Warta Minggu, 30 Oktober 2022

 Warta Minggu, 30 Oktober 2022

   Dari awal penciptaan Tuhan merancangkan manusia untuk bertanggung jawab. Adam dan Hawa diciptakan dalam keadaan dewasa, sanggup mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusan mereka. Oleh sebab itu Tuhan memberikan perintah,

Kejadian 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

  Perintah ini Tuhan buat dengan memberikan kehendak bebas pada manusia, dimana mereka bisa saja tidak mentaati perintah-Nya. Ia tahu, namun mengijinkan pilihan manusia, karena untuk manusia bisa belajar bertanggung jawab, harus ada pilihan benar dan salah. Bayangkan jika hanya ada 1 pilihan, yaitu pilihan benar, maka manusia sebetulnya terpaksa mengikuti perintah Tuhan, karena memang tidak ada pilihan lain. Tanggung jawab sejatinya adalah memilih yang benar di saat ada pilihan yang salah.

            Tapi Adam dan Hawa pun tergoda oleh iblis,

Kejadian 3:1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" 3:2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan, 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Hawa “membela” Tuhan, tapi secara emosional menambah apa yang tidak dikatakan Tuhan. Dan apa yang dilarang, ternyata semakin menarik untuk dicoba.

Kejadian 3:4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, 3:5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." 3:6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya

 

Mereka pun memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, melanggar perintah Tuhan dan tidak bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan. Itu sebabnya, kita harus menyadari:

1.    Tanggung jawab TIDAK MUNGKIN karena DOSA dalam kehidupan semua orang

Rom 3:23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

    Sama seperti Adam & Hawa kita suka membuat ALASAN, menyalahkan orang atas kesalahan kita, dibilang jangan tapi malah semakin ingin coba, atau tahu sesuatu itu buruk, tapi lapar mata dan tidak bisa tahan. Tanggung jawab sejati tidak mungkin terjadi karena dosa di dalam hidup semua orang. Adam dan Hawa dalam seagla kepintaran dan kedewasaannya sebagai manusia, bahkan dengan semua kebutuhan disiapkan, tidak ada godaan lainnya, tapi ternyata tetap berdosa.

 

2.    Tanggung jawab MUNGKIN apabila TUHAN mampukan

Lukas 18:27 Kata Yesus: "Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

 

Efesus 2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, 2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan

 

    Kita mungkin gagal dalam tanggung jawab kita sebagai suami/istri, orang tua, anak, pelajar, pekerja, mahasiswa, bisnisman, dsb. Tapi TUHAN adalah TUHAN. Ia masih bisa memberikan kekuatan baru, kesempatan baru, untuk kita bisa bertanggung jawab lagi bersama Dia, di dalam DIA, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil!

 

Tapi, bagaimana kita bisa belajar bertanggung jawab?

Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. 

 

Perkara kecil yang Tuhan maksudkan adalah ide-Nya, cara-Nya, perkataan-Nya. Dan, yang paling kecil, paling utama, adalah DOA. Karena kita perlu DOA untuk tanya Tuhan, untuk bergantung sama Tuhan, untuk meminta pimpinanNya, untuk curhat saat kita bingung dan untuk kekuatan percaya sama Tuhan saat seakan mustahil. Bawalah segala perkara dalam hidup saudara di dalam doa kepada Tuhan.

 

3.    Mulai ambil tanggung jawab bersama TUHAN

Yehezkiel 36:26 Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. 36:27 Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.

 

Tanggung jawab sejati adalah menselaraskan pilihan kita dengan pilihan-pilihan Tuhan. Apa yang Tuhan mau, kita jalankan, bersama Dia, dengan kekuatanNya. Ini kunci dari bertanggung jawab. Bawalah segala perkara dalam hidup saudara dan minta Tuhan tunjukkan kehendakNya, pilihanNya, dan percayalah saat kita selaras, di situ Tuhan akan pimpin supaya jadi yang terbaik buat kita. 













Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025