WARTA MINGGU, 31 JULI 2022
Hendaklah
kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Roma 12:9
Kasihilah Tuhan,
Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap
akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Markus 12:30
Salah satu hal yang tidak bisa
kita hindari di dunia ini adalah kepura-puraan yang dilakukan orang lain kepada
kita. Sebagai contoh: orang yang berpura-pura membutuhkan pertolongan tetapi
sebetulnya menipu. Banyak lagi contoh yang bisa ditambahkan. Namun, sekarang
yang tidak kalah penting, kita pun jangan terjebak melakukan kepura-puraan dan menyakiti orang lain.
Firman memperingatkan kita
bisa berpura-pura dalam mengasihi. Oleh karena itu, kita jangan berpura-pura
mengasihi terlebih lagi kepada Tuhan yang mengasihi kita terlebih dahulu dan bahkan
kasihNya tidak akan bisa kita balas. Bagaimanakah memastikan kita tidak
berpura-pura mengasihi? Dua tindakan yang tidak terpisahkan- Orang yang
sungguh-sungguh mengasihi, ia bukan saja menjauhi hal jahat tetapi juga
melakukan hal yang baik.
Salah satu bentuk tindakan
baik dalam mengasihi pasti melayani. Ketika kita mengasihi pasangan, atau anak,
atau orang tua, atau sahabat pasti ada tindakan2 melayani yang kita lakukan sebagai
pernyataan kasih kepada mereka. Demikian juga ketika kita mengasihi Tuhan, kita
pasti melayani Dia sebagai bentuk tindakan nyata dari kasih kita kepadaNya.
Bagaimana kita menyatakan kasih dalam tindakan pelayanan kita kepada Tuhan?
1.Mentaati (Yohanes 14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku)
Bentuk mengasihi Tuhan pasti
ada tindakan mentaati. Dan bagaimana kita mentaati apa yang Tuhan mau dalam
bentuk pelayanan yang bisa kita berikan? Tuhan mau semua kita mulai melayani dengan
melakukan tindakan2 kepada sesama- entah itu menolong, memperhatikan, memberi
telinga mendengarkan pergumulannya, mendoakan. Tapi tindakan ini seharusnya
beda dengan yang dilakukan oleh sesama manusia secara umumnya. Semua tindakan kita
dilakukan dengan tujuan sangat jelas supaya membantu sesama bertumbuh dalam
iman kepada Tuhan.
2. Memaksimalkan (Markus 12:30)
Tindakan mengasihi adalah
tindakan melakukan segala sesuatu dengan segenap baik itu hati, jiwa, akal
budi, dan kekuatan kita. Tindakan yang dilakukan dengan segenap itu pasti akan
membawa kita kepada kemaksimalan/ menjadi yang terbaik. Salah satu bentuk
kemaksimalan yang pasti terjadi adalah memaksimalkan potensi yang tuhan
berikan- karunia bakat-bakat, dan Hasrat/passion yang Tuhan berikan untuk kita miliki.
Tuhan mau kita meningkatkan
pelayanan sehubungan dengan potensi tersebut. kemampuan suara yang bagus
seharusnya membuat kita melayani sebagai dibidang pujian dan penyembahan. Atau,
bakat mengajar dengan hasrat/passion kepada anak seharusnya membuat kita rindu
melayani anak-anak. Dan contoh lain sebagainya
3.Mereproduksi (Yohanes 14:12 Aku berkata
kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga
pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih
besar dari pada itu)
Tuhan menetapkan bukan saja kita bisa melakukan yang Tuhan sudah lakukan bahkan jauh lebih besar (pengertian lebih besar ini adalah lebih besar dari yang Tuhan lakukan waktu ia menjelma sebagai manusia dan melayani di bumi. Tetapi, kita tidak bisa menandingi Tuhan dalam keseluruhanNya). Sebuah contoh dari pengertian mereproduksi ini adalah Tuhan rindu kita bukan saja menjadi pembina remaja yang baik tapi juga mereproduksi pembina remaja yang tidak kalah baik bahkan lebih baik. Apapun yang kita lakukan, rancangan Tuhan adalah ada orang lain yang akan meneruskan dengan lebih baik dari kita.
.png)
.png)







Comments
Post a Comment