Warta Minggu, 04 Juni 2023

 Warta Minggu,  04 Juni 2023

Sebab setiap rumah dibangun oleh seorang ahli bangunan, tetapi ahli bangunan segala sesuatu ialah Allah. Ibrani  3:4

Dan di atas alas batu inilah Aku akan membangun gereja-Ku, yang tidak dapat dikalahkan; sekalipun oleh maut!  Matius 16:18b (terjemahan BIS)

Hari-hari ini, renovasi Gedung gereja kita, yang merupakan sarana penggenapan visi Tuhan untuk gereja kita menjadi Blessing community center, sudah mulai bergerak penuh. Tetapi, tentunya pergerakan ini bukan sekedar asal jalan. Pergerakan penuh ini dilakukan karena adanya ahli-ahli bangunan yang terlibat untuk memastikan pembangunan ini berjalan dengan benar. Ada ahli rancang bangun atau arsitek yang sudah menggambar seperti apa jadinya gedung gereja kita dan ada ahli  struktur yang memastikan segala kebutuhan struktur terbentuk dengan baik seperti yang sudah dirancangkan.

Firman pun meneguhkan hal  pembangunan ini, seperti dikatakan ayat diatas. Namun, ada hal menarik dengan ayat ini. Selain meneguhkan bahwa  rumah terbangun dengan baik karena seorang ahli bangunan, tetapi membangun diperlukan bukan cuma untuk rumah. Itulah sebabnya, ayat ini menegaskan bahwa Tuhan Allah kita hadir untuk menjadi ahli membangun dalam segala sesuatu. Tuhanlah yang membangun hidup kita, entah itu keluarga, karier, usaha, dan sebagainya sehingga mempunyai keindahan dan keberartian yang benar.

Salah hal yang Tuhan, sebagai ahli membangun segala sesuatu, secara pribadi mau bangun adalah  GEREJA-NYA (bukan gedungnya saja). Ini ditegaskan dengan ayat kedua diatas. Selain menegaskan bahwa Ia akan membangun GerejaNya, Tuhan juga memastikan bahwa GEREJA-NYA luarbiasa kuatnya sehingga tidak dapat dikalahkan bahkan oleh maut sekalipun. Tetapi seperti apakah gambar gereja yang Tuhan bangun ini?

Gambaran Gereja yang Tuhan bangun contohnya terlihat di keseharian hidup. Tuhan membangun Gereja seperti KELUARGA (Efesus 2:19-20 & 1 Timotius 3:15) dan TUBUH (Efesus 1:22-23 & Kolose 1:17-18a). Gereja seperti Keluarga yang kokoh dan Tubuh yang sehat. Bagaimanakah keluarga kokoh? Keluarga tersebut mempunyai kesatuan yang tidak dapat diceraikan karena mempunyai hubungan yang benar. Bagaimanakah tubuh sehat? Tubuh itu mempunyai anggota-anggota yang lengkap dan berfungsi dengan benar.

Keluarga rapuh dan mudah hancur bila tidak ada kesatuan yang dibangun atas dasar hubungan. Tuhan tidak merancang kita, sebagai orang percaya, hanya berkumpul bersama di ibadah raya tanpa ada kesatuan yang terjadi karena membangun hubungan. Ketika gereja pertama kali dibentuk, jelas terlihat rancang bangun Tuhan seperti yang Ia tetapkan. Gereja, yaitu orang-orang percaya, aktif melakukan bagiannya membangun kesatuan. Melalui perkumpulan yang diberdayakan firman dan Roh kudus, mereka membangun kesatuan yang terbukti dengan adanya kepedulian dan kesaksian yang nyata (Kisah 2:41-47)

Tubuh mudah sakit dan lemah bila anggota tubuhnya tidak berfungsi dengan benar. Tuhan merancang tubuh menjadi sehat dengan cara memastikan setiap anggotaNya mempunyai peran/ fungsi yang jelas. Selain itu, setiap anggota tubuh, sebagai bagian dari gerejaNya, melakukan bagiannya dengan  mau “rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota untuk menerima pertumbuhannya.” (Efesus 4:16)

Rancangan Tuhan tidak pernah gagal. Tetapi, kita bisa gagal menerima rancangan-Nya menjadi gereja seperti keluarga yang kokoh dan tubuh yang sehat. Kegagalan ini, bukan karena Tuhan tidak mampu, tetapi karena kita tidak mau melakukan apa yang menjadi bagian kita seperti Tuhan perintahkan. Ketika kita mau, Tuhan pasti memampukan dan menggenapi!

























Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025