Warta Minggu, 26 Maret 2023
Warta Minggu, 26 Maret 2023
KataNya
kepada mereka semua: Setiap orang yang mau mengikut aku, ia harus menyangkal
dirinya dan memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa
mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya tetapi barangsiapa kehilangan
nyawanya karena Aku , ia akan
menyelamatkannya.
Lukas
9: 23, 24
Dalam hidup ini ada dua prinsip yang sangat mendasar tetapi sangat berkuasa. Bahkan dunia didasari dan dijalankan atas kedua dasar ini. Prinsip-prinsip ini adalah berserah dan hubungan. Saudara dapat selalu melihat prinsip-prinsip ini mewarnai hidup Yesus. Dalam segala sesuatu yang Dia sedang kerjakan atau telah kerjakan, saudara dapat melihat prinsip-prinsip ini dalam kehidupanNya. Sampai Dia mati di kayu salib saudara masih dapat melihat prinsip-prinsip ini muncul dalam Dia. Melalui pengalaman-Nya di kayu salib kita dapat mengerti apa yang Dia maksud dengan ucapan-Nya "pikul salibmu setiap hari". Di salib kita dapat melihat gambaran akan hubungan; hubungan vertikal dengan Tuhan dan horisontal dengan semua umat manusia. Melalui salib kita juga dapat melihat bahwa Yesus menyerahkan hidup-Nya pada rencana Bapa, menyerah sampai pada titik pengorbanan. Yesus tidaklah mati karena Dia dibunuh oleh tentara Roma tetapi dinyatakan bahwa Dia menyerahkan diri-Nya untuk kita. Yesus secara sukarela menyerahkan diri-Nya untuk dunia.
Murid-murid Yesus Kristus tahu apa artinya menghidup
salib karena mereka telah mengalami bahwa Yesus menantang mereka langsung
sebelum mereka mulai mengikut Dia. Melalui proses kehidupan
bersama dengan Yesus akhirnya murid-murid belajar mengerti apa makna
menyerahkan hidup bagi Yesus. Mereka telah
menyerahkan segala sesuatunya untuk mengikut Yesus sehingga mereka dapat
menghadapi segala sesuatu tanpa takut kehilangan segala sesuatu. Ada
sebuah kalimat bijak yang berkata : “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu dari apa yang telah
engkau sudah berikan.” Dengan kata lain, hidup dalam jalan salib adalah
hidup penuh kemerdekaan dari segala sesuatu. Kita menjadi
merdeka karena segala sesuatu yang telah kita serahkan kepada Yesus.
Memikul salib setiap hari adalah sebuah kebebasan untuk melakukan kehendak Tuhan tanpa dihalangi oleh keinginan kita sendiri
atau kepentingan kita. Secara sederhana memikul salib
berarti melakukan kehendak Tuhan dengan sukarela dan tanpa rasa terpaksa. Kebanyakan persoalan kita adalah pada awal kita
mengikut Kristus sebagai pengikut-Nya kita tidak pernah ditantang untuk
langsung memikul salib. Itu sebabnya kita tidak pernah belajar untuk menyerah
sampai pada titik pengorbanan dalam mengikut Yesus. Salib Yesus Kristus adalah tempat kebebasan.
Barangsiapa yang pernah bertemu dengan salib tidak akan sama lagi. Pencipta Saudara memiliki kebebasan
atas hidup Saudara untuk dibentuk seperti yang Dia inginkan dan Saudara
meresponinya secara sukarela dengan berserah. Pada akhirnya Saudara akan dapat memanifestasikan suatu gaya hidup baru yang
serupa dengan Yesus.
Pertanyaannya buat kita semua adalah, maukah kita untuk memeluk gaya hidup salib dan sehingga hidup kita akan berada pada arah yang benar? Berjalan bersama Yesus adalah perjalanan memikul salib kita setiap hari.
.jpg)
%20(10).jpg)




.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment