WARTA MINGGU, 4 DESEMBER 2022
Kolose 1:21-22 …kamu yang dahulu
hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang
nyata dari perbuatanmu yang jahat,22 sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh
jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak
bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya
Bulan ini kita kembali memperingati kehadiran Tuhan kita
dalam dunia ini. Dalam memperingati kembali peristiwa natal ini, mari jangan
sampai kita sibuk dengan segala acara perayaannya, tetapi mengabaikan apa yang
menjadi tujuanNya hadir dalam dunia ini yaitu menjadi JURUSELAMAT. Kata ini
mempunyai pengertian yang luarbiasa yaitu Pemegang keselamatan yang kita sesungguhnya
butuhkan.
Ayat firman diatas menunjukkan betapa luarbiasa yang Tuhan
Yesus kerjakan sebagai juruselamat. Ada perubahan yang nyata yang hanya Ia bisa
kerjakan. Kita yang tadinya hidup jauh, yang mengandung arti “dibuang atau
terpisahkan” dari Tuhan karena kita mempunyai kehidupan yang bermusuhan
dengan Tuhan. Namun, sebagai juruselamat, Ia membayar lunas harga yang Cuma Ia
bisa bayar untuk memutar-balikkan sebuah keadaan. Ia mau menempatkan kita di
hadapanNya, sebuah posisi atau tempat yang tidak mungkin ada kebohongan dan
kepura-puraan, menjadi kudus dan tak
bercacat cela. Ada perubahan yang luarbiasa dan nyata yang Yesus kerjakan.
Bagaimana perubahan luarbiasa ini menjadi nyata?
Pertama, yang MEMAMPUKAN PERUBAHAN ADALAH TUHAN SENDIRI.
Banyak kali kita bergumul soal perubahan. Kita mendengar tentang perubahan yang
Tuhan siapkan buat kita, namun sering terasa jauh atau mustahil dari jangkauan.
Ini terjadi karena kita melupakan bahwa yang memampukan Tuhan. Kita mencoba
dengan kekuatan sendiri yang sangat terbatas dan tidak bisa menjangkau perubahan.
Ingatlah! karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada
sekarang,.. ( I kor 15:10). Semua karena anugrahNya diberikan kepada kita.
Memang kita harus melakukan bagian kita, tetapi lakukanlah dengan kemampuan dari
Tuhan.
Kedua, yang MENENTUKAN STANDAR PERUBAHAN ADALAH TUHAN
SENDIRI. Karena kita diciptakan menurut rupa dan gambar Dia, maka kita juga
dimampukan untuk membuat perubahan-perubahan didunia ini. Namun, karena
kemampuan melakukan perubahan ini kita mulai menentukan standar perubahan utuh
dalam kehidupan kita yang hanya Tuhan sajalah tau yang terbaik. Banyak orang percaya menentukan perubahan
mereka karena pelayanan, prestasi dalam pekerjaan, usaha atau Pendidikan, atau
karena berkat yang mereka terima dari Tuhan. Pelayanan baik dan perlu, prestasi
baik dan Tuhan memang mau mampukan kita mencapai. Berkat Tuhan juga luarbiasa,
tetapi standar perubahan yang Tuhan tetapkan sebagai yang terbaik buat kita
yaitu semakin menjadi serupa dengan Dia.
Ketiga, yang MENJAGA KESINAMBUNGAN PERUBAHAN ADALAH TUHAN
SENDIRI. Kita tidak suka keadaan yang
tidak stabil kan? Sebagai contoh, sementara
bekerja online, kita tentunya tidak mau internet kita tidak stabil. Tetapi
itulah manusia dengan segala keterbatasannya yang masih memunculkan ketidak
stabilan. Itulah sebabnya, kita harus sadar bahwa yang dapat menjaga
kesinambungan perubahan kita bukan keluarga kita, teman kita, pendeta kita,
atau komunitas saudara seiman. Mereka bisa menjadi alat Tuhan yang membantu
kesinambungan tapi Tuhan sendiri lah yang memastikan kesinambungan terjadi.
Makanya, Tuhan memerintahkan semua menjadi murid Kristus bukan orang yang
memuridkan kita. Kitapun yang sedang memuridkan harus ingat untuk memuridkan
siapapun untuk menjadi murid Kristus,
Mari alami perubahan yang Kristus sediakan, yang menjadi
tujuan kedatanganNya di natal yang pertama, terus menjadi kenyataan di hidup
kita.
%20(12).jpg)
.png)






.jpg)
Comments
Post a Comment