebagainya.

Allah akan memakai kita ketika kita bersedia menjadi alat Nya, sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil ( Lukas 1:37).

 







Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025