WARTA MINGGU, 9 OKTOBER 2022

  Tanggung jawab adalah suatu sikap positive yang diambil manusia untuk menanggung akibat yang terjadi kemudian hari atas dasar kejadian saat ini.

  Pkh.3:12 : “Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.” , ayat ini menjelaskan sifat manusia yang cenderung memilih yang ringan dari pada yang berat, memilih yang mudah dari pada yang sulit. Hal ini akan menyebabkan manusia lebih  cenderung menghindari tanggung jawab yang memberatkan atau merepotkan.

  Pkh.3:11 : “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka, Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” , ayat ini tidak akan terjadi kalau kita mengambil sikap tidak bertanggung jawab dari awalnya.

  Sering kali kita hanya melihat tanggung jawab dari akibat yang terjadi, atau dalam pengertian “akhir” , sedangkan ayat diatas menjelaskan keterkaitan antara “awal” dan “akhir”. Karena itu sikap tanggung jawab harus dimulai dari posisi awal, bukan kewajiban yang terpaksa ditanggung pada posisi akhir. 

Mari kita melihat beberapa contoh kasus tanggung jawab yang sering kita temui :

1. Permintaan ( Luk.11:5-10 )

Saya teringat sebuah pernyataan yang populer beberapa tahun yang lalu,

“Ketika kita angkat tangan , Tuhan turun tangan.”

“Ketika kita turun tangan, Tuhan angkat tangan.”

Kita perlu bijaksana dan hati-hati terhadap pernyataan ini, sebab tanpa sadar kita akan terjebak menjadi “ketika Tuhan turun tangan, aku pangku tangan”.

Luk.11:5-10 menyatukan tiga unsur penting, yaitu mintalah - carilah - ketuklah.

Kita harus bertanggung jawab terhadap permintaan kita dengan usaha sungguh sungguh untuk mencari dan mengetuk pintu, maka Tuhan akan menjadikan permintaan kita indah pada waktunya.

2. Tindakan ( Rom.14:12 )

  “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah”. Kata akan menunjukkan sesuatu yang terjadi pada posisi akhir , keadaan itu terkait dengan setiap tindakan yang kita lakukan sebelumnya, yaitu pada posisi awal. Sikap bertanggung jawab itu sudah harus di miliki dari awal sebelum kita bertindak.

3. Perkataan ( Mat.12:36 )

  “Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman”. Kata sia-sia adalah ucapan yang tidak berguna, tidak ada informasi positif , tidak membangun, dan tidak dibutuhkan oleh siapapun. Kalau tidak ingin buruk pada akhirnya, janganlah dilakukan pada awalnya.

4. Kepercayaan ( Mat.25:23 )

Setiap kepercayaan yang kita terima, harus dipertanggung jawabkan dengan cara melakukan sebaik-baiknya dan hati yang bersyukur, maka kapasitas kita akan terus meningkan , dan setiap tahapan akan berakhiri dengan hal-hal yang indah.

Ambillah sikap bertanggung jawab pada posisi awal, maka kita tidak dituntut pertanggungjawaban pada posisi akhir.

God bless you all.











 








Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025