Warta Minggu, 30 April 2023

 Warta Minggu,  30 April 2023


OPTIMAL LIFE

( Roma 12:1-6 ) 

            Hari ke-2 perjalanan di China, kami tiba di salah satu kota kecil arah barat daya China. Udara sangat bersih dan langit biru sangat indah namun pembangunan kota agak terkebelakang. Posisi yang tergolong agak pedalaman telah membatasi pertumbuhan industri ditempat ini. Hari ke-2 saat kami makan siang dengan Bupati setempat, dia menjelaskan saat ini pemerintah sedang berupaya menarik kalangan industri ( khususnya peternakan dan pertanian ) untuk bangun pabrik di situ dengan memberi bantuan dana operasional, mereka sedang berupaya keras mengejar ketertinggalan dan melakukan yang terbaik dalam segala keterbatasannya.

Hari ke -11 kami tiba di Shanghai. Langit agak bersih dan nampak sedikit warna biru, berbeda dengan saat-saat lalu yang selalu kelabu karena polusi. Pemerintah China tidak lagi memacu perkembangan industri secara maximal, sehingga berdampak pada perbaikan lingkungan hidup. Segala sesuatu yang dilakukan secara maksimal akan membawa hasil positive sekaligus dampak negative.

            Mau tidak mau, hidup kita dihadang oleh macam-macam keterbatasan. Ada orang yang menjalaninya dengan sangat lamban dan tidak berbuat apa-apa karena keterbatasan itu, ada juga yang berupaya keras menerobos keterbatasan itu dan salah arah sehingga banyak waktu dan tenaga terbuang sia-sia, ada lagi sebagian dari kita yang sangat cerdas dan bekerja maximal sehingga mencapai prestasi luar biasa namun kehilangan sukacita dan menuai banyak penyakit. Semua itu bukanlah yang Tuhan inginkan terjadi dalam hidup kita, Tuhan ingin kita memiliki kwalitas hidup terbaik dengan cara yang bijak, mari kita mau belajar dari Firman yang menuntun kita dalam setiap kekelaman.

1. Mendapat kemurahan Allah. ( Rm. 12:1 )

     Kerja banyak hasil sedikit, kondisi ini pernah saya alami dan sebagian besar kita juga mungkin pernah alami, tidak enak pastinya.

     Kerja banyak hasil banyak, cukup puas tapi lelah sekali bukan ?

     Tidak perlu kerja, dapat hasil banyak, pasti itu mimpi.

     Kerja sedikit hasil banyak, itu pasti karena kemurahan Allah.

Semua kita pasti suka dengan kondisi terakhir ini, tapi tidak banyak yang mengalami , manusia mau dapat yang terbaik tapi tidak mau memberikan yang terbaik. Kalau hidup kita masih banyak pergumulan, berjuang tanpa hasil, muter-muter terus di padang gurun, maka kita sedang terjebak dalam kondisi berjuang sendirian. Sudah saatnya kita bertobat, mengambil keputusan bulat untuk membereskan kehidupan kita. Jangan lagi membohongi diri sendiri, hidup yang kurang kudus artinya tidak kudus. Memberi sedikit kepada Tuhan artinya sogok. Tuhan tidak menghukum juga tidak memberkati, inilah hidup yang sia-sia. Hidup yang optimal harus dimulai dengan memberikan seluruh hidup kita yang kudus kepada Allah.

2. Mengerti kehendak Allah. ( Rm. 12:2 )

            Perhatikan kalimat “berubalah oleh pembaharuan budimu” , dalam alkitab KJV tertulis “tranformed by the renewing of your mind”. Mengapa pikiran kita perlu diperbaharui ? Apanya yang salah ? 1 Yoh. 2:16 “Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginann mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” Pikiran kita terlalu banyak diisi oleh sampah yang dari dunia ini, sehingga kita lebih sering membuat rancangan dan keputusan berdasarkan unsur-unsur “keinginan daging, keinginan mata, keangkuhan hidup”. KIta perlu adakan transformasi pikiran agar sampah ini terbuang, pikiran kita menjadi bersih sehingga dapat mengerti kehendak Allah, dan kita dapat melakukan hal-hal yang tepat, yang terbaik, karena yang terbaik itu pasti berasal dari Allah.

3. Bertindak dalam batas kemampuan. ( Rm. 12:3-4 )

            Anak bayi terbatas motorik dan tenaganya sehingga belum dapat bergerak seperti orang dewasa, manusia normal tidak dapat berjalan lebih cepat dari kuda dan tidak dapat menghitung lebih cepat dari komputer, orang tua mungkin lebih berhikmat dari anak muda, namun lebih lamban dalam segala hal. Hidup kita sejak lahir sampai meninggal, penuh dengan segala keterbatasan.

            Mat.25:22-30 menjelaskan tentang hamba yang menerima jumlah talenta yang berbeda, 2 kelompok orang memberi respon yang berbeda, satu kelompok berusaha sebaik-baiknya dalam batas talenta yang diberikan, tidak mensia-siakan talenta itu juga tidak melampaui batasan talenta itu, pihak yang lain tidak merespon dengan baik , sikap malas dan cemburu membuat dia kehilangan kesempatan untuk mendapat hidup yang lebih baik.

4. Bertindak dalam kenteks komunitas. ( Rm. 12:5-6 )

            Setiap pribadi kita telah mendapat karunia dan fungsi yang berbeda-beda. Batasan yang ada pada kita itu indah, tidak perlu kita melompati batasan itu untuk melakukan hal diluar batas, karena Tuhan sudah atur tugasnya bagi orang lain. KIta dapat memilih melakukan tugas masing-masing dengan baik secara sendiri-sendiri, juga dapat memilih melakukan tugas masing-masing dalam sebuah kelompok. Hasilnya tentu berbeda jauh. Buang semua ego kita, bergabunglah dalam kelompok tubuh Kristus, dan raihlah hidup yang optimal untuk kemuliaan nama Tuhan, Yesus Kristus juru selamat kita. Amin.








Comments