WARTA MINGGU, 24 April 2022

Sebagai pengikut/murid Kristus ada beberapa hal yang harus kita tahu, pelajari, pahami dengan baik tentang siapa Tuhan Yesus Kristus itu. minimal ada 6K yang harus kita tahu.

· Kelahiran Yesus. Ketika Dia lahir ditempat yang hina padahal dia adalah Tuhan dan raja

· kehidupan Yesus. bagaimana DIA menjadikan hidupNya sebagai contoh dan teladan dalam berbagai hal dikehidupan waktu ada menjadi manusia seutuhnya.

· Kematian Yesus. Dia mati sebagai orang yang paling hina dan di angap kutukan bagi semua orang.

· kebangkitan Yesus. Kebangkitan-NYA yang mengemparkan dunia dan memberikan harapan bagi setiap murid-murid dan semua orang yang percaya pada-NYA.

· kenaikan Yesus ke surga. Dia kembali ketempat dari mana IA datang dan pergi untuk menyediakan tempat bagi kita untuk kehidupan yang kekal nanti.

· Kedatangan-NYA kembali. ini sedang dalam penantian kita semua orang percaya.

   Saudara yang terkasih dalam kasih Tuhan Yesus Kristus sebagai pengikut Kristus pastinya tahu akan hal-hal yang saya sebutkan diatas bukan! Mengetahuinya adalah baik namun lebih baik jika belajar menghidupi apa yang Firman sampaikan buat kita. Pada kesempatan ini mari kita pelajari dan hidupi tentang kehidupan Yesus; bagaimana tabiat, cara DIA menjadi contoh serta teladan dalam kehidupan pada saat DIA menjadi manusia yang sama seperti kita. 

   Cara hidup inilah yang menjadi model untuk kita praktekan dalam kehidupan kekeristenan kita dimasa sekarang ini. Jangan sampai kita hanya rajin ke gereja, memiliki komunitas, mengetahui banyak hal tentang kebenaran namun dalam melakukanya justru tidak mau. Banyak contoh dan teladan yang DIA telah perlihatakan kepada murid-muridNya dan orang-orang yang percaya pada masa itu dan tentu saja itu masih berlaku dan harus kita terapkan dan praktekan dalam perjalanan kehidupan kita saat ini. Salah satu contoh yang DIA lakukan adalah ketika membasuh kaki murid-muridNYA sebelum dia mati dikayu salib.

  Yohanes 13:4-7 (TB)  Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu. Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?"  Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak."

   Tuhan Yesus dalam masa inkarnasi-Nya, Dia datang sebagai hamba yang melayani. Kita perlu belajar untuk menjadi besar di dalam iman, melihat teladan Kristus dalam kerendahan hati-Nya, watak yang saleh, hikmat, penguasaan diri, kesabaran, dan kasih. Pada menjelang akhir dari pelayanan-Nya di Bumi, Dia mengajarkan sesuatu yang besar, yang menjadi teladan dalam pelayanan dan gaya hidup para murid-Nya. dengan kesadaran yang penuh mengenai status yang mulia yang Dia miliki, Tuhan Yesus hendak membasuh kaki murid-murid-Nya sebelum menuju IA disalib

  Sebagai pribadi yang memiliki hak dan kuasa yang begitu besar, dan kuasa yang dapat menghancurkan Iblis, tetapi di peristiwa ini, Tuhan Yesus memilih jalan kerendahan hati yang disertai dengan kasih. Ini adalah suatu sikap dimana Ia sedang melepaskan "ke-guru-anNya", derajat yang lebih tinggi daripada murid-murid-Nya. Dan Ia mengambil peran sebagai hamba/ budak bagi murid-murid-Nya sendiri. 

  Suatu tugas hina yang biasanya dilakukan oleh para budak saat itu. Tetapi di sini tidak ada pelayan dan tidak ada yang menawarkan diri menjadi pelayan. Tuhan Yesus mengajari bagaimana menjadi rendah hati, baik dengan ucapan maupun perbuatan pelayanan. Dalam Lukas 22:27, Tuhan Yesus pernah menegor para murid-Nya yang berbantah-bantahan tentang siapa yang terbesar diantara mereka. Ia berkata: "Aku ada ditengah-tengah kamu sebagai pelayan". Dan di dalam peristiwa ini, terbukti. Tuhan Yesus mengambil air di sebuah baskom sebagai air pembasuhan lalu ia mulai membasuh kaki murid-muridNya.

  Membasuh kaki dari orang yang lebih tinggi kedudukanya adalah hal yang sangat wajar untuk dilakukan pada saat itu, namun membasuh kaki orang yang kedudukanya lebih rendah adalah hal yang tidak biasa. membasuhan kaki juga tidak dilakukan oleh orang-orang yang sebaya (atau satu level) kecuali kasus-kasus khusus dimana orang tersebut ingin menunjukkan kasih yang luar biasa kepada sahabatnya yang usianya sama dengan dirinya.  

  Jadi jika pembasuhan kaki oleh orang yang sebaya saja adalah hal yang tidak umum kecuali ingin menunjukkan cinta yang begitu besar maka terlebih lagi jikalau pembasuhan kaki itu dilakukan oleh seorang Guru yang besar seperti Tuhan Yesus terhadap murid-murid-Nya. Disinilah terletak pesan yang sangat kuat dalam peristiwa pembasuhan kaki yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, pembasuhan tersebut adalah simbol kerendahan hati dan wujud dari kasih Tuhan Yesus yang begitu besar kepada murid-murid-Nya.

  Filipi 2:6-8 (TB)  yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

  Kasih Tuhan yang rela berkorban DIA buktikan sampai IA mati dikayu salib. Mari jemaat Tuhan blessing comunnity jadilah murid Kristus yang memilki KASIH nyata dalam keRELAan BERKORBAN

 














Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025