WARTA MINGGU, 15 MEI 2022


“Apa yang berbeda dari hidup kita setelah kita mengenal Tuhan?”

Perubahan hidup secara umum tidak terjadi instan, tapi progresif atau bertahap. Ada dosa yang berkurang, akhirnya bebas, ada sikap dan cara hidup yang diubah dari buruk kepada benar. Inilah pekerjaan Roh Kudus di dalam hidup kita. 


#1 Roh Kudus MENGINSAFKAN kita dari Dosa

Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman; akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepadaKu; akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat Aku lagi; akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum (Yohanes 16:8-11).


Tanpa Roh Kudus, dosa akan terasa menarik dan memuaskan, karena ada natur dosa dalam kehidupan kita sebagai manusia. Makanya jangan kaget ketika kita masih punya keinginan kaya, ingin barang orang, ingin dihargai atau tidak bisa kontrol emosi. Inilah natur dosa. 


Menginsafkan berarti dosa tidak lagi menjadi sesuatu yang menarik dan dicari oleh kita sebagai orang percaya. Dia bekerja dari dalam hati kita untuk mengubah keinginan-keinginan kita menjadi selaras dengan Allah. Tapi, ini tidak instan lho, dan ada juga bagian dari setiap umat-Nya untuk mau dipimpin oleh-Nya.


#2 Roh Kudus MEMENUHI hidup kita

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh (Efesus 5:18).


Ada beda antara disertai Roh Kudus (Yoh 14:16) dan dipenuhi Roh Kudus. Semua orang percaya disertai Roh Kudus, dan Ia mau membebaskan kita dari dosa. Tetapi, ada bagian dari kita untuk DIPENUHI Roh Kudus. 


Apabila kita pergi bersama teman di dalam sebuah mobil, ngobrol dan menikmati waktu, itu namanya kita disertai oleh teman kita. Lain halnya kalau kita mengikuti instruksi bos kita pergi ke suatu tempat untuk tujuannya, kita hanya lakukan tugas menyetir sehingga mencapai tujuan bos kita. Demikian pertanyaan besarnya, apakah Roh Kudus hanya menyertai sebagai “teman” atau kita dipimpin oleh Roh? 


Tentu ilustrasi di atas tidaklah sempurna, karena tidak mudah menjelaskan sesuatu yang bersifat spiritual atau tidak terlihat secara kasat mata. Hanya “Roh Kuduslah yang menghasilkan di dalam kita keinginan dan perbuatan menurut kerelaan kehendak-Nya (Filipi 2:13), tetapi Alkitab juga mengatakan – di bagian-bagian lain – bahwa kita diperintahkan untuk berusaha sekeras mungkin.”


Roh Kudus yang memberikan keinginan dan kemauan-kemauan baru, untuk bebas dari Dosa dan memiliki kehidupan yang benar.


#3 Roh Kudus MENGHASILKAN Buah Roh di dalam kita

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna (dalam terjemahan Inggris: mature/dewasa) dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun (Yakobus 1:4). 


“Tetapi orang percaya juga harus meresponi pekerjaan Roh Kudus itu, berusaha keras, berjuang keras, menggunakan sarana-sarana anugerah, selalu berjaga dan waspada untuk melawan godaan, sehingga dia bisa bertumbuh di dalam kasih karunia Tuhan.”  — Dr. David Correa, D.Min. 


Respon kita terhadap pimpinan Roh Kudus akan menghasilkan buah-buah Roh (Gal.5:22-23) yang disukai semua orang, baik yang percaya ataupun tidak percaya Tuhan. Buah ini dinikmati dan dirasakan oleh orang di sekitar kita. 


Ester Ahn Kim adalah seorang wanita yang menolak menyembah dewa yang dipuja penjajah Jepang pada zaman perang dunia 2, dimana Korea sedang dalam jajahan Jepang. Sebagai akibat penolakannya menyembah berhala, ia divonis hukuman penjara selama 6 tahun. Sebelum ia masuk ke penjara, ia membiasakan diri dengan makanan hampir basi, dan menghafal sebanyak mungkin ayat Alkitab, karena ia tidak bisa bawa Alkitab ke penjara. Ia berdoa dan berpuasa pula, hingga berserah pada Tuhan dan menyerahkan setiap ketakutan dipenjara dan disiksa.


Ketika ia dipenjara, dia bertemu dengan wanita yang ditangkap karena diduga membunuh suaminya. Disana dia membagi makanannya dengan wanita itu, padahal jatah makanannya sangat. Wanita ini mulai mau diajak berbicara, dan pelan pelan menerima Injil dan diselamatkan. Sejak itu satu demi satu penjahat, pembunuh, pencuri mulai berbicara dengan Ester dan alami pemulihan, menerima harapan dan akhirnya percaya Tuhan Yesus. Di dalam penderitaan, Esther terus bertanya “Apa yang Engkau mau aku lakukan Tuhan? Siapa yang mau aku kasihi?” 


Inilah buah Roh yang bertumbuh di dalam kesusahan dan kesengsaraan. Alangkah berdampaknya orang yang dipimpin oleh Roh Kudus. 

















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025