Warta Minggu, 12 Februari 2023
Warta Minggu, 12 Februari 2023
Setiap bulan, gereja kita memiliki tema kotbah yang berbeda. Dan untuk bulan Februari ini, temanya adalah “BETTER RELATIONSHIP”. Tujuannya adalah untuk mendorong kita semua agar memiliki relasi yang lebih baik lagi, baik secara vertikal dgn Tuhan, juga secara horizontal dgn sesama.
Hari ini saya akan lebih menekankan pada aspek relasi dengan Tuhan-nya, yang saya ambil dari Yoh 15:1-6 tentang perumpamaan Pokok Anggur dan Ranting-rantingNya.
Setiap agama
pada dasarnya adalah usaha manusia dalam membangun
relasi dengan Allah.
Tapi melalui perumpamaan Pokok Anggu ini, Yesus ingin menegaskan bahwa sesungguhnya hanya ada satu saja model relasi yang benar dan dikehendaki Allah. Dan relasi yang benar tsb paling tidak memiliki 4 ciri. Apa saja itu?
CIRI #1. RELASI YANG DIKEHENDAKI ALLAH ADALAH
RELASI YANG TERKONEKSI PADA SUMBER YANG BENAR (AY.1)
Yoh 15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan
Bapa-Kulah pengusahanya.”
Bangsa Israel telah menjadi Pokok Anggur yang gagal. Nah, sebagai gantinya, sekarang Yesus
mengatakan: Akulah Sang Pokok Anggur yg benar itu, bukan bangsa Israel.
Pelajaran # 1 :
Ada banyak pokok anggur, tapi hanya Yesus satu-satunya Sang Pokok Anggur Yang
Benar, yang berkenan kepada Allah Bapa.
Jadilah ranting yang bersatu dengan Sang
Pokok Anggur yang Benar, bukan yang lainnya.
Tidak melalui ritual, ibadah, agama,
tidak juga melalui kebangsaan kamu. Jangan salah terkoneksi!
CIRI #2. RELASI YANG DIKEHENDAKI ALLAH ADALAH RELASI YANG INTIM DAN ORGANIK (AY.5A)
Ketika Yesus ada di muka bumi, murid-murid tinggal
bersama Yesus dan Yesus tinggal
bersama mereka. Tapi kelak,
murid-murid akan tinggal di dalam
Yesus, dan Yesus tinggal di dalam
mereka. Bagaimana ini bisa terjadi.
Ini bisa terjadi saat Roh Kudus turun dan bersatu dengan roh setiap orang
percaya!
Di sini Yesus ingin menunjukkan bahwa persekutuan mereka
kelak bahkan akan jauh lebih intim lagi ketimbang saat Yesus ada di muka bumi…
Pelajaran #2 :
Ketika kita terkoneksi pada Sumber yang
Benar, maka roh kita menyatu dengan roh Allah, dalam relasi yang intim dan
organik.
Teruslah menjaga dan membangun keintiman relasi tsb.
Melalui kiasan Pokok Anggur dan ranting ini, Yesus menghendaki kita seperti ranting yang memiliki kebergantungan penuh kpdNya.
Ada orang yang percaya kepada Yesus, tapi dlm keseharian hidupnya tidak
menujukkan kebergantungan kepadaNya.
Dia berjalan dengan kekuatannya dan hikmatNya sendiri, tanpa melibatkan Tuhan.
Pelajaran #3 :
Ranting adalah benda yang keberadaannya harus bergantung sepenuhnya pada
Pokoknya.
Bergantung pada dirinya sendiri, ranting akan kering, mati dan tidak bisa
berbuah.
CIRI
#4.
RELASI YANG MENGHASILKAN BUAH (ay 2)
Yaitu bukan hanya sekedar supaya selamat, itu adalah langkah awal, tapi berbuah, bahkan berbuah banyak.
Pelajaran #4:
Tinggallah tetap di dalam Kristus, sedemikian
sehingga karakter dan perbuatan kita semakin serupa dengan Kristus.
%20(7).jpg)

%20(2).jpg)





.jpg)

Comments
Post a Comment