WARTA MINGGU, 16 OKTOBER 2022
Maka kata tuannya itu
kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau
telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab
dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Matius
25:21 dan 23
Sebagaimana sudah kita lihat
dan mengerti dari kebenaran Firman, Tuhan kita adalah pembuat terobosan. Ia,
karena kasihNya kepada kita, mengerjakan hal-hal yang secara akal manusia tidak
mungkin untuk kita bisa mengalaminya sebagai terobosan dalam kehidupan. Yang
lemah menjadi kuat, yang bodoh menjadi berhikmat, yang berkekurangan menjadi
berkelimpahan, yang tidak berdaya menjadi yang berkemenangan, dan lain
sebagainya yang dapat kita tambahkan.
Salah satu kebenaran dasar dan
sering kita lupakan, yang membuat kita tidak menerima terobosan yang dibutuhkan
adalah tanggung jawab. Terobosan (perkara besar) yang Tuhan percayakan tidak
dapat dipisahkan dengan tanggung jawab. Oleh karena itu, bertumbuhlah dalam
tanggung jawab yang mana ini dimulai dengan hal yang sudah dipercayakan.
Bagaimana kita bertumbuh dalam hal ini?
Pertama, menyadari kita
orang-orang kepercayaan. (Matius 25:14 "Sebab hal Kerajaan Sorga
sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil
hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.) Semua
kita tanpa terkecuali sudah dipercayakan Tuhan sesuatu untuk menjadi sarana
terobosan. Sayangnya, ada yang tidak menyadari dan bahkan “menuduh” Tuhan tidak
adil karena tidak mempercayakan sesuatupun kepadanya. Lihatlah kebenaran,
kemampuan, bakat, kesempatan dan banyak lagi yang Tuhan sudah percayakan tetapi
kita tidak memperhatikan dengan baik.
Kedua, mengerti apa yang
sudah dipercayakan (Matius 25:15 Yang seorang diberikannya lima talenta,
yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut
kesanggupannya). Menyadari kita sudah dipercayakan Tuhan harus diikuti
dengan mengerti apa yang sudah dipercayakan dimana itu sudah sesuai
kesanggupan/kemampuan. Mengertilah kemampuan yang Tuhan sudah percayakan
sehingga kita tidak hidup dibawah kemampuan tersebut.
Ketiga, melakukan yang
perlu dilakukan dengan yang sudah dipercayakan. Dalam setiap hal-hal yang
sudah dipercayakan/kemampuan yang diberikan, semua itu untuk menjadi sarana
bertumbuh dan berdampak. Ukuran bertumbuh dan berdampak yang benar adalah
bagaimana kita menjadi berkat bagi orang lain dan mempermuliakan Tuhan dengan
hal-hal yang Ia sudah percayakan.
Ketika kita menjadi
orang-orang yang bertanggung jawab dengan apa yang dipercayakan, terobosan
menjadi nyata dalam hidup kita, kita boleh mengalami KEBAIKAN, DIPERCAYAKAN
PERKARA BESAR, DAN MENERIMA KEBAHAGIAAN SEJATI (Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik
sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau
telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung
jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah
dalam kebahagiaan tuanmu.
Namun, ketika kita tidak percaya, bukan saja kita kehilangan kepercayaaan Tuhan (Matius 25:28a Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya), tetapi juga memiliki kehampaan, kekosongan, bahkan kekecewaan dalam hidup ( Matius 25:30 kita akan Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.")
%20(5).jpg)
.png)


.jpg)



.jpg)
Comments
Post a Comment