Warta Minggu, 04 September 2022

 Warta Minggu, 04 September 2022


EKSPERIMEN SALOMO MENEMUKAN MAKNA HIDUP
(Pengkhotbah Pasal 2)


Tema khotbah untuk bulan September ini adalah mengenai Kitab Pengkhotbah.


Secara umum, Kitab Pengkotah seperti sebuah jurnal dari penulisnya, yaitu Raja Salomo yang berisi catatan pengamatan dan pencarian dia akan makna hidup ini.

Harus diakui, kitab ini tidak mudah untuk dipahami bagi orang awam.
Namun kita dapat memahaminya apabila kita mengetahui kuncinya.

Dan Kunci utk mengerti kitab Pengkotbah adalah pada ungkapan “Di Bawah Matahari”. 
















Istilah “di bawah matahari” mengandung pengertian “Hidup di bumi ini tanpa Allah” Yaitu suatu  cara pandang pada hal-hal yang terjadi di atas bumi, apabila Allah dikeluarkan dari sistem.

Hidup dipandang hanya sebagai rangkaian lahir, hidup lalu mati.  Selesai!

Kitab Pengkotbah, dibuka dengan kesimpulan awal Salomo, yaitu:  “Hidup Di Bawah Matahari (atau Hidup Tanpa Allah) adalah kesia-siaan”  (1:3)


Untuk mencapai kesimpulan di atas, pada pasal 2, Salomo melakukan eksperimen dengan memuaskan dirinya melalui 6 hal ini, yang disingkat menjadi 6W. Yaitu:

1. WINE → Tawa, anggur dan pesta pora (2:2-3)
2. WORK → Pencapaian Karya-karya besar (2:4-6)
3. WEALTH → Kekayaan yang paling ekstrim (2:7-8a)

4. WOMEN → Hiburan dan Wanita (2:8b)

5. WANTS → Membebaskan segala keinginan (2:10)

6. WISDOM → Hikmat dan pengetahuan (2:12-14)

Namun Salomo tidak menemukan makna hidup di dalam ke-6W tsb (2:11).


Maka ia lalu berpikir bahwa kunci untuk menemukan hidup yang bermakna tidak bisa dari sesuatu yang sifatnya fana, tapi haruslah dari sesuatu yang kekal, yaitu pribadi Allah.

Jadi tidak bisa lain, kita harus menghadirkan Allah di dalam hidup kita.
Itulah yang disebut dengan “Hidup Di Atas Matahari”.

















Inilah kesimpulan akhir Salomo dalam pencarian akan makna hidup:

(1) Hidup ini baru akan bermakna apabila kita selalu mengingat Tuhan dalam setiap aspek dalam hidup kita dan menjadikanNya pusat atas hidup kita.  (12:1)

(2) Hidup ini baru bermakna hanya apabila dijalani dalam takut akan Allah (12:13) 


Hidup yang bermakna tidak akan didapat dari apa yang kamu miliki (HAVE) atau apa yang kamu kerjakan (DO) , tapi dari siapa (WHO) yang menjadi pusat hidupmu.
























Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025