Warta, Minggu 03 April 2022
Warta, Minggu 03 April 2022
Marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita. 7 Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya! 8 Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun (Mazmur 95:6-8)
Bulan ini tema yang Tuhan berikan untuk kita hayati dalam pengajaran2 firman adalah: KASIH NYATA DALAM KESEDIAAN BERKORBAN. Tuhan Yesus membuktikan kasihNya dengan kerelaanNya berkorban mati di kayu salib untuk menebus dosa kita. Demi kebaikan dan pertumbuhan, kita diperintahkan untuk semakin serupa dengan Dia, termasuk bertumbuh dalam kasih yang seperti ini. Bukan kebetulan juga, pembacaan ABBA kita mulai hari ini ada di kitab imamat. Kitab ini mengajarkan tentang korban persembahan yang Tuhan wajibkan untuk orang Israel lakukan dalam beribadah.
Berbicara tentang korban2 yang Tuhan perintahkan kepada bangsa Israel, Kita memang tidak diperintahkan untuk mengikuti persis. Tetapi prinsip dasarnya dari korban ini tetap sama yaitu: SIKAP PENYEMBAHAN KEPADA TUHAN. Keindahan kehidupan kekristenan hanya akan semakin dialami dengan SIKAP PENYEMBAHAN yang kita lakukan dalam keseharian hidup kita. Bagaimana sikap penyembahan yang benar?
Mengerti inti penyembahan menghasilkan penyembahan yang benar. Inti penyembahan bukanlah soal melakukan berbagai kegiatan rohani. Ini juga bukan soal lagu, musik, dan berbagai hal yang lain yang ada dalam ibadah raya, walau ini tidak salah. Tetapi inti penyembahan yang pertama adalah MENDEKLARASIKAN BAHWA YESUS ADALAH TUHAN DAN ALLAH KITA. Apakah dalam penyembahan ini yang kita deklarasikan?
Perhatikanlah doa kita, entah secara sengaja atau tidak, yang kita deklarasikan atau serukan adalah segala keinginan untuk Tuhan memenuhi. Kalaupun itu kebutuhan, tapi kita serukan dengan mendesak (bahkan memerintah) Tuhan segera menjawab. Tentunya, ini bisa tersamar dengan mengatakan, “saya percaya Yesus engkau Tuhan penyembuh, segeralah sembuhkanlah penyakit saya ini.” Kelihatannya kita mendeklarasikan Yesus Tuhan, tetapi yang sebetulnya ialah keinginan kita. Orang yang mengerti inti penyembahan, kerinduannya dalam menyembah adalah semakin mengenal dan dekat dengan Tuhan.
Inti penyembahan yang kedua adalah MENANGKAP ISI HATI TUHAN. Seringkali, entah secara sengaja atau tidak, kita hanya mau mendengarkan apa yang menyenangkan hati kita daripada apa yang merupakan suara Tuhan untuk kita. Mendengar yang menyenangkan hati, hanya membuat kita kembali ke hidup mementingkan diri sendiri yang menyebabkan kita jatuh dalam dosa. Tetapi, mendengarkan isi hati Tuhan adalah sebuah kerinduan untuk semakin dibentuk menjadi serupa denganNya.
Satu hal penting dalam menghidupi inti penyembahan yaitu, sesuai tema bulan ini, KASIH YANG NYATA DALAM PENGORBANAN. Kalau kita mengasihi Tuhan, kita semakin rela berkorban mempunyai waktu membaca firman, mengertinya baik secara pribadi yang disempurnakan dalam kebersamaan di komunitas murid (KOMID). Mendeklarasikan Yesus Tuhan dan menangkap isi hati-Nya, pasti perlu tindakan kasih yang nyata dalam pengorbanan. Diperlukan tindakan dengan memberi waktu, tenaga, dan juga uang untuk melayani dan menjadi saksiNya.
.jpg)



.jpg)
.jpg)
.jpg)
Comments
Post a Comment