Warta Minggu, 05 Maret 2023

 Warta Minggu,  05 Maret 2023


Matius 4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”


Apakah kita pengikut atau percaya Yesus? 

Kekristenan seringkali dipandang dari kehadiran di ibadah, percaya Yesus, diampuni dosa, masuk Sorga. Kadang ada pandangan yang salah seperti ikut Yesus pasti diberkati, sehat dan aman. Ketika hidup tidak sesuai harapan, kita kecewa. Atau, ada pandangan yang sedikit lebih baik, yaitu jadi orang percaya berarti tidak melakukan yang salah. Di sini kekristenan jadi agama penuh aturan, dan selama tidak melanggar, kita aman.


Yesus memanggil kita untuk jadi pengikut Kristus, yang artinya ada di belakang, sejalan, searah dan setujuan dengan pemimpin di depan, yaitu Yesus. Ini berarti seseorang perlu jadi:

  1. PENIRU (IMITATE) 

1 Korintus 11:1 (TB)  Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. 


Kata pengikut atau μιμητής (mimētēs) G3402 berarti mimik/mengikuti. Kata ini digunakan saat seseorang mengikuti koreografi tari atau nyanyi sesuai nada dan kata lagu. Menjadi pengikut Kristus artinya MENGIKUTI/MENIRU cara Yesus hidup. 


Ini berarti, sebagai orang percaya, kita hidup dalam otoritas Yesus dan dengan kasih YESUS. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Dan tidak ada yang terlalu sulit buat Tuhan. Tapi, Dia melakukan segala dengan kasih, bukan untuk kepentingan sendiri saja. 


Untuk caranya, saya ambil dari buku “10 seconds Rule/Aturan 10 Detik” yaitu Lakukan saja hal yang kelihatannya menurutmu Yesus mau kamu lakukan (dan lakukan segera sebelum kamu berubah pikiran) dalam 10 detik ke depan.


  1. Set APART/DIPISAHKAN

1 Petrus 1:15 tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu, 1:16 sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.


Kata KUDUS berarti SET APART/TERPISAH dari cara hidup yang biasa. Mengikut berarti MENINGGALKAN yang lama, untuk hidup dengan yang BARU, terpisah dari keinginan dunia, yang jahat/salah.


Nah pertanyaannya, apakah kita hidup seperti orang lain pada umumnya? Mungkin bukan cara pakaian atau cara bicara, tapi cara pikir 


Do we live like everyone else? Trying to be the same as everyone else?

Apakah keinginan kita masih sama seperti orang pada umumnya? Ingin kaya? Ingin terkenal? Ingin dihormati? Ingin disayang?


Setting apart/dipisahkan berarti tidak ikut-ikutan keinginan/kehendak orang pada umumnya. Ini hanya mungkin jika kita mau mengarahkan hidup sepenuhnya pada Tuhan. Ada sebuah lagu yang mengatakan “ku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama, semuanya sia-sia dan tak berarti...., lagi, hidup ini ku letakkan pada mezbah-mu ya tuhan, jadilah padaku seperti yang kau ingini”.


Mari letakkan setiap motivasi dan keinginan di mezbah Tuhan dan ijinkan DIA jadi sumber motivasi dan keinginan kita. 





























Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025