Warta Minggu, 19 Februari 2023
Warta Minggu, 19 Februari 2023
Pesan-pesan Yesus sebelum Dia mati disalib
ditulis dalam kitab Yohanes 14-16. Salah satu pesan penting yang tertulis dalam
Yohanes 14:9-17 merupakan PERINTAH Yesus kepada para pengikut-Nya, yaitu: Mengasihi sesama
Yoh 14:12 - Inilah perintah-Ku, yaitu supaya
kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
Yoh 14: 17 - Inilah perintah-Ku kepadamu:
Kasihilah seorang akan yang lain.
Dua kali perintah Yesus diulang dalam
perikop ini, berarti ini PERINTAH PENTING.
Sekalipun kita dapat memilih untuk melakukan atau tidak melakukan perintah-Nya, namun seyogyanya sebagai pengikut Kristus kita harus melakukan perintah-Nya.
Hal ini akan menyenangkan hati Tuhan dan
karakter kita makin serupa Kristus.
Efesus 4:30-32
30 Dan janganlah
kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang
hari penyelamatan. 31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian
dan fitnah hendaklah dibuang dari
antara kamu, demikian pula segala kejahatan. 32 Tetapi hendaklah kamu ramah
seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni,
sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
Dalam berelasi dengan orang lain, pasti
bisa terjadi salahpaham dan konflik, yang menyebabkan kemarahan, kekecewaan dan
kebencian. Bila hal ini terus disimpan, maka akan menjadi kepahitan. Itu sebabnya Tuhan menyuruh kita untuk membuang
semua kejahatan, termasuk kepahitan. Sebagai gantinya, kita perlu saling
mengampuni. Akar pahit yang disimpan akan menimbulkan kerusakan dalam hubungan
(Ibrani 12:15)
Itu sebabnya Yesus memberikan perintah
penting ini dengan menyuruh kita tinggal dalam DIA yang adalah KASIH. Kita
harus tinggal dalam kasih-Nya.
Pengampunan adalah
sikap yang permanen
Pengampunan bukanlah tindakan sekali-sekali, itu adalah sikap
yang permanen
(Martin Luther King, Jr)
Berarti, pengampunan itu sifatnya menetap,
harus dan pasti. Mengapa? Selama kita masih hidup dalam dunia ini. Pasti masih
bisa ketemu dengan orang yg menyakiti kita.
Manusia diciptakan untuk mengasihi dan
dikasihi. Kita diberi kemampuan untuk mengasihi. Bukan hanya menuntut
untuk dikasihi, namun kita juga belajar untuk mengasihi. Jika Yesus yang adalah Kasih itu ada dalam
kita, pasti kita bisa mengasihi seperti Dia mengasihi kita.
Kasih selalu berjalan bersama dengan
pengampunan yg merupakan elemen penting dalam hubungan antar manusia. Pengampunan
ini mudah diucapkan dan diajarkan, namun tidak mudah untuk dilakukan. Itu
sebabnya Yesus mengajak kita untuk tinggal di dalam DIA, yang adalah KASIH.
Sehingga kita dapat mengasihi terus menerus seperti DIa sudah mengasihi kita
selagi kita masih berdosa.
Waktu kita masuk dalam pernikahan pun, kita
harus sudah punya hati yang SIAP untuk disakiti dan mengampuni. Karena dalam hubungan,
selalu bisa terjadi LUKA. Saat kita membangun kedekatan dengan seseorang,
kemungkinan untuk melukai dan dilukai makin lebih banyak. Namun disitulah kita
punya kesempatan untuk melakukan firman Tuhan, untuk belajar mengampuni dan mengasihi.
Mengampuni itu
l
Bukan berarti lemah dan kalah
l
Bukan melupakan
l
Bukan langsung percaya lagi
l
Berarti melepaskan atau membebaskan seseorang
dari kesalahan atau dosa
l
Berarti tidak
membenci
Seringkali kita merasa sudah mengampuni, namun nyatanya belum mengampuni. Bagaimana saya tahu bahwa saya sudah atau belum sungguh2 mengampuni?
Ciri orang yang belum sungguh-sungguh mengampuni:
l
Cenderung
menghindar atau tidak ingin bertemu dengan dia
l
Membatasi
komunikasi atau berkomunikasi dengan terpaksa
l
Sulit
mengontrol emosi, saat berkomunikasi dengan dia
l
Tidak
nyaman saat bertemu dia
l
Enggan
menceritakan kelebihannya, tapi malah mencari kekurangannya
l
Senang
jika mendengar kabar buruk tentang dia
l Ingin menunjukkan bahwa saya lebih hebat dari dia
Mari kita belajar untuk menyenangkan hati
Tuhan dengan cara melakukan firman Tuhan!!
Buang segala kepahitan dan belajar untuk mengampuni dengan kekuatan
kasih Kristus. Jangan biarkan kesalahan orang lain merintangi pertumbuhan
hubungan kita. Jangan ijinkan perasaan sakit atau kekecewaan mengendalikan
perilaku kita. Bila hati kita bebas dari kepahitan, maka dengan mudah kita akan
dapat membangun relasi yang penuh KASIH.
%20(8).jpg)
%20(2).jpg)






.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment