Warta Minggu, 08 Januari 2023

 Warta Minggu, 08 Januari 2023


1 Tim 4:7b Latihlah dirimu beribadah. 4:8 Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 

    Disiplin rohani adalah ciri seorang murid. Dalam bahasa Inggris kata disciple (murid) memiliki makna kata yang sangat berdekatan dengan discipline (disiplin). Seorang murid perlu mengikuti cara pikir, pola rasa dan cara bertindak gurunya. Demikian dalam mengikut Kristus dan menjadi semakin serupa Kristus, kita  perlu membangun praktek disiplin rohani sehingga menjadi gaya hidup kita.

 

    Disiplin secara sederhana dapat diartikan sebagai latihan yang diharapkan dapat menghasilkan sifat atau karakter khusus dari sebuah pola perilaku. Dilakukan secara rutin dan konsisten, seseorang dapat menjadi lebih baik di dalamnya dan memperkuat imannya.

 

    Disiplin rohani memerlukan kasih karunia Tuhan, karena ini tidak mungkin kita dapat lakukan secara konsisten dengan kekuatan sendiri. Disiplin rohani bukanlah sebuah langkah-langkah mekanis untuk menjadi lebih baik, namun adalah komitmen berjalan bersama Kristus, dan mengalami karya-Nya dalam kehidupan kita. Ketika dilakukan terus-menerus, disiplin rohani akan menghasilkan pertumbuhan rohani (Donald Whitney).

 

Apa saja bentuk-bentuk disiplin rohani ?

-        Doa

-        Penyembahan

-        Ibadah

-        Penginjilan

-        Penatalayanan

-        Puasa

-        Keheningan

-        Jurnal

-        Belajar

 

    List di atas bukanlah bersifat final karena beberapa pengajar masih memiliki beberapa bentuk disiplin rohani lainnya. Namun pada dasarnya disiplin rohani ini sudah cukup menjadi fondasi untuk orang percaya, asal dilakukan secara konsisten bersama Kristus. Di minggu ini, saya akan membahas secara spesifik tentang Keheningan dan Ketenangan (Silence and Solitude).

 

Mazmur 143:8 TB Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku.

 

Lukas 5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

 

Mazmur 130:5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. 130:6 Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Pemazmur menceritakan kerinduannya mendengar suara Tuhan, firman Tuhan dan diberikan petunjuk oleh Tuhan. Demikian pula, Yesus suka mengundurkan diri ke tempat sunyi dan berdoa.

 

    Mendengar adalah sebuah tindakan aktif dimana kita perlu tenang dan menjauhkan diri dari kebisingan di sekitar kita. Diperlukan suasana yang sepi, dan hati yang tenang, sehingga bisa mendengar suara Tuhan secara spesifik. Hal ini memerlukan komitmen untuk keluar dari kesibukan sejenak. Matikan hp, stop pikirkan pekerjaan/keluarga/usaha, ambil waktu dimana tidak ada gangguan dan berdoa.

    Waktu terbaik adalah ketika orang-orang terdekat kita sedang tidur. Tempat yang terbaik tentu yang tidak ada distraksi dan tidak berisik. Untuk mendapatkan kedua hal ini kadang ada pengorbanan seperti bangun pagi-pagi, pergi atau masuk ke tempat yang kurang nyaman. Tapi lewat komitment inilah seseorang dapat meluangkan waktu berduaan dengan Tuhan.

    Maukah kita memberikan waktu untuk kediaman dan ketenangan seperti pemazmur dan Tuhan Yesus? Ketahui bahwa di waktu-waktu demikian, Tuhan akan bicara kepada kita secara personal. Tuhan memberkati.












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025