WARTA MINGGU, 6 MARET 2022

  Karakter kesetiaan adalah salah satu karakter yang Tuhan rindukan untuk bertumbuh dalam hidup kita. Ia mengatakan bahwa “…Aku menyukai kasih setia” (Hosea 6:6) dan tegas memerintahkan agar “kesetiaan tidak meninggalkan kita” (Amsal 3:3a), bahkan semakin “mencintai kesetiaan (Mikha 6:8). Tuhan meneguhkan pentingnya kesetiaan dengan menjanjikan perkenanan-Nya (“orang yang berlaku setia dikenan-Nya.”-Amsal 12:22b), dan mengalami dipercayakan perkara-perkara besar. ("Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. -Lukas 16:10) bagi orang yang bertumbuh dalam kesetiaan.

  Walaupun Tuhan menuntut kita menyukai kesetiaan, bahkan menempel dan mencintai  kesetiaan, Ia tau kita tidak akan mampu dengan kekuatan sendiri untuk bisa bertumbuh dalam kesetiaan. Tuhan sendiri mau memampukan kita bertumbuh dalam kesetiaan. Namun, ada bagian kita yaitu mau  mengikuti latihan kesetiaan. Bagaimana cara Tuhan melatih kesetiaan? Secara tema besar, ada 2 cara yang ditemukan di dalam firman yaitu melatih melalui memberi kepercayaan dan mengizinkan tantangan.

  Tuhan mempercayakan sesuatu yang sangat baik dan dibutuhkan dalam hidup untuk melatih kita bertumbuh dalam kesetiaan. Ia mempercayai visi untuk membuat tujuan dalam kehidupan (Filipi 3). Ia juga mempercayakan talenta/ potensi untuk memampukan kita bergerak maju dalam tujuan (matius 25). Tuhan juga mempercayakan kemampuan dalam keuangan ssehingga kita tidak kekurangan secara jasmani mencapai tujuan (Lukas 16). Selanjutnya, yang tidak kalah penting, Ia mempercayakan karunia melayani untuk membuat kita bertumbuh kuat secara rohani sehingga mengarahkan hidup hanya kepada tujuan Ilahi (1 Petrus 4).

  Semua hal diatas yang Tuhan percayakan, hanya akan semakin kita alami dan bahkan berdampak secara luarbiasa dalam hidup ketika kita meresponi dengan kesetiaan. Kita mau setia untuk semakin mengerti dan menghidupi visi. Kita juga mau semakin setia untuk menemukan dan memaksimalkan potensi. Kita juga belajar setia dalam keuangan dengan melakukan tindakan-tindakan yang Tuhan mau agar keuangan kita mencapai tujuan, dan setia melayani sesuai dengan karunia untuk membuat hidup ini semakin terarah kepada tujuan hidup Tuhan.

  Tuhan juga melatih kesetiaan dengan mengizinkan hal-hal yang secara akal manusia tidak menyenangkan. Namun, hal ini tidak terhindari selama kita hidup dalam dunia yang berdosa dan banyak kelemahan. Ada tantangan-tantangan yang kita akan alami entah itu masalah yang muncul, konflik yang terjadi, dan lain sebagainya yang bisa ditambahkan. Disinilah Tuhan menguji kita untuk setia mempercayai Tuhan. Memang, kondisi yang memberatkan untuk kita setia adalah, dari waktu ke waktu, Tuhan tidak langsung bertindak bahkan kadang membuat kita merasa (walau sepenuhnya tidak benar) Tuhan sudah tidak perduli.

  Mari, mulai sekarang kita mau bertumbuh dalam kesetiaan dengan apa yang Tuhan sudah percayakan. kita juga mau  bertumbuh dalam kesetiaan dengan keadaan yang tidak menyenangkan yang Ia izinkan. Semua yang Tuhan percayakan atau Tuhan izinkan cuma mempunyai satu alasan yaitu mendatangkan kebaikan khususnya dalam melatih kita bertumbuh dalam kesetiaan.

Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?

Amsal  20:6


















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025