WARTA MINGGU, 13 NOVEMBER 2022

Pembacaan ABBA kita saat ini sedang menjelajahi kitab Mazmur. 

Maka pada kesempatan kali ini saya akan mengajak saudara untuk melihat Mazmur pasal 44 dan mengambil 3 pelajaran rohani dari dalamnya.

Mazmur pasal 44 merupakan sebuah lagu ratapan umat Israel ketika mengalami musim kekalahan dalam pertempuran demi pertempuran. Pertempuran yang mana tidak dapat diperkirakan.  Pasal ini bisa kita bagi menjadi 3 bagian yang masing-masing memberikan pelajaran tersendiri:

(1) Tuhanlah yang memberi kita kemenangan

Pada bagian pertama (ay. 1-8) pemazmur mengingat bagaimana Allah-lah yang memberikan kemenangan demi kemenangan kepada nenek moyang mereka ketika mereka menaklukkan Tanah Kanaan.

Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka. (ay3)

Pelajaran #1:  
Ingatlah, dalam setiap kemenangan dan keberhasilan yang kita alami, sesungguhnya  semuanya itu karena Allah berkenan menganugerahkannya kepada kita.

Di balik segala usaha kita, tangan Allah-lah yang menentukan kemenangan-kemenangan dan keberhasilan-keberhasilan dalam hidup kita. 

Kata kuncinya adalah “Sebab Engkau berkenan kepada mereka –ay.3”.  Perkenanan Tuhan inilah alasan dari terjadinya kemenangan-kemenangan tsb.

Jangan pernah menyombongkan prestasi-prestasi dan keberhasilan-keberhasilan kita, semuanya karena anugerah dan perkenanan Tuhan.


(2) Tuhanlah yang membuat kita MENGALAMI KEkalahAN

Kita mungkin berpikir, “Apa? Tuhan membiarkan kita kalah?”

Ya, bagian kedua (ayat 9-16) merupakan ratapan pemazmur akan kekalahan-kekalahan yang mereka alami yang disebabkan Allah telah meninggalkan mereka.

Engkau telah membuang kami (ay.9); Engkau membuat kami mundur (ay.10); Engkau menyerahkan kami (ay.11); Engkau menjual umat-Mu (ay.12); Engkau membuat kami menjadi cela (ay.13); Engkau membuat kami menjadi sindiran (ay.14)

Pelajaran #2: 
Ada kalanya, Tuhan membiarkan kita mengalami kekalahan dan kegagalan dalam hidup ini, yang bisa saja karena pemberontakan kita atau bisa juga karena maksud Allah yang lainnya. Namun di atas semuanya itu, Allah tetap berdaulat dan memegang kendali atas hidup kita.

Jangan cepat menghakimi bila ada saudara seiman kita yang mengalami kegagalan/ penderitaan, karena hal tsb belum tentu disebabkan oleh dosa, tapi bisa saja karena ada rencana Allah yang sedang dikerjakan melalui kegagalan/ penderitaan tsb.

(3) Tetap setia kepada Tuhan dalam kondisi apapun

Bagian ketiga dari Maz 44 (ay.17-26) merupakan respon dari pemazmur terhadap kondisi yang berat tsb.

44:17  Semuanya ini telah menimpa kami, TETAPI kami tidak melupakan Engkau, dan tidak mengkhianati perjanjian-Mu. 44:18 Hati kami tidak membangkang dan langkah kami tidak menyimpang dari jalan-Mu, 44:19 WALAUPUN Engkau telah meremukkan kami di tempat serigala, dan menyelimuti kami dengan kekelaman.

Perhatikan kata “TETAPI” dan “WALAUPUN” pada ayat-ayat di atas. Ini menunjukkan komitmen yang teguh dari pemazmur terhadap Tuhan. 

Pelajaran #3:  
Dalam kondisi apapun, bahkan saat kita merasakan Allah jauh dari kita, tetaplah setia kepadaNya dan jangan melakukan perbuatan-perbuatan yang melawan Allah. Sebab pada saatnya Ia pasti akan memberikan kita jalan keluar.















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025