WARTA MINGGU, 6 FEBRUARI 2022
1
Korintus 10:16-17 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan
syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita
pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah
satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua
mendapat bagian dalam roti yang satu itu
Roma
12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus;
tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.
Hari
ini kita, dengan pergumulan dan kebijakan yang didapat pada kamis sore tiga
hari lalu, memutuskan kembali ke ibadah ‘online’ untuk sementara waktu. Keputusan
ini diambil karena penularan dari covid 19 sedang mengalami peningkatan yang
luarbiasa di kota kita Jakarta dalam minggu-minggu ini. Ini bukan sebuah
keputusan mudah tetapi ini sebuah keputusan yang harus diambil dalam tuntunan
hikmat Tuhan. Setelah keputusan ini dibuat,
keesokan harinya, saya mulai menggumulkan akan pesan firman yang Tuhan
mau saya bagikan untuk ibadah hari ini. saya mendapatkan peneguhan akan
pelajaran yang Tuhan mau kita ambil dalam hubungan firman Tuhan hari ini dengan
situasi tidak bisa berkumpul bersama secara fisik dalam melakukan ibadah raya.
Tema
bulanan firman, yang kita susun akhir tahun lalu sesuai dengan tuntunan Tuhan, di
bulan febuari ini adalah “KEKUATAN HUBUNGAN”. Ketika saya membaca tema ini lagi
dan mulai menyiapkan apa yang saya yakini sebagai pesan firman Tuhan hari ini,
saya langsung mendapatkan konfirmasi seperti ini di dalam roh saya: “pastikan
gereja ini bukan hanya punya kekuatan untuk berkumpul bersama tetapi mempunyai
kekuatan hubungan.”
Semua
kita pasti tidak suka menjadi lemah, karena itu akan membatasi akan apa yang
kita lakukan. Hari ini Tuhan ingatkan lagi (kata lagi ditambahkan karena
seharusnya semua atau hampir semua saudara sudah mengetahui) tentang keberadaan
kita sebagai pengikut Kristus adalah menjadi anggota dari tubuh Kristus.
Sebagai anggota sebuah tubuh, maka eksistensi kita hanya dapat nyata dan kuat
bila kita menempel dengan baik pada tubuh. Pengejahwantahan dari keberadaan
tubuh Kristus yang kita harus menempel adalah sebuah gereja lokal. Namun,
bagaimana kita menempel dengan benar sebagai anggota tubuh?
Ini
terjadi dengan kekuatan hubungan. Ketika satu anggota tubuh tidak terhubung
dengan benar kepada bagian dimana seharusnya menempel, maka ada kondisi sakit
yang luar biasa bahkan bisa menjadi “busuk/ mati”) . kita yang pernah mengalami
terkilir entah bagian kaki atau tangannya bisa mengerti kesakitan ini. Menariknya,
kata di dalam bahasa inggrisnya untuk terkilir adalah “dislocated” yang
mempunyai arti “berada dilokasi yang salah atau terlepas dari sambungan”. Dan,
tentang menjadi busuk/ mati, saya pernah ceritakan kisah teman saya yang bagian
jari manis tangannya terpotong, karena terlambat untuk segera disatukan maka
menjadi busuk
Oleh
karena itu, mari pastikan kita mau membangun kekuatan dalam hubungan untuk
bertumbuh dalam kesatuan tubuh Kristus. Kita mau bukan cuma sudah berkumpul
bersama dalam ibadah, walau ini pasti masih diperlukan. Praktekkan perintah
“saling” yang diberikan lebih dari 50 kali di perjanjian baru.
Dua sarana penting dalam mempraktekkan saling yaitu dengan firman / kekayaan perkataan Kristus kita saling membangun (Kolose 3:16) dan dengan melakukan bagian pelayanan sesuai dengan karunia yang Tuhan berikan (Efesus 4:16) kita saling melayani. AYO, kuat dalam hubungan dan bertumbuh bersama.
Comments
Post a Comment