WARTA MINGGU, 13 MARET 2022

Kej 35:18 Dan ketika ia (Rahel) hendak menghembuskan nafas -- sebab ia mati kemudian – diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya (Yakub)  menamainya Benyamin.

Ada sebuah kisah menarik yang kita baca dalam jadwal pembacaan ABBA kita minggu ini. Yaitu mengenai kisah kelahiran Benyamin, anak bungsu Yakub dari Rahel.  

Rahel menjalani proses kelahiran anaknya yang kedua dengan banyak penderitaan. Itu sebabnya ia memberi nama “BEN-ONI” yang artinya “anak dari penderitaanku”, sebelum akhirnya Rahel menghembuskan nafasnya yang terakhir.  

Menyadari ini adalah nama yang tidak baik, maka Yakub dengan bijaksana menggantinya menjadi “BENYAMIN” yang artinya “anak tangan kananku/ anak kebahagiaanku/ anak keberuntunganku”. 

Bayangkan bila nama anak itu adalah Ben-Oni. Maka nama tersebut akan selalu menjadi pengingat bahwa kehadirannya di bumi telah menyebabkan banyak penderitaan kepada ibunya, yang berakhir pada kematiannya. Betapa rasa bersalah akan terus menghantui hidupnya.

Paling tidak ada 2 pelajaran yang bisa petik dari kisah ini.

1. Rahel melihat saat ini. Yakub melihat masa depan

Sementara Rahel memfokuskan pada hal-hal negatif atas kehadiran anak ini, sebagaimana yang ia alami pada saat itu. Yakub berpandangan sebaliknya. Ia memfokuskan pada hal-hal positif yang anak itu akan buat di masa depan.

Yakub menaruh pengharapan besar bahwa kelak si Benyamin ini (bukan Ben-Oni), sesuai namanya akan menjadi anak yang membanggakan dan mendatangkan kebahagiaan bagi dirinya.  Dan benar, kelak di kemudian hari, saat Yakub kehilangan Yusuf, untunglah Yakub memiliki Benyamin, anak yang memberikan penghiburan baginya.

> Pelajaran:  Ketika hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita, fokuskan pada sisi positif dari penderitaan itu.  Jangan tinggal dalam kesedihan masa lalu, tapi hiduplah dalam pengharapan di masa depan!


2. Yakub berpegang teguh pada janji Allah

Yakub berpegang teguh pada janji Allah bahwa Ia akan memberkati keturunannya  (Kej 35:11), maka itu juga berarti termasuk si anak bungsu ini.  Yakub tahu bahwa Benyamin bukanlah anak sembarangan, tapi ia adalah anak perjanjian Allah juga.

Kej 35:11 Lagi firman Allah kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa. Beranakcuculah dan bertambah banyak; satu bangsa, bahkan sekumpulan bangsa-bangsa, akan terjadi dari padamu dan raja-raja akan berasal dari padamu.

Kelak di kemudian hari,  melalui benih Benyamin lahirlah para pejuang yang hebat,  raja Saul dan juga Rasul Paulus.  

> Pelajaran:  Ketika hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita, berpegang teguhlah pada janji Allah. Percayalah Allah memiliki rencana yang indah melalui setiap kesukaran yg kita alami.  
















Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025