WARTA MINGGU, 6 NOVEMBER 2022

Hendaklah kita semua berusaha mendorong satu sama lain untuk terus berbuat kasih dan melakukan hal-hal baik Ibrani 10:24 (terj TSI3)

  PILIHAN adalah salah satu kata populer yang secara umum disukai orang, walau kadang ada juga yang tidak suka. Sebagai contoh , ada yang suka makan siang ke mall tertentu atau daerah tertentu karena banyaknya pilihan makanan yang dijual disana. Berbicara mengenai pilihan, semakin hari kita melihat semakin banyak pilihan, bukan saja berhubungan dengan makanan, tetapi juga produk lain seperti vitamin, alat elektronik dan sebagainya.

  Ini semuanya tentunya tidak lepas dari kreativitas yang Tuhan berikan kepada manusia untuk menghasilkan begitu banyak pilihan sekalipun dari bahan dasar yang sama. Bahkan, dalam produk tertentu seperti dari bahan dasar kopi sudah ada ratusan pilihan makanan dan minuman dengan menggunakan bahan dasar kopi ini. Namun, sepandai-pandainya manusia berkreativitas menciptakan pilihan, ada satu pilihan yang pasti mereka tidak bisa buat yaitu”BERTUMBUH SENDIRIAN”

  Tentunya, bisa ada sedikit pencapaian yang manusia buat dalam usaha bertumbuh sendirian, tetapi itu pasti jauh dari pertumbuhan yang utuh dan benar seperti yang Tuhan rencanakan. Tuhan sudah menetapkan, bahwa kita tidak akan bisa bertumbuh sendirian. Tetapi, entah disadari atau tidak, masih ada yang berpikir dan bertindak seolah-olah bisa bertumbuh sendirian. Dua hal utama bisa menjadi alasannya. Pertama, kita mungkin dikecewakan oleh orang lain, yang memang bisa disebut sebagai alasan yang utama. Kedua, kita kesulitan mendapatkan rekan untuk bertumbuh bersama.

  Ayat firman hari ini menjelaskan bagaimana kita bisa bertumbuh bersama dan sekaligus menjawab 2 alasan yang membuat kita tergoda mencoba bertumbuh sendirian. 

  Pertama, SEMUA KITA PERLU MEMULAI (“berusaha mendorong satu sama lain”). Kita tidak akan bertumbuh bersama kalau kita selalu menunggu orang lain memulai. Tuhan sudah memampukan kita untuk bisa melakukan sesuatu yang bisa mendorong orang lain bertumbuh melalui perkataan atau perbuatan kita.

  Kedua, SEMUA TINDAKAN KITA ADALAH  BERBUAT KASIH (“mendorong satu sama lain untuk terus berbuat kasih”) bukan “Untung buat saya apa”. Ketika kita melakukan tindakan seperti ini, pada saat bersamaan, tindakan kasih kita pasti akan akan membuat orang lain juga akan berbuat kasih (walau mungkin awalnya tidak). Tindakan-tindakan berbuat kasih pasti akan membuat ‘bertumbuh bersama’ terjadi.

  Tindakan kasih akan membuat kita melepaskan pengampunan ketika ada orang lain mengecewakan. Jadi, apa yang mengecewakan dari orang lain minimal akan menumbuhkan kita dalam hal mengampuni. Selanjutnya, yang tidak kalah penting, tindakan kasih yang berdasarkan kasih Kristus, pasti rindu memberikan yang baik tanpa mengharapkan balas. Tindakan seperti ini pasti akan membuat kita menuai pertemuan dengan orang-orang yang mau menjadi rekan bertumbuh bersama.

  Ketiga, SALING MENDORONG MELAKUKAN HAL-HAL BAIK. Disini kita menggunakan segala hal yang baik yang kita miliki seperti kemampuan-kemampuan dan talenta-talenta yang akan saling melengkapi. Selain itu, ini juga berarti kita rindu agar dorongan kita mengeluarkan hal-hal yang baik dari orang itu, misalnya kreativitas yang pudar menjadi berapi-api kembali.

  Bertumbuh bersama bukan pilihan tetapi bertumbuh bersama tidak akan terjadi dengan sendirinya. Mari semua lakukan bagiannya dalam saling memberikan dorongan untuk bertumbuh kepada orang lain. Mari fokus agar dorongan yang kita berikan adalah menghasilkan tindakan yang dimotivasi oleh kasih Kristus dan pada saat yang bersamaan menghasilkan hal-hal yang baik.

 















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025