WARTA TGL, 2 OKTOBER 2022

Tanggung jawab merupakan karakter penting yg harus dimiliki oleh orang percaya dan harus terus dikembangkan. Karakter ini berhubungan erat dengan karakter lainnya, yaitu : Ketaatan (obedience) dan Dapat dipercaya (Trustworthy).  Tuhan mau agar orang percaya memiliki tanggung jawab, sehingga dia siap untuk menerima tugas yang besar dari Tuhan.

Apa itu Tanggung Jawab?

Menurut kamus umum bahasa Indonesia, tanggung jawab adalah kewajiban yang ditanggung seorang individu termasuk menanggung akibatnya. Dengan kata lain, Saya mau lakukan sesuatu, harus siap resiko di belakangnya. Bertanggung jawablah atas setiap tindakanmu!!

Sikap tanggung jawab ini diwujudkan pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.

Tanggung jawab menjadi karakter seseorang yg dibentuk dari masa anak2 sampai dewasa. Anak2 perlu dibimbing dan melihat teladan orangtua yang bertanggung jawab terhadap keluarganya.

Bagaimanakah pandangan Alkitab tentang tanggung jawab?

1. Sudah ada sejak manusia pertama

Sejak penciptaan Allah telah memberikan tanggung jawab kepada manusia untuk menguasai dan mengolah alam dan binatang-binatang yang ada. Manusia pertama, Adam, bukan saja ditempatkan di taman Eden yang indah untuk menikmati saja, tapi Allah juga memberi tugas dan tanggung jawab untuk mengerjakan tanah dan memelihara taman Eden (Kej 2:15) dan juga menamai binatang-binatang yang ada di taman Eden (Kej 2:19,20). Namun, ketika Tuhan tanya “Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Adam tidak mau mengakui kesalahannya, tapi dia malah menyalahkan istrinya dan melepaskan tanggung jawabnya. Padahal dia ada bersama dengan istrinya saat itu. Kasus pertama manusia tidak bertanggung jawab terjadi di taman Eden

Kejadian 3:6 - Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminya pun memakannya.

2. Setiap orang harus bertanggung jawab atas dirinya sendiri dalam segala hal

Roma 14:12 - “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada ALLAH.” 

Ibrani 4:13 -  “… Tidak ada sesuatu pun tersembunyi bagi Dia dan kepada-Nya kita harus mempertanggungjawabkan  segala perbuatan kita.” (FAYH)

Saat kita hidup di dunia, kita sedang mempersiapkan segala sesuatu yang akan kita bawa di hidup selanjutnya, di kekekalan nanti.

Pada saat kita kembali ke rumah Bapa, kita harus mempertanggung jawabkan segala hal kepada Tuhan. Kita bertanggung jawab atas seluruh pikiran, perasaan, kehendak, dan sikap kita.  Apa yang akan kita masukkan dalam pikiran dan hati kita, itu tanggung jawab kita. Termasuk segala kelakuan dan perkataan kita, semua harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dalam kekekalan nanti.

Kita perlu menjaga pikiran, hati, perilaku dan perkataan kita. Itu tanggung jawab kita, bukan tanggung jawab Tuhan. Kita yg harus lakukan bagian kita.

Korintus 10:5b - Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (pikiran)

Amsal 4: 23 “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (hati)

2 Korintus 5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.(perilaku)

Matius 12:36  Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. “Jadi, ingatlah: pada Hari Kiamat, setiap orang harus bertanggung jawab atas tiap ucapannya yang tidak berguna. Sebab kata-katamu sendirilah yang akan dipakai untuk memutuskan apakh sengkau beralah atau tidak. (BIMK) (perkataan)

Amsal 34:13 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu (perkataan)

Menurut pengamatan, telah terjadi krisis tanggung jawab di zaman ini. Mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, bahkan dalam gereja Tuhan juga. Jika kita melalaikan tanggung jawab, maka kualitas diri kita akan rendah. Hidup kita tidak akan berbuah dan tidak ada pertumbuhan untuk menjadi makin serupa Kristus. Mari kita belajar untuk mengembangkan karakter tanggung jawab ini, agar kita siap melakukan misi Tuhan yang besar dalam dunia ini.














 


Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025