WARTA MINGGU, 10 JULI 2022
Sungguh bahagia hidup sebagai orang bebas. Keadaan ini baru beberapa saat yang lalu terjadi pada seorang karyawan saya. Sebelumnya dia terlibat pinjaman online, sehingga gaji setiap bulan habis untuk bayar cicilan hutang, bahkan sampai tidak lagi cukup untuk bayar cicilan karena bunga pinjaman yang sangat besar, saat itu dia sudah menjadi hamba dari rentenir, hidup untuk bayar hutang, bahkan tidak ada solusinya. Dalam keadaan terpaksa, dia mencari saya minta tolong. Sekarang dia sudah bahagia karena hutangnya sudah lunas saya bayar.
Demikianlah hidup kita yang sangat mirip dengan kejadian di atas. Dahulu
kita adalah hamba dosa yang tidak ada jalan keluar, hidup hanya untuk memenuhi keinginan daging, kita
adalah hamba yang tidak ada kebebasan karena terus terikat oleh dosa. Kita
ingin bebas dari semua keterikatan, terikat hutang, terikat nafsu, terikat
rokok, terikat apapun itu, kita butuh kekempatan untuk di bebaskan.
Ay.21 : Adakah engkau hamba waktu engkau dipanggil ? Itu tidak apa2 ! Tetapi jikalau engkau mendapat kesempatan untuk dibebaskan, pergunakanlah kesempatan itu.
Kita yang dipanggil oleh Tuhan, akan dibebaskannya, asalkan kita mau pergunakan kesempatan itu. Kemauan untuk terlepas saja tidak cukup, sebab kita bisa kembali terikat kalau tanpa perlindungan. Ay.22 memberi solusi , “Sebab seorang hamba yang dipanggil oleh Tuhan dalam pelayanan-Nya, adalah orang bebas, milik Tuhan. Demikian orang bebas yang dipanggil Kristus, adalah hamba-Nya.
Kita tidak mungkin dapat melawan iblis dengan kekuatan sendiri, kita butuh perlindungan dan kekuatan dari Tuhan, karena itu perlu ada kemauan untuk jadi hamba Kristus seperti tertulis dalam ayat di atas. Seorang hamba pasti harus mengambil tugas dan tanggung jawab untuk melayani, bahkan itu boleh menjadi kebanggan kita , karena kita sudah benar-benar bebas karena perlindungan Tuhan dan menerima kemampuan dari Tuhan, Kemampuan untuk terlepas dari segala keterikatan. Kita berada dalam payung perlindungan bos kita yaitu Tuhan Yesus.
Iblis tidak akan pernah berhenti menarik kita kembali kepada dia, dia menawarkan solusi kenikmatan, kekayaan dan lainnya, tentu dengan cara yang tidak benar. Sekali lagi ini juga tergantung “kemauan” kita. Puji syukur Roh kudus kembali mengingatkan kita lewat ay.23, “kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia”.
Mari saudara-saudara, layanilah Tuhan dengan segenap kekuatan kita,
supaya kita tidak lagi diperhamba oleh iblis , diperhamba oleh manusia, tetapi
kita menjadi hamba Tuhan yang setia , rajin , rendah hati, dan tentu saja
bangga karena Tuhan yang menjadikan kita orang bebas.

.png)










Comments
Post a Comment