WARTA MINGGU, 23 OKTOBER 2022
Ia mendidik kita supaya kita
meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup
bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” (Titus 2:12)
Menjadi orang percaya atau Kristen merupakan
bagian terindah dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Status ini tentu diterima
sebagai anugerah melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Anugerah Allah lah
yang menjadi kita menerima keselamatan tersebut, “Sebab karena kasih karunia
kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Efesus
2:8-9)”. Jadi dalam hal ini jelas bahwa tanpa Anugerah Allah manusia tidak
mempunyai kesempatan untuk selamat. Tetapi anugerah keselamatan yang kita
terima tersebut membawa kita kepada suatu tanggung jawab sebagai orang percaya.
Apa saja tanggung jawab kita sebagai orang percaya yang sudah menerima anugerah
keselamatan tersebut?
Pertama, orang percaya bertanggung jawab untuk tidak menyia-nyiakan
anugerah keselamatan yang sudah diperoleh (Titus 2:11). Orang-orang percaya di Kreta sudah menerima berkat
keselamatan, tetapi mereka sepertinya menjadikan berkat itu sia-sia. Sama
halnya seperti kehidupan banyak orang Kristen akhir jaman ini yang sudah
mengalami berkat keselamatan tetapi mereka tidak hidup berpadanan dengan Injil.
Anugerah keselamatan melalui karya penebusan Tuhan Yesus diberikan supaya kita
dikembalikan pada rancangan Allah yang semula. Kongkritnya supaya kita
bertumbuh dalam sesempurnaan (Matius 5:48), atau mengambil bagian dalam kodrat
ilahi sampai memiliki kepribadian atau karakter Allah (2 Petrus 1:4). Kalau
kita tidak memahami dan bertumbuh dalam karakter ilahi setelah menerima keselamatan
itu berarti menyia-nyiakan keselamatan tersebut.
Kedua, orang Kristen bertanggung jawab untuk
membuang segala dosa (2:12). Setelah
menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kita menjadi “manusia baru”.
Ada hal-hal yang memalukan yang tidak pantas dilakukan oleh orang percaya yang
sudah lahir baru dan menyandang gelar manusia baru (Efesus 4:20-31). Harus diakui bahwa untuk tidak kembali kepada
tabiat manusia lama bukan hal yang mudah, karena itulah kita harus terus
menerus mematikan setiap tabiat manusia lama yang membawa kita kepada dosa.
Dosa menghambat berkat Allah, dosa membutakan mata rohani orang percaya untuk
melihat dan melakukan kehendak Tuhan.
Ketiga, orang Kristen bertanggung jawab untuk
Injil (Titus 2:15). Kabar baik
tentang Injil keselamatan wajib diteruskan. Paulus menyebut hal itu sebagai
pekerjaan yang baik yang diwajibkan bagi semua orang yang telah menikmati anugerah keselamatan.
Bahkan Paulus berkata celakalah aku jika aku tidak memberitakan Injil (1 Kor
9:16). Bahkan sebelum Yesus naik ke
surga perintah ini diberikan kepada semua orang percaya sepanjang masa yang
kita kenal dengan Amanat Agung.
“Marilah kita hidup dengan
bertanggung jawab menghidupi keselamatan tersebut sebagai rasa syukur kita
kepada Bapa.”
Source: https://bppgbi.org/artikel/tanggung-jawab-kristen
%20(6).jpg)
.png)


.jpg)
.jpg)


Comments
Post a Comment