Warta Minggu, 18 Juni 2023
Warta Minggu, 18 Juni 2023
“Kebersamaan yang otentik” sulit ditemukan akhir-akhir ini. . . dan sama-sama sulit untuk didefinisikan. Terlepas dari itu, keaslian ( menjadi otentik ) adalah masalah besar bagi Yesus. Dalam Lukas 12 : 1-2 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan 1 y orang Farisi. Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Salah satu pergumulan pribadi kita dalam membangun hubungan bersama
sama adalah mengenakan topeng. Kita
ingin hadir di hadapan atau di tengan tengah komunitas dengan terlihat baik.
Namun bila kita ingin menghidupi ayat-ayat di atas, Allah mau kita melepaskan
topeng kemunafikan kita. Ini berarti menjadi otentik atau apa adanya adalah hal
yang penting. Apakah itu berarti kita
harus menjadi contoh Yesus yang sempurna? Jika demikian, semua kita tidak punya
harapan.
Jadi ini bukanlah tentang kesempurnaan. Sebaliknya, ini tentang terlibat dalam proses yang jujur untuk menjadi lebih seperti Yesus Kristus. Orang Kristen sejati tidak berpura-pura bahwa mereka sempurna. Tetapi ketika mereka jatuh, mereka dengan cepat mengakuinya dan kembali sejalan dengan Kristus. Mereka memahami kasih karunia Tuhan cukup untuk membawa mereka kembali kepada kebenaran dan juga cepat memberikan kasih karunia-Nya kepada orang lain tanpa penghakiman. Seorang Kristen yang otentik adalah orang yang dengan tulus berusaha untuk menjadi "real ".
Untuk mencapai hal ini, mungkin kita harus secara teratur mengulangi doa Pemazmur dalam Mazmur 139:23-24 (FAYH) Selidikilah aku, ya Allah, dan ketahuilah hatiku; ujilah pikiranku. Tunjukkanlah segala sesuatu di dalam diriku yang membuat Engkau sedih dan tuntunlah aku di jalan hidup yang kekal. Sebagai seorang pengikut Kristus, kita perlu bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar otentik? Apakah saya menjalani kehidupan yang patut ditiru oleh orang lain?"
Orang di sekitar kita tidak mencari teori spiritual. Anak-anak kita juga tidak. Mereka merindukan contoh yang otentik dari apa artinya menjadi pengikut sejati Yesus – seseorang yang dapat berkata seperti Paulus, "Ikuti langkahku saat aku berjuang untuk mengikuti langkah Yesus."
%20(13).jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment