WARTA MINGGU, 18 DESEMBER 2022
WARTA MINGGU, 18 DESEMBER 2022
Hope in Crisis (Pengharapan di tengah Krisis)
Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.
Amsal23 : 18
Pendahuluan
Jika saat ini ada sedikit kekuatiran dalam hati atau hidup Saudara tentang tahun 2023 itu adalah manusiawi. Namun setiap kali kita merayakan Natal, kita diingatkan kembali, bahwa Yesus datang untuk memberi pengharapan bagi dunia. Pengharapan adalah sesuatu yang sangat luar biasa. harapan adalah aspek masa depan dari iman kita, yang memberikan alasan bagi kita untuk hidup di masa kini.
Tentunya Melihat keadaan sekarang seringkali membuat kita buta untuk melihat yang ada di depan, padahal di dalam Tuhan selalu ada pengharapan. Saat ini ketika kita mengalami krisis, dampak dari pandemi, banyak orang kehilangan harapan. Kita bisa melihat dengan jelas dari gesture , kata kata , sikap dan keputusan-keputusan mereka. Untuk itulah kita sebagai orang percaya perlu hadir di tengah situasi dimana krisis harapan itu ada. Namun itu baru bisa terjadi klo kita sendiri memiliki pengharapan. Mengapa? karena pengharapan akan membawa energi positif yang akan membawa kita mengalami kemajuan di masa depan.
Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa masa depan ada, dan bahkan Tuhan memberi penekanan dengan kata "sungguh ada". Alkitab ingin memberi kepastian kepada setiap kita. Alkitab adalah Firman Allah yang hidup. Jadi jika Alkitab berkata "sungguh ada" artinya benar benar ada.
Dalam 1 Korintus 13: 13 ada 3 hal yang penting yaitu iman pengharapan dan kasih, dan yang paling besar adalah kasih. Jadi harapan juga merupakan salah satu dari 3 hal yang besar yang kita yakini harus ada di dalam kehidupan orang percaya. Harapan ini adalah hal yang kita butuhkan dalam melewati masa masa sukar seperti sekarang ini.
Jadi Jika saat ini Saudara sedang mengalami masa krisis , justru dalam keadaan seperti inilah harapan kita haruslah kuat. Kepada siapa harapan kita harus kuat? kepada pribadi yang memberi harapan, yaitu Tuhan Yesus. Salah satu tujuan Yesus datang ke dalam dunia adalah memberi harapan baru bagi kita yang hidup dalam krisis. Bahkan Alkitab menulis bahwa harapan kita sudah dibawa oleh Yesus sampai ke seberang. Yesus sendiri adalah harapan kita. dan Dia melalui karya salib telah mebawa harapan kita pada kekealan.
Ibrani 6:19 (TB) Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,
Pengharapan adalah jangkar/ sauh yang dilemparkan sampai belakang tabir ( ini berarti kekekalan ). harapan saya dan saudara sudah ada di kekekalan. Dia menjamin masa depan kita. Harapan kita bukan sekedar punya kehidupan yang lebih baik, tapi lebih dari itu. Harapan kita ada didalam Tuhan sendiri, Jadi jangan pernah tinggalkan iman Saudara kepada Tuhan Yesus, karena pengharapan saudara ada disana.
Ada 3 hal yang tentang pengharapan yang akan menguatkan kita di masa krisis :
1. Harapan Membawa Pada Tujuan
Tujuan kita adalah menjadi serupa dengan Yesus. Kita sedang dibawa kepada tujuan. Tentunya untuk mencapai tujuan itu ada proses yang harus kita lewati. Dalam Proses itulah kita melewati banyak masalah. Tapi jangan kuatir karena kita pasti akan sampai kesana. Orang yang hidup dalam pengharapan akan terus mengalami progres maju ke depan. Masa lalu mereka dan kesulitan hidup di masa kini tidak akan menghentikan mereka, sebab orientasi ( fokus ) orang yang memiliki harapan adalah masa depan. Kita perlu menunjukan harapan bagi mereka yang tinggal dalam masa lalu, supaya mereka dapat melihat harapan di masa depan.
2. Harapan memberikan kekuatan bagi kita untuk menghadapi krisis.
Harapan akan memberikan kekuatan untuk kita menghadapi tantangan, menghadapi kesulitan di saat ini. Harapan memberikan kekuatan karena melihat masa depan. Kita bukan hanya kuat untuk menghadapi masalah, kesulitan, badai hidup yang kita alami sekarang, namun kita juga akan memiliki kekuatan untuk berbagi hidup dengan orang lain. kita akan kuat untuk menolong orang lain, kita akan memiliki kekuatan untuk membawa perubahan bagi komunitas kita. Jadi kalau Saudara ingin menjadi berkat bagi orang lain, alami terlebih dahulu pengharapan di dalam Tuhan yang mengubahkan Saudara.
3. Tuhan mengendalikan segala sesuatu/ berdaulat.
Kita harus hidup dalam pengharapan. Tuhan kita adalah Tuhan yang berdaulat. Dia mengatur segala sesuatu. Jangan fokus pada hal hal buruk yang kita alami saat ini. tapi lihat pada masa depan, lihat jangka panjang. Allah merubah krisis menjadi berkat, Dia merubaha krisis menjadi kesempatan. Dia merubah krisis menjadi alat untuk kita maju, dia merubah krisis menjadi sesuatu yang berharga untuk kita menjadi inspirasi bagi orang lain. Mari kita ingat ayat ini.
1 Korintus 10:13 (TB) Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. Artinya Tuhan sudah memberi jawaban atas kesulitan kesulitan kita, masalahnya adalah apakah kita mau belajar atau tidak? Kalau kita mau belajar pasti kita akan menemukan jalan keluar di dalam Tuhan. Hidup dalam firmanNya, maka hikmat Allah akan diberikan kepada Saudara supaya bisa menghadapai pencobaan-pencobaan tersebut.
Mari kita lihat ke depan, jika hari ini Yesus ada di dalam hidup Saudara, dia juga ada disana di masa depan Saudara
.jpg)
.png)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment