Warta Minggu, 07 Agustus 2022
Warta Minggu, 07 Agustus 2022
2
Korintus 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang
dalam Kristus selalu membawa kami di jalan
kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan
keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus
di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. 2:16 Bagi yang terakhir kami adalah bau
kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang
menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? 2:17 Sebab kami
tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari
firman Allah. Sebaliknya dalam
Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas
perintah Allah dan di hadapan-Nya.
Kitab
2 korintus adalah kitab yang
berisi tentang paulus mencurahkan isi hati yang
terdalam dengan banyak mencucurkan
air mata disertai hati
yang sangat cemas dan sesak,
karena jemaat di Korintus mengalami berbagai macam persoalan yang berat. Ada pemahaman yang salah mengenai injil kristus, dan dosa-dosa yang sangat serius bahkan bangsa lain yang tidak mengenal
Allah saja tidak melakukan hal tersebut. Belum lagi munculnya rasul-rasul yang mencari keuntungan diri sendiri
dalam melayani. [ 2 korintus 2:4 Aku menulis kepada kamu dengan hati yang
sangat cemas dan sesak dan dengan mencucurkan banyak air mata,
bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya
kasihku kepada kamu semua.] Dalam suratnya ini banyak
jeritan hati dibandingkan dengan surat paulus lainya. Namun Paulus menyadari
bahwa dalam kesesakan serta kesusahan yang
sangat besar, paulus makin mengalami
kuasa Tuhan Yesus Kristus nyata. Yesus penuh dengan belas kasihan, sumber penghiburan,
yang dapat diandalkan dalam segala perkara.
Paulus
mengambarkan orang percaya
itu seperti
sedang dipamerkan oleh Kristus kepada dunia sebagai suatu tanda kemenangan
dengan trofi yang bernama kasih karunia kristus yang menyelamatkan. Melalui arak-arakan
kemenangan inilah pengetahuan akan kristus dan kehidupan orang percaya yang
sudah ditebus melalui
pengorbanan Yesus di kayu salib
itu dinyatakan sebagai BAU KEHARUMAN dihadapan Allah dan umat manusia.
Pada zaman pemerintahan Romawi, ketika seorang raja atau panglima perang pergi
berperang dan mengalami kemenangan dengan mengalahkan musuhnya, maka
saat kembali baik raja atau penglima tersebut bersama
seluruh tentara akan di lakukan arak-arakan keliling kota.
Biasanya disertai dengan para
tawanan dan harta yang dijarah untuk dipertontonkan kepada semua orang bahwa
inilah pemenang-pemenangnya. Mereka menjadi fokus utama,
kemudian di ikuti juga oleh
para imam-imam kerjaan romawi yang
membakar ukupan - ukupan yang menghasilkan wangi-wangian yang harum yang
bisa dicium oleh semua orang. Hal inilah yang paulus gambarkan kepada kita
bahwa Yesus adalah panglima tertinggi yang sudah memberikan kemenangan buat
kita. Ketika Dia hadir kedunia ini Ia menebus manusia dari dosa serta mengalahkan maut dan
menjadikan kita sebagai pemenang dan dipertontonkan kepada dunia.
Bagaimana cara kita menebarkan keharuman
akan kristus?
1. Menyadari bahwa semua pencapaian kita adalah karena
kasih karunia Allah. Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam
Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dalam
pengiringan kita mengikuti Dia, baik kita sebagai jemaat dalam berbagai usaha
dan perkerjaan yang sesuai dengan profesinya ataupun Hamba Tuhan yang melayani
sepenuh waktu, tentunya ada banyak pergumulan, tantangan yang kita harus alami
dan lewati. Pada saat kita keluar dari setiap pergumulan kita tersebut
hendaklah terus menyadari bahwa Yesus Kristuslah yang bekerja dalam hidup kita
hingga kita mampu keluar dari berbagai tekanan serta pergumlan itu dan pada
akhirnya kita mengalami kemenangan
2. Mau Dipakai menjadi alat untuk kemuliaan-NYA.
Dengan
perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan
Dia di mana-mana. Saat kita bergabung
menjadi bagian dari keluarga gpkdi jelambar / blessing comunnity, tentu kita
harus tahu apa visi dari gereja tersebut bukan! Saya bersyukur berada dalam
komunitas gereja tersebut karena dampak dari kehadiran gereja ini dirasakan
oleh pemerintah setempat dan warga sekitarnya dan banyak kegiatan yang
dilakukan untuk memberkati suku-suku bangsa. Saya mau mengajak setiap jemaat
untuk meresponi panggilan sebagai murid
Kristus untuk menjadi penyebar keharuman pengenalan akan Allah dimana-mana. Mulailah jadi penyebar
keharuman dikeluaga, tetangga, sekolah, tempat bekerja, dunia usaha, dan dimanapun kita berada. Jadilah berkat dalam perkataan,
tindakan, kasih dan kekudusan hidup kita setiap hari.
3. Memilki motifasi yang benar dalam melayani Tuhan. Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya. Bertumbuh semakin dewasa dalam Kristus seharusnya motivasi dalam melayani-Nya harus lahir dari kemurnian hati yang tulus, bukan karena kepentingan pribadi bahkan untuk mencari keuntungan.
.
.png)
.png)








Comments
Post a Comment