Warta Minggu, 19 Maret 2023


 Warta Minggu,  19 Maret 2023


BERJALAN BERSAMA YESUS DALAM KEUANGAN

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Matius  6:24

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka”

1 Timotius 6:10

Mengapa judul seperti ini?  Ini terasa aneh, karena siapa yang tidak mau keuangannya baik? Dan tentunya karena ingin keuangannya baik pasti semua mau mengalami berkat Tuhan dalam keuangan. Tapi, kenyataannya, walaupun banyak yang mau mengalami berkat dalam keuangan, banyak yang tidak berjalan bersama Yesus, sumber berkat dalam keuangan.  Ayat firman diatas dengan tegas memperingatkan bahwa karena uang, ada orang yang bukan saja menjauhi Tuhan tetapi menyimpang dari iman mereka.

Ada banyak orang percaya bahkan merasa pintar dan paling tau dalam soal keuangan, sehingga tidak merasa perlu melibatkan Tuhan dalam hal keuangan. Tidak melibatkan Tuhan ini adalah bahasa halusnya mengatakan, “emang Tuhan tau apa soal uang.” Padahal fakta membuktikan Tuhan tau dan banyak bicara, karena peduli, soal uang. Ada 2500 an ayat bicara tentang uang, sedang ayat firman yang bicara tentang doa dan iman, ditotalpun masih dibawah jumlah ayat tentang uang.

Oleh karena itu, sadarilah Tuhan tau tentang uang dan Ia mau kita mengalami juga berkatNya dalam soal keuangan. Untuk berjalan bersama Tuhan dalam keuangan, pertama-tama kita harus sadari bahwa semua yang kita punya karena Tuhan mampukan dan percayakan. (ulangan 8:17-18; 1 Korintus 4:7)) Bila kita menyadari ini, maka kita mau bertumbuh menjadi orang yang dipercayakan Tuhan dalam keuangan. Kita bertumbuh dengan mau mengerti apa yang menjadi rancangan Tuhan dalam mempercayakan keuangan.

Salah satu hal penting dari rancangan Tuhan dalam mempercayakan keuangan  adalah Tuhan mau supaya kita menggunakannya untuk mengarahkan hati kita kepada Tuhan. (Matius 6:21). Untuk itu, Ia mengajarkan persembahan- mempersembahkan uang sebagai disiplin rohani bukan karena Ia butuh uang kita, tetapi Ia mau untuk kita semakin mengarahkan hati kepada Tuhan.

Dalam mengajarkan mempersembahkan, Tuhan juga dengan jelas mengajarkan bagaimana kita mempersembahkannya yaitu bukan untuk dipamerkan, tetapi karena kita mau mentaati dan menyenangkan Tuhan. Selain itu yang tidak kalah penting adalah persembahan bukan investasi- memberi supaya mendapatkan lebih banyak, tapi karena mengasihi Tuhan yang sudah memberkati terlebih dahulu. Tujuan utama mempersembahkan bukan untuk yang akan terjadi tetapi apa yang sudah terjadi sebelumnya.

Selanjutnya, masih dalam hubungan dengan persembahan adalah kemana saja kita mempersembahkan. Tuhan mau dengan keuangan yang Ia percayakan, kita menjadi orang yang BERDAMPAK dan menjadi KESAKSIAN (Galatia 3:29; Kejadian 12:1-2.)  Kita berdampak dengan mengarahkan persembahan seperti yang Tuhan mau yaitu gerejaNya dan pelayananNya bisa menggenapi apa yang sudah dirancangkanNya. (Lukas 8:1-3). Kita berdampak juga dengan kepedulian yang Tuhan mau kita nyatakan kepada saudara kita yang berkekurangan (1 Yohanes 3:17)

Berjalan bersama Tuhan dalam keuangan adalah menyadari semua dari Tuhan dan untuk menggenapi apa yang menjadi rancanganNya.



















 

Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025