WARTA MINGGU, 17 APRIL 2022
Secara duniawi, kita mendapati pernyataan bahwa hidup ini memerlukan pengorbanan. Karenanya, banyak orang melakukan pengorbanan dalam segala sesuatu dengan tujuan tertentu. Namun bila kita menelaah lebih jauh, pengorbanan yang dilakukan kebanyakan orang hanyalah untuk kepentingan atau tujuan sendiri, keluarganya atau kelompoknya. sebagai contoh : Dalam rumah tangga, kita melihat seorang suami bekerja membanting tulang demi isteri dan anak-anaknya yang sangat dicintainya. Seorang isteri bekerja mengatur segala keperluan rumah tangga dari pagi buta sampai larut malam demi kebahagian keluarga. Anak-anak, selain sekolah dan belajar, mereka membantu orang tua. Semua itu memerlukan pengorbanan dan pengorbanan dilakukan untuk kebahagiaan bersama atau kepentingan bersama. Tidak ada yang salah dengan semuanya itu tentunya.
Tetapi berbeda sekali dengan apa yang dilakukan Yesus Krstus bagi kita. Efesus 5:2: “dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.”
Yesus Kristus telah mengorbankan diriNya bagi manusia berdosa. Ia mengorbankan diriNya bukan untuk kepentinganNya melainkan kepentingan manusia. Dikatakan bahwa Ia taat sampai mati di kayu salib. Ia bukan sekedar datang untuk melayani beberapa manusia atau beberapa kelompok manusia demi kepentinganNya, tetapi Dia mati untuk seluruh umat manusia.
Jadi bila kita melihat apa yang dilakukan Yesus maka kita bisa mendefinisikan makna pengorbanan yang sebenarnya. Pengorbanan merupakan suatu pemberian yang didasarkan atas dasar kesadaran moral, yang tulus iklas, dan tanpa pamrih. Pengorbanan merupakan akibat dari sebuah pengabdian. Pengorbanan didasarkan atas “Kasih Allah Kepada Manusia” (Yoh 3: 16).
Tentunya setiap pengorbanan tidaklah pernah sia sia. Dan pengorbanan yang dilakukan Yesus sangat berdampak bagi perubahan kehidupan kita. Kita diampuni, bukan lagi musuh Allah (Yakobus 4:4), namun kita menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Status sebagai anak Allah bukanlah sesuatu yang diterima karena usaha atau kebaikan seseorang, namun karena pengorbanan Yesus Kristus. Dan inilah dampak pengorbanan Yesus bagi kita manusia :
1# Rasa aman, karena tidak seorangpun tidak bisa merebut kita dari tangan Allah (Yohanes 10:28).
2# Keberanian untuk hidup bagi Kristus. Tidak ada seorangpun yang dapat menggoncangkan keyakinan kita akan siapa Tuhan itu dan siapa kita di dalam Dia (1 Yohanes 3:21).
3# Kedamaian, karena kita percaya sepenuhnya kepada kedaulatan Allah. Setiap rencana-Nya sempurna dan akan terlaksana, lebih dari semua itu rancangan-Nya adalah baik, rancangan damai sejahtera dan bukan kecelakaan (Yeremia 29:11).
4# Memiliki harapan akan masa depan. Masa depan disini bukan hanya selama kita hidup, namun kehidupan setelah kematian. Suatu saat nanti kita akan bertemu Yesus muka dengan muka, dimana kita akan hidup bersama-Nya dalam sebuah dimensi kehidupan yang baru. (Titus 3:4-7).
Jika kita telah melihat pengorbanan yang dilakukan Yesus dan dampaknya dalam kehidupan kita, Tuhan mau kita juga belajar berkorban bagi Dia. Marilah kita mengasihi Dia, melayani Dia dengan pengorbanan. Jika melayani, layanilah dengan pengorbanan. Jika memberi, berilah dengan pengorbanan. Jika mengasihi, kasihilah dengan pengorbanan. Pengorbanan yang kita lakukan menunjukkan bahwa iman kita terus bertumbuh, karena kita telah belajar untuk melakukan tidak seperti kebanyakan orang yang ada. JIka Yesus sudah berkorban, bagaimana dengan Anda?
.png)




.png)


Comments
Post a Comment