WARTA MINGGU, 20 MARET 2022

   Sebulan yang lalu, kami memesan 10 kamar hotel untuk sebuah acara keluarga. Malam pertama kami sempat sulit tidur sehubung suara kendaraan yang lewat di jalan raya, kami pun protes ke pihak hotel, lalu saran mereka agar kami pindah ke tipe kamar mountain view yang lebih mahal. Kami lalu meneliti kembali bukti pelunasan dan surat pesanan kami, ternyata kamar yang kami pesan adalah mountain view, jadi pihak hotel telah mengingkari perjanjian dengan memberikan kami tipe kamar yang lebih murah. Merasa dicurangi, kami-pun protes keras dan sempat terpancing emosi mengeluarkan kata-kata pedas dan tidak mengenakkan.

  Kejadian ini adalah gambaran sebuah sikap tidak setia pada perjanjian, yang dibalas dengan sikap tidak setia pada perintah Tuhan dalam Yak. 3:10 ,dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.. Dalam hidup kita sehari-hari, sering terjadi penyimpangan karakter seperti ini , entah karena egois , emosi , khawatir , atau apapun sebabnya. Untuk itu mari kita simak 3 tindakan penting yang membutuhkan komitmen serius dalam kesetiaan.


1. SETIA DALAM PERJANJIAN.

- Jangan melanggar meskipun terdesak. ( 1 Sam.13:11-12 )

Saul telah melanggar perjanjian Tuhan dengan tindakan dia mengambil alih tugas dan wewenang Samuel untuk mempersembahkan korban bakaran. Hal itu terjadi karena situasi yang mendesak, segera akan perang, tapi Samuel belum juga  muncul. Pelanggaran yang beralasan tetaplah pelanggara, dan dari kejadian itu sudah terlihat karakter Saul yang tidak setia.

- Jangan melanggar karena tamak. ( 1 Sam.15:9-11 )

Perintah Tuhan kepada Saul agar menumpas habis orang Amalek beserta semua hewan ternaknya, tetapi Saul menyelamatkan raja Agag dan semua hewan ternak yang tambun dan segala yang berharga. Sekali lagi dia melanggar perjanjian Tuhan, sehingga Saul ditolak oleh Tuhan untuk terus menjadi raja.

- Jangan melanggar karena khawatir. ( 1 Sam.19:6-10 )

Yonatan sudah memberi pengertian kepada Saul untuk tidak berbuat dosa dengan niatnya membunuh Daud yang sudah banyak berjasa, dan Saul pun sudah berjanji untuk tidak membunuh Daud. Kenyataannya dia tetap berusaha membunuh Daud karena khawatir kekuasaannya diambil oleh Daud.

2. SETIA DALAM HUBUNGAN.

- Setia karena mengasihi. ( Rut.1:16 )

Naomi adalah seorang nenek, orang asing didaerah Moab yang ditinggal mati oleh suami dan kedua orang anaknya. Menantunya Rut bersikeras untuk tetap ikut Naomi untuk kembali ke Betlehem, padahal Rut masih muda dan bisa nikah lagi untuk masa depan yang lebih baik. Tidak ada alasan kepentingan apapun bagi Rut untuk tetap setia menemani dan merawat mertuanya, yang ada hanyalah KASIH.

- Karakter setia menghasilkan multiplikasi hubungan. ( Rut.2:10-12 )

Boas seorang pengusaha kaya yang punya kebun anggur, dia telah mendengar kisah tentang Rut yang setia, karena itu dia banyak memberi perhatian dan kasih banyak kemudahan kepada Rut. Hubungan baru ini terjadi karena kesetiaan Rut dalam hubungan dengan mertuanya. Ada multiplikasi yang terjadi dalam setiap karakter kita yang baik.

- Karakter setia menghasilkan berkat Tuhan. ( Rut.3:9-11)

Akhirnya Boas memperistri Rut , dan Tuhan memberkati mereka dengan keturunan yang luar biasa , yaitu raja Daud.


3. SETIA DALAM PANGGILAN.

- Waspada pada godaan. ( Bil.22:22-23 )

Alkitab mencatat kalau Tuhan marah dan malaikatnya menghalagi perjalanan Bileam, padahal Bileam pergi dengan suruhan Balak sudah seijin Tuhan. Sering kali kita tidak bisa membedakan antara seijin Tuhan dan kehendak Tuhan, sehingga hidup kita kurang waspada. Tuhan ingin Bileam pergi dengan kewaspadaan penuh, dan mengerti bahwa Tuhan tidak suka dengan perjalan dia ini.

- Bertindak sesuai kebenaran. ( Bil.24:1 )

Balak membayar Bileam untuk mengutuki bangsa Israel, dua kali Bileam tanya sama Tuhan, Bileam tetap setia pada panggilannya sebagai nabi Tuhan yang taat, tapi dia masih coba untuk yang ke-tiga kali, saat itu juga, dia merasa yakin dengan jawaban Tuhan meskipun Tuhan tidak lagi berfirman. Mari kita mau belajar pada satu kenyataan bahwa kebenaran tidak bisa ditawar dan tidak perlu ditawar.

- Jangan pakai pengertian sendiri. ( Yun.4:2 )

Tuhan memberi tugas kepada Yunus untuk menegur penduduk Niniwe atas dosa yang telah mereka lakukan. Namun Yunus tidak mau dan melarikan diri, karena dia pikir , percuma saja dia bekerja, toh pada akhirnya Tuhan akan mengampuni mereka juga. Jangan lagi kita tersandung karena pikiran yangsok pintar, setialah pada tugas yang diberikan , karena kita tidak melihat seluas pandangan otoritas di atas kita.

Kembali pada kasus 10 kamar hotel di atas, akhirnya pihak hotel telah memindahkan kami ke kamar mountain view pada malam ke-dua , dan memberikan kompensasi voucher menginap yang baru. Hidup kita juga terjadi banyak kesalahan, jangan hanya merasa bersalah dan say sory, tetapi perlu perbaiki dengan tindakan kompensasi. Mari kita lakukan sebuah kebenaran/kebaikan baru untuk menebus sebuah kesalahan yang sebelumnya, lakukan bagian yang terlalaikan oleh kehidupan kita sebelumnya, maka kita akan terus bertumbuh dalam karakter setia.













Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025