WARTA MINGGU, 17 JULI 2022

Yesus berikan TELADAN sebagai HAMBA

Yohanes 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

Menjadi hamba adalah TELADAN dari Yesus. Di Yohanes 13:4-5,

Yohanes 13:4 Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, 13:5 kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Yesus memutuskan untuk melayani murid-muridnya dengan cara mencuci kaki mereka semua. Ini pekerjaan hina yang biasanya hanya budak terendah yang lakukan, karena harus mencuci kaki tamu-tamu yang kotor selama bepergian menuju acara pesta. Hari itu tidak ada budak di antara mereka dan murid-murid baru saja saling adu siapa yang paling tinggi posisinya sebagai murid Yesus. Tiba-tiba Yesus yang mengambil kain dan mencuci kaki murid-murid-Nya, memutar balik keadaan dimana harusnya Dia dilayani karena posisinya tertinggi, tapi malah melayani.

Yohanes 13:12 Sesudah Ia membasuh kaki mereka, Ia mengenakan pakaian-Nya dan kembali ke tempat-Nya. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengertikah kamu apa yang telah Kuperbuat kepadamu? 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. 13:14 Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu. 13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. 13:17 Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Yesus memberikan teladan hamba ini dengan maksud supaya murid-muridNya dan kita semua orang percaya mengikuti teladan-Nya, yaitu menjadi pelayan bagi sesama. Inilah hati hamba yang Ia ajarkan kepada semua orang percaya.

Oleh sebab itu, bagaimanakah kita bertindak sebagai hamba?

Ada 3 Kualitas seorang Hamba:

  1. Tunduk & Taat

1 Korintus 7:22-23 (TB)  Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian pula orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya. Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Menjadi hamba Tuhan adalah sebuah PANGGILAN. Tuhan memanggil kita semua keluar dari kegelapan, kepada terangNya yang ajaib supaya kita hidup seperti Ia mau kita hidup, memberitakan kebaikan dan karyaNya melalui kehidupan kita. Untuk melakukan itu diperlukan penundukan diri dan ketaatan. Apakah penundukan diri dan ketaatan?

Lukas 1:38 (TB)  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Kekristenan bisa dikata dimulai lewat seorang Maria yang bersedia menjadi hamba Tuhan. Ia yang seharusnya menikmati masa muda, malah hamil di luar nikah, dengan resiko dirajam batu karena dianggap melakukan suatu dosa zinah. Ia bahkan beresiko kehilangan pasangannya, Yusuf. Ia tahu semua resiko itu, tapi ia memutuskan untuk percaya dan bertindak karena menjadi ibu Yesus adalah perkataan Tuhan. Inilah tunduk dan taat kepada Tuhan, yaitu mengenal kehendak Tuhan dan jalankan.

2. FOKUS kembangkan TALENTA

Seorang hamba juga fokusnya adalah mengembangkan talentanya. Di perumpamaan talenta (Matius 25:1-46), seorang hamba diberikan talenta oleh Tuannya, untuk dikembangkan selama Tuan ini pergi. Nah, talenta adalah ukuran berat tertinggi di zaman Perjanjian Lama, sehingga menurut estimasi 1 Talenta memiliki berat 34kg saat ini, dan nilai 34kg emas adalah sekitar 28 Miliar Rupiah.

Tuhan mau menunjukkan jika Dia mengutus seseorang, Dia pun mengurus orang tersebut. Hamba diutus dengan talenta, dimana setiap hamba perlu mengembangkan talentanya masing-masing. Sekalipun ada yang 1,2, atau 5, tapi semuanya bernilai besar dan sebetulnya cukup untuk penghidupan setiap hamba tersebut, apabila dikembangkan dengan benar. Inilah yang Tuhan inginkan, FOKUS kembangkan Talenta, senangkan Tuhan, maka upah-Nya mengikuti.

Kolose 3:23-24 (TB)  Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.

Banyak orang fokus mencari upah, tapi lupa kembangkan talenta dari Tuhan yang lebih penting. Talenta dari-Nya bisa dikembangkan dalam pekerjaan, sekolah, kuliah dan keluarga kita masing-masing. Lewat mengembangkan talenta inilah seorang hamba bisa MELAYANI orang di sekitarnya, termasuk gereja dimana ia ditempatkan. Dan pada akhirnya, ketika fokusnya adalah menyenangkan Tuhan dan mengembangkan talenta, berkat dari-Nya itu tersedia.

3. SETIA pada Panggilan-Nya

Matius 25:21 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Pada akhirnya, seorang hamba adalah pribadi yang SETIA. Kesetiaan ini berarti konsisten dan mendalami yang Tuhan percayakan. Nah, yang penting disini adalah bagaimana setia tidak melihat pada orang lain, karena tantangan terbesar adalah melihat punya orang lain. Begitu banyak orang yang terjebak melakukan sesuatu demi berkenan kepada manusia, sehingga sulit setia pada yang Tuhan percayakan.

Galatia 1:10 (TB)  Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus

Tuhan mau kita SETIA dengan waktu, pekerjaan, sekolah, kuliah, mobil, motor yang Ia percayakan saat ini. Ia mau kita setia dengan Gereja, pelayanan, tanggung jawab yang Tuhan kasih. Orang yang demikian tidak memusingkan apa pandangan orang, atau sekedar menyenangkan dirinya sendiri, karena fokusnya selalu ke hal yang Tuhan mau ia kerjakan. Dengan demikian hidupnya akan BERBAHAGIA dengan bahagia-Nya Tuhan.












Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025