WARTA MINGGU, TANGGAL 16 JANUARI 2022
Minggu lalu Ibu Emie bicara tentang KALEB, hari ini saya akan bicara mengenai ELIA.
Latar Belakang:
Elia adalah seorang nabi di Kerajaan Israel Utara, yang pada saat itu diperintah oleh raja dan ratu yang jahat dan penyembah berhala, yaitu Ahab dan Izebel.
Pada waktu itu Ahab menetapkan ibadah kepada Baal menjadi agama negara, sehingga membawa seluruh rakyat Israel murtad terhadap Allah Yahweh.
Pada suatu waktu, Elia menantang Ahab untuk mengadakan sebuah kontes adu kekuatan antara Allah YHWH dengan Baal di Gunung Karmel.
Elia memenangkannya dengan berhasil menurunkan api dari langit membakar korban persembahan.
Kemenangan ini mengakibatkan dibunuhnya 450 nabi Baal dan 400 nabi Asyera, yang mana kemudian memicu kemarahan besar dari Izebel, sehingga Izebel bersumpah akan membunuh Elia dalam waktu 1x24 jam.
Mendengar itu Elia melarikan diri dari Yizreel ke Bersyeba.
DI bawah sebuah pohon arar, Elia benar-benar keletihan secara fisik, emosional dan mental, sehingga ia meminta Allah untuk mencabut nyawanya (1 Raj 19:4). Dalam dunia modern, apa yang dialami oleh Elia itu dikenal dengan istilah “BURNOUT”.
Kita akan melihat bagaimana cara Allah memulihkan dan memperbaharui kekuatan Elia.
1. Tuhan memperhatikan kesehatan fisik Elia.
Terapi pertama Allah terhadap hambanya yang sedang mengalami burnout ini adalah membiarkan dia tertidur, dan mengutus malaikatnya untuk memberikan roti dan air (1 Raj 19:5-8).
Ini menunjukkan betapa Allah memperhatikan kesehatan fisik Elia, yaitu melalui istirahat, makan dan relaksasi.
Mungkin saat ini ada beberapa di antara kita yang mengalami burnout spt Elia. Kita bekerja terlalu keras sampai lupa makan, dan kalaupun makan kita makan banyak junk food atau yg mengandung banyak gula.
Elia memberikan contoh kepada kita, bahwa spiritualitas yg prima perlu didukung oleh kondisi fisik yang prima.
Setinggi apapun kualitas kerohanian kita, tidak akan tidak efektif apabila fisik kita ambruk.
APLIKASI: Marilah pada tahun 2022 ini, kita bersungguh-sungguh memperhatikan kesehatan fisik kita melalui pola makan, istirahat dan gaya hidup yang sehat.
2. Tuhan mendengarkan Elia menumpahkan isi hatinya
Setelah Elia mendapatkan kembali kekuatan fisiknya. Barulah skrng Tuhan menangani masalah mentalnya. (1 Raj 19:9-10)
Kalau yang pertama tadi Allah membiarkan Elia untuk beristirahat dan makan minum yang cukup untuk memulihkan jasmaninya, sekarang Allah membiarkan Elia untuk menyampaikan curhatannya untuk memulihkan masalah mentalnya.
Begitu Elia diberikan kesempatan, bagaikan sumbat yang dilepaskan, ia langsung menumpahkan semua uneg-unegnya; yang kemudian ternyata bahwa tekanan emosional tsb timbul oleh karena sikap Elia sendiri yang menghukum dan menilai dirinya terlalu keras.
Kesalahan Elia adalah di dalam melakukan penilaian dirinya, ia lebih mendasarkan pada perasaannya, bukan pada fakta.
APLIKASI:
(a) Jadilah “Dosen yang Baik” bagi dirimu sendiri.
(b) Fokuslah pada fakta, bukan pada perasaaan.
3. Tuhan menyuruh Elia untuk terus bergerak maju
Terapi berikutnya dari Tuhan adalah memberikan tugas yang baru kepada Elia.
Sementara Elia menumpahkan uneg-unegnya, respon Tuhan sangat menarik.
Tuhan tidak memberikan jawaban langsung atas keluh-kesah Elia, tapi Ia malah memberikan penugasan yang baru, yaitu (1 Raj 19:15-16):
(a) Mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram
(b) Mengurapi Yehu menjadi raja atas Israel
(c) Mengurapi Elisa menjadi penggantinya
Dengan memberikan penugasan baru kepada Elia, secara implisit Allah ingin menjawab bahwa kamu tidak gagal seperti anggapanmu sendiri. Aku tidak melihat hal itu.Buktinya Aku tetap mempercayakanmu tugas yang baru.
Selanjutnya kita baca di alkitab, Elia pergi “meninggalkan gua” dan melaksanakan tugas yang baru tsb.
Di kemudian hari Elia masih banyak lagi melakukan mujizat, bahkan sampai akhirnya dia terangkat hidup-hidup ke sorga, yang merupakan puncak dari pengalaman ajaibnya berjalan bersama Tuhan.
Seperti yang dialami Elia, mungkin ada beberapa di antara saudara yang mengalami masa-masa berat dalam tahun 2021…Tapi jangan terlalu lama bersembunyi terus “di dalam gua”. Saatnya kita bangkit dan pergi meninggalkan gua dengan kekuatan baru, seperti Elia.
Jadikan momen tahun baru 2022 ini, tahun pembaharuan hidup kita!
APLIKASI: Jangan duduk terus di dalam “gua”, ayo bergerak maju. Move on!
Comments
Post a Comment