WARTA MINGGU, 11 DESEMBER 2022
Segera kita kembali merayakan Natal, suasana sukacita dan meriah terlihat di mana-mana. Menyambut sebuah event tahunan yang melibatkan masyarakat umum, kebanyakan orang sudah tidak lagi melihat pada magna sesungguhnya, tapi hanya ikut-ikutan menikmati suasana meriah yang menyenagkan saja. Yesus datang ke dunia sebagai tanda dan bukti kasih Allah kepada semua orang, tetapi tidak semua orang menerima Yesus dalam kehidupannya. Apakah kita sebagai orang percaya sudah menerima kedatangan Yesus dalam kehidupan kita yang sesungguhnya ? Luk. 5:1-11 menjelaskan arti kehadiran Yesus bagi hidup kita melalui 2 tahapan berbeda.
> Ia
ingin hadir pada saat kita susah dan tak berdaya.
Luk.5:4-5 , Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon : “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Simon menjawab: “Guru, telah sepanjangn malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
Ini adalah pengalaman supranatural bagi Simon Petrus , karena berdasarkan pengalaman dia dan berdasarkan pengetahuan ilmiah, saat itu sedang tidak ada ikan. Kondisi seperti ini yang membuat sebagian besar orang tidak bisa menerima Yesus dalam hidupnya, meskipun orang itu sedang butuh pertolongan. Tidak ilmiah ! Simon Petrus menerima perintah Yesus dengan baik, karena dia orang bodoh, bukan ahli taurat, atau orang yang berpendidikan. Maka mudah bagi dia untuk menerima Yesus, karena Simon sangat tahu bahwa dia bukan siapa-siapa.
Perintah Yesus agar kita rajin beribadah, jujur dalam perkataan, hidup kudus, itu sangat baik, tapi banyak orang tidak melihat kaitannya dengan terobosan bagi kesulitannya saat itu, dan terus mencari solusi “ilmiah” yang dapat dilakukan dengan segala kemampuannya. Dalam hal ini jelas ia sedang mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak menerima kehadiran Yesus dalam hidupnya.
> Ia
ingin hadir dan menuntun kita untuk melakukan perkara besar.
Luk.5:8-10 : Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata : “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Sebab ia…….takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; ….Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
Simon Petrus telah berhasil menerima Yesus sebagai penolong dalam tahapan pertama tadi, tetapi dia takut menerima kehadiran Yesus selanjutnya, dia minta Yesus pergi dari hidupnya, karena dia merasa tidak layak, merasa tidak berdaya untuk lepas dari dosa.
Hari ini, kalau Yesus sudah hadir sebagai penolong dalam hidup kita, Ia tidak mau hanya berhenti sampai di situ, Yesus ingin ajak kita melakukan perkara besar. Apakah kita juga takut seperti halnya Simon ? Takut karena merasa tidak mampu ? Takut nanti apa kata orang ? Takut gagal ? Takut karena sulit meninggalkan dosa ? Sama halnya dengan Simon , Yesus juga akan berkata kepada kita : “Jangan takut, Aku akan menjadikan engkau…….”. Yesus akan menyertai dan memampukan kita.
Saudara kekasih dalam Kristus, sudah saatnya kita terima kembali kehadiran Yesus sebagai Penolong dengan tidak lagi mengandalkan kekuatan diri sendiri. Dan menerima ajakan Yesus untuk melakukan perkara besar , karena batasan kita bukan lagi kemampuan yang terbatas, bukan lagi dosa yang belum bersih, tetapi batasan kita hanya tinggal kemauan dan tekad kita untuk mau terus dimurnikan, terus belajar, dan terus berjalan bersama Yesus.
======= MERRY CHRISTMAS
AND WELCOME BACK TO JESUS ========
%20(13).jpg)
.png)








.jpg)
Comments
Post a Comment