WARTA MINGGU, 13 FEBRUARI 2022

   Seminggu terakhir ini perhatian saya sedang tertuju pada sebuah acara yang berlangsung di Beijing , Winter Olympic. Pesta olah raga ini berlangsung di tengah 2 tantangan besar, yaitu pandemi Covid yang masih mengancam, dan Negara barat yang tidak mendukung acara tersebut. Kenyataannya acara ini berhasil tampil spectakuler. Acara ini tampil dengan teknologi tinggi yang belum pernah ada di pesta olahraga lain di dunia, dan juga berhasil mencetak banyak rekor dunia atletik. Sebuah hal menarik yang dapat saya tangkap, Amerika dkk berusaha mengisolir China agar tidak punya teman, tetapi China berusaha menjalin hubungan dengan banyak negara melaui banyak cara, dan salah satunya adalah Winter olympic ini, dan mereka berhasil.

    Hubungan yang baik akan membuat sebuah negara semakin kuat dan maju, apalagi hubungan antar manusia, pasti juga akan bawa dampak besar dalam keberhasilan hidup seseorang. Mari kita lihat kisah Yusuf yang berhasil menjadi orang nomor-2 di Mesir, dari seorang budak yang diperjual belikan, hidupnya berubah menjadi seorang pemimpin besar, dan proses ini sama sekali tidak ada tandingannya serta tidak ada lawan yang jadi korban, jadi Yusuf menang tanpa ada yang kalah. Kita akan simak 7 alasan keberhasilan Yusuf sbb :

1. Yusuf punya hubungan yang sangat baik dengan Tuhan (ay.3)

2. Dia punya hubungan yang baik dengan semua orang.

3. Memiliki karakter setia. ( ay. 9 )

4. Tidak pernah kecewa dengan nasibnya. ( Kej.39:21-23)

5. Mengajak orang lain untuk mencari solusi dari Tuhan. ( Kej.40:8 )

6. Menabur benih kebaikan.

7. Tidak mendendam ( Kej.45:8 , 50:20 )

      Seluruh kisah Yusuf didasari oleh kasih Allah kepada Yusuf dan kepribadian Yusuf yang menarik. Dalam Alkitab muncul berkali kali kalimat ‘Allah menyertai Yusuf ‘, ini sudah menunjukkan hubungan yang akrab antara Yusuf dan Tuhan, juga ketika dia digoda oleh istri Potifar, dia tetap tidak mau berdosa terhadap Tuhan. Sikap yang konsisten dari Yusuf lebih lagi membuat hubungannya dengan Tuhan semakin kuat.

    Perjalanan hidup Yusuf terbagi atas 4 periode , dimulai dari kehidupan dirumah bapaknya, dia sangat disayang oleh bapaknya sehingga menimbulkan kecemburuan kakak-kakak nya yang kemudian mencelakakkan dia. Dalam masa itu, dia tidak terkontaminasi oleh kelakuan kakak-kakaknya yang jahat, dia juga tidak benci pada mereka.

     Periode ke-2, ketika Yusuf berada di rumah Potifar, dia disukai oleh Potifar dan semua orang di situ, sampai sikap nyonya Potifar yang kebablasan menggoda Yusuf. Yusuf tetap konsisten dengan nilai-nilai kebenaran yang dia pegang, setia dan bersyukur.

     Periode ke-3, ketika Yusuf berada di penjara, dia tidak menjadi kecewa saat berada dalam lembah kekelaman, dia tetap disukai semua orang di situ, bahkan memberi penghiburan dan solusi bagi kesulitan juru minum raja yang juga dipenjara, dia tetap percaya ada pertolongan dari Tuhan dalam kesulitan apapun juga, dan membagikan nilai-nilai ini kepada orang lain. Hubungan dengan juru minum raja yang dibangun dalam penjara ini, di kemudian hari membawa Yusuf bertemu dengan raja Mesir.

    Periode ke-4, ketika Yusuf menjadi penguasa di Mesir. Dia berhasil menolong bangsa-bangsa sekitar Mesir dari bencana kelaparan, dan membuat kerajaan Firaun semakin kokoh. Dalam musim kehidupan yang sukses ini, dia tidak menjadi sombong, tidak merebut kekuasaan, tidak korupsi, bahkan tetap menerima kembali kakak-kakak yang pernah mencelakai dia.

      Kekasih Kristus, hari-hari ini kita terus berupaya membangun hubungan dengan saudara seiman melalui komid dan berbagai macam pelayanan. Sudahkah kita terlebih dahulu membangun hubungan yang kokoh dengan Allah, hubungan yang tidak tergoyangkan karena kasih dan setia pada nilai-nilai Firman yang kita pegang. Sudahkah kita juga menampilkan kepribadian yang menarik dalam hidup, bukan hanya mencari cara untuk menyenangkan orang lain, tetapi berilah diri kita dituntun oleh hikmat Allah, sehingga kita tidak menuruti kehendak daging yang mencari kenikmatan dan keuntungan bagi diri kita saja.

    Janganlah menjadi penari erotis yang menggoda, tetapi jadilah penari balet yang menampilkan indahnya sebuah karya seni. Tuhan Yesus memberkati. 














Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025