Warta Minggu, 05 Februari 2023
Warta Minggu, 05 Februari 2023
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14.Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15.Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah
Kolose 3:13-15
Ada diantara saudara yang pasti
pernah dengar pernyataan ini- “Kekristenan adalah hubungan.” Tentunya pernyataan ini bukan tanpa alasan. Mengapa?
karena seseorang menjadi Kristen atau “pengikut Kristus” karena hubungannya
dengan Tuhan yang tadinya terputus dipulihkan. Tanpa dipulihkan hubungannya
dengan Tuhan, tidak mungkin seseorang bisa menjadi pengikut kristus.
Selanjutnya, yang tidak kalah
pentingnya, mengapa kekristenan adalah hubungan adalah selain hubungan yang
dipulihkan antara Tuhan dan manusia, ada hubungan yang dipulihkan antara
sesama. Mengapa? Karena pengikut Kristus tidak bisa bertumbuh sendirian. Tetapi,
dalam bertumbuh bersama dengan sesama saudara seiman diperlukan hubungan yang
dibangun semakin dekat dan saling melengkapi. Hubungan ini Tuhan gambarkan sebagai
hubungan dari menjadi anggota dari tubuh Kristus.
Sayangnya,
dalam kenyataan, hubungan itu tidak terbangun dengan baik. Kita melihat ada
orang yang ketika awal dipulihkan hubungannya dengan Tuhan, ia begitu berapi-api
tetapi kemudian menjadi dingin hubungannya dengan Tuhan. Demikian juga dalam
hubungan dengan sesama. Ada yang awalnya begitu bersemangat dan dekat, tetapi
lama kelamaan menjadi kendor bahkan menjauh dari persekutuan dengan saudara
seiman. Mengapa ini terjadi?
Kasih
kristus terlupakan atau terabaikan! setelah mereka mengenal dan mengalami kasih
Kristus mereka lupa bahwa mereka tidak boleh berhenti sampai disini. Tuhan mau
kasih itu menjadi bagian kehidupan kita terus menerus, itulah sebabnya dikatakan
bahwa kita harus terus menerus mengenakan kasih ini.(ay.14) Dan, kasih inilah
yang akan menjadi pengikat yang bukan cuma mempersatukan tetapi menyempurnakan
hubungan. Bagaimanakah kasih ini terus dikenakan?
Pertama,
Melatih kesabaran (ay.13) kepada sesama dalam pertumbuhannya, khususnya ketika mereka
membutuhkan waktu dan dukungan lebih. Disinilah kita belajar terus mengenakan
kasih . Ingatlah! Pertumbuhan bukanlah hal yang mudah. Kasihilah yang
membutuhkan dukungan karena
dia juga ciptaan yang Tuhan kasihi seperti Ia juga mengasihi kita. bersabar
sebagai bagian mengenakan kasih akan membuat hubungan
semakin dipersatukan dan disempurnakan.
Kedua,
Melatih melepaskan pengampunan. (ay.13) Selama masih hidup di dunia adalah mustahil untuk tidak akan dilukai/
tidak melukai orang. Dalam melukai, seseorang bisa saja secara sengaja atau
tidak. Mengapa bisa tidak sengaja? karena orang yang melakukan merasa melakukan
hal yang biasa tetapi ternyata tidak menyenangkan buat orang lain. Caranya
menang dari hal yang melukai dan terus bertumbuh dalam kasih adalah melepaskan
pengampunan. Dengan mengampuni kita mencegah kepahitan dan mempersatukan serta
menyempurnakan hubungan.
Ketiga,
Melatih menjadi pembawa damai sejahtera yang mempersatukan. Tuhan, yang telah
menjadi “damai sejahtera
kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok
pemisah, yaitu perseteruan” (Efesus 2:18). Ia mau kita semakin taat
kepadaNya sebagai Raja damai (ay.15) dengan menjadi pembawa damai sejahtera. Bersyukur
dalam segala keadaan adalah cara utama menaklukkan perseteruan dan memperkuat kesatuan
dalam keberadaan kita sebagai tubuh kristus.
%20(5).jpg)
%20(2).jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment