WARTA MINGGU, 26 JUNI 2022
Tema bulan ini adalah mengenai Kerajaan Allah. Sebelum berbicara lebih jauh, kita akan mengawali pembahasan kita dengan definisi dari "Kerajaan Allah"?
Apa itu Kerajaan Allah (KA)?
Menurut Ron Rhodes, Th.D., Kerajaan Allah adalah Pemerintahan Allah saat ini atas umatNya (Kol 1:13), dan pemerintahan (fisik) Yesus di masa depan dalam kerajaan seribu tahun (Why 20).
Jadi KA itu mrpkan suatu sistem pemerintahan Allah yang memiliki 2 dimensi, dimensi saat ini dan dimensi masa depan.
1. Yang pertama dimensi saat ini. Yaitu sejak Yesus hadir di bumi sampai nanti kedatangan Yesus yang kedua kali ini. KA ini bersifat rohani, dalam artian Allah memerintah atas hidup orang-orang percaya, tapi kerajaannya sendiri tidak terlihat, tidak ada wujud fisiknya.
2. Namun nanti di masa depan pada saat kedatangan Yesus yang kedua kali, KA rohani ini akan menjadi sempurna, dan akan sungguh-sungguh terwujud secara fisik, dalam artian Yesus akan memerintah bumi ini dalam kerajaan 1000 tahun damai, dan bahkan terus sampai ke dalam kerajaan dalam langit baru dan bumi baru. Itulah nanti yang akan menjadi tempat tinggal kita di dalam kekekalan.
Dalam Yesus menjelaskan tentang KA, Ia sering menggunakan perumpamaan. Dari 43 perumpamaan yang dicatat oleh Injil, 13 di antaranya menyangkut mengenai KA. Perumpamaan-perumpamaan ini diawali dengan frasa: "Hal Kerajaan Sorga/ Allah seumpama".
Mari kita melihat salah satunya saja yaitu "Perumpamaan Tentang Perjamuan Kawin" yang terdapat dalam Mat 25:1-14. (Mohon dibaca dan dipelajari perikop ini, sehingga saudara memahami cerita perumpamaannya).
2 Pelajaran Penting Dari Perumpamaan ini:
Pelajaran #1. Kerajaan Allah di masa depan digambarkan sebagai sebuah kebersamaan (fellowship) antara Sang Raja dan rakyatnya dalam sebuah perjamuan yang agung dan penuh sukacita.
Ini merupakan pengalaman terindah dan termulia dari seorang rakyat biasa yang mungkin tidak pernah bisa dibayangkan sebelumnya.
Itulah gambaran KA dalam artian fisik di masa depan. Saat ini kita hidup dalam KA rohani, di mana dosa dan Iblis belum dibinasakan sama sekali. Itulah sebabnya kita masih mengalami pergumulan, kesusahan dan penderitaan.
Namun kelak, bila saatnya genap, maka KA yang bersifat rohani ini akan disempurnakan dan sungguh-sungguh menjadi pengalaman fisik yang nyata, yang mana digambarkan seperti berada di dalam sebuah perjamuan kawin kerajaaan. Mata kita akan melihat Sang Raja muka dengan muka. Di sana hanya ada pengalaman sukacita dan penuh kemuliaan.
Jadi bagaimana sikap kita?
Bersabarlah dan tetaplah setia menjadi warga dalam KA rohani saat ini, sebab pada saatnya kita akan menikmati pengalaman KA fisik di masa depan.
Biarlah ini menjadi penghiburan dan kepastian pengharapan kita bersama. J
Pelajaran #2. Semua orang diundang. namun ada 2 kelompok orang yang tidak menikmati perjamuan tsb.
(a) Orang yang tidak menghargai undangan
(b) Orang yang tidak mau mengenakan jubah pesta.
Sikap Kita:
Pintu Kerajaan terbuka bagi setiap orang. Tapi untuk dapat menikmati KA, setiap orang harus meresponinya dengan benar, yaitu :
(1) memprioritaskan undangan tsb sebagai hal yang terpenting dalam hidup kita lebih dari apapun di dunia ini.
(2) menerima Kristus yg digambarkan sebag ai mengenakan Jubah Kebenaran Kristus, dan jangan pernah melepaskannya.
Kita melihat berapa banyak artis dan politisi yang pernah memakai jubah Kristus, tapi lalu melepaskannya? Biarlah tidak ada seorangpun di antara kita yang melakukan hal yang sama.
Amin.

.png)







Comments
Post a Comment