Warta Minggu, 02 April 2023
Warta Minggu, 02 April 2023
TRUSTWORTHY LIMIT (BATAS MENJADI ORANG
KEPERCAYAAN)
Dengan bantuan dari Roh Allah yang
hidup di dalam kita, hendaklah engkau menjaga baik-baik hal-hal berharga yang
sudah dipercayakan kepadamu. 2 Timotius 1:14 (BIS)
Bulan April ini, kita memasuki tema
yang baru- BATASAN YANG LEBIH BAIK. (Better Limit) Ini mungkin tema yang baru
pertama kali kita dengar, sebagaimana saya pribadi juga merasakannya. Tetapi sesuai
dengan janji Tuhan bahwa apapun yang Ia kerjakan adalah untuk mendatangkan
kebaikan bagi orang yang mengasihiNya, pasti ada kebaikan Tuhan yang mau
dinyatakan kepada kita yang mengasihi Tuhan melalui tema ini.
Kata “batas” ini bisa mempunyai sisi negatif
dan memberikan kesan yang tidak menyenangkan. Sebagai contoh adalah kesan yang
menunjukkan adanya kekurangan, misalnya dananya terbatas atau tenaganya
terbatas dan lain sebagainya. Tetapi, kata “batas” ini juga mempunyai sisi yang
positif. Kata ini yang kadang ditambah dengan akhiran “an” atau “batasan”,
membantu mempertegas apa yang perlu dikerjakan. Sebagai contoh, dalam menulis
disertasi saya. Di bab pertama yang merupakan bagian pendahuluan, saya harus
menulis batas(an) dari tulisan disertasi. Topik “pemuridan” yang saya tulis
adalah untuk gereja lokal, bukan sekolah, atau lembaga lainnya.
Hari ini, firman mau membahas tentang
salah satu kerinduan Tuhan dan juga kerinduan kita yaitu menjadi orang yang
dipercayakan. Kita tentunya mau bila dipercaya promosi dalam pekerjaan, orderan
yang besar atas barang yang dijualnya, dan lainnya yang bisa ditambahkan. Namun,
kenapa banyak kita tidak dipercayakan Tuhan? ada batas(an) yang sangat jelas
tentang bagaimana Tuhan mempercayakan.
BERTANGGUNG JAWAB dengan apa yang
sudah dipercayakan itulah batas Tuhan mempercayakan kita. Seringkali, kita
terjebak terus ‘menginginkan’ lebih, tetapi dengan yang sudah dipercayakan kita
tidak bertanggung jawab. Tuhan mengingatkan untuk kita setia/bertanggung jawab
dalam perkara kecil/yang sudah dipercayakaan. Tanpa memintapun, ketika kita
bertanggung jawab dengan perkara yang sudah dipercayakan, kita akan
dipercayakan perkara-perkara yang lebih besar.
Sekarang, Bagaimanakah bertanggung
jawab seperti firman ajarkan? Banyak yang berpikir sudah bertanggung jawab
padahal dihadapan Tuhan sangat tidak bertanggung jawab. BELAJAR adalah kunci
pertama bertanggung jawab. Bila kita dipercayakan pasangan dalam pernikahan,
terus belajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan tanggung jawab sebagai
suami/ istri. Bila kita dipercayakan anak, belajarlah menjadi orangtua. Bila
kita dipercayakan promosi dalam pekerjaan, belajar bagaimana bekerja lebih baik
dalam tugas baru. Bila kita mempunyai kesempatan berkuliah, belajarlah dengan
baik agar materi kuliah yang diberikan siap dipakai ilmunya di masa mendatang.
Satu hal lagi, yang tidak kalah
penting, dalam bertanggung jawab adalah mentaati apa yang menjadi aturan/
kebenaran yang diperintahkan Tuhan. banyak kita hanya sampai mengerti akan
kebenaran tentang apa yang menjadi tanggung jawab, tetapi tidak mau bekerja keras,
dengan kemampuan Tuhan, untuk mentaati sepenuhnya apa yang Tuhan perintahkan.
Kita harus terus mengingat semua dari
Tuhan. Kita menerima kepercayaan dan mampu menjadi orang yang tidak
menyia-nyiakan kepercayaan adalah karena Tuhan. Seringkali
banyak orang percaya lupa diri ketika menerima kepercayaan dari Tuhan, sehingga
mengandalkan diri sendiri dan akhirnya menjerumuskan diri ke berbagai hal yang
merusak atau menghancurkan. “Batas” kita memiliki kemampuan untuk terus
setia adalah terus mengandalkan kemampuan Tuhan.
%20(1).jpg)
%20(10).jpg)



.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment