WARTA MINGGU, 14 NOVEMBER 2021
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi
jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Filipi 1: 21 -
22a
Setiap kita pasti mengalami masalah
dalam kehidupan ini. Masalah yang kita alami mungkin terjadi dalam keluarga,
akademik, pertemanan, pekerjaan, ekonomi dan lain-lain. Setiap kita memiliki
masalah yang beragam dan berbeda dari orang lain. Kadang kita merasa masalah
yang kita alami sangat sulit dan begitu besar, sehingga kita tidak peduli
dengan orang lain yang sedang kesulitan juga. Mungkin sebagian dari kita pernah
berkata, “Ah, masalah kamu itu lebih mudah daripada masalahku. Kalau kamu
berada di posisiku, kamu pasti tidak akan bisa.” Apakah Tuhan menghendaki kita
berkata seperti itu? Padahal Firman Tuhan juga menguatkan kita bahwa segala
sesuatu dapat terjadi, tetapi akan mendatangkan kebaikan bagi kehidupan kita.
Jadi apa tindakan yang seharusnya kita lakukan?
Dalam Filipi 1:21-22a, Paulus berkata
bahwa dia hidup di dunia untuk bekerja memberi buah. Meskipun Paulus berada
dalam penjara, dia tidak memikirkan penderitaan dan masalah yang dia alami.
Paulus justru berkata bahwa dia dipenjarakan karena Kristus dan banyak orang
menjadi percaya melalui pertemuan mereka dengan Paulus di penjara. Dalam
penderitaan yang dialaminya, Paulus tetap memikirkan orang lain dan tetap
berbuah melalui perbuatannya. Tindakan Paulus adalah tindakan yang seharusnya
kita lakukan ketika menghadapi masalah.
Mengapa Paulus bisa tetap berdampak
sekalipun Dia dalam kesulitan ?
1. Memiliki Cara
Pandang Kristus “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”
Paulus menyadari betul bahwa hidupnya
adalah Kristus. Kristus menjadi pusat kehidupannya. Ia menyadari apa yang di
alaminya tidak sebanding dengan apa yang Yesus alami. Dan dirinya telah ditebus
oleh Yesus, sehingga seluruh kehidupannya telah diserahkan bagi Kristus. Paulus
juga menyadari bahwa penderitaan yang di alaminya saat ini, tidak sebanding
dengan kemuliaan yang akan diterimanya kelak dikemudian hari. Bahkan kematian
sekalipun akan menjadi keuntungan bagi hidupnya. Jika kita memiliki cara
pandang yang sama dengan Paulus yaitu cara pandang Kristus, maka kita tidak
akan melihat masalah terlalu besar ( bukan tidak besar ya, tapi tidak terlalu
besar ). Kita akan melihat Yesus kita jauh lebih besar dari pada semua masalah
dan penderitaan yang kita hadapi. Justru tidak jarang pengalaman masalah yang
kita hadapi menjadi kesaksian bagi orang lain, saat kita menghadapinya dengan
bijak.
2. Melihat Hidup
sebagai sebuah kesempatan “jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti
bagiku bekerja memberi buah”
Paulus menyadari bahwa hidup adalah
kesempatan untuk berbuah, berdampak, menjadi kesaksian bagi orang lain dalam
semua segi kehidupan. Maka ketika Ia mengalami kesulitan sekalipun, Ia tetap
bisa berdampak. Sangat mudah bagi kita bersaksi saat kita mengalami mujizat dan
pertolongan Tuhan, tetapi saat penderitaan apakah kita tetap bisa bersaksi?
Banyak orang yang bertemu dengan Kristus selama Paulus ada di dalam penjara.
Dipenjara Ia sangat disegani, bahkan dihargai pemikiran-pemikirannya. Bahkan
Paulus peduli dengan kesulitan-kesu;itan orang lain
Tuhan ingin kita tetap berbuah dan peduli kepada orang lain meskipun kita memiliki masalah yang sulit dan berat. Kita tidak pernah sendirian dalam penderitaan karena Tuhan selalu menyertai kita. Oleh karena itu, penderitaan yang kita alami tidak boleh menjadi penghambat bagi kita untuk tetap berbuah dan berdampak bagi orang lain. Mulai sekarang, janganlah kita berkata, “Masalah kamu tidak penting,” tetapi marilah kita berkata, “Apa yang bisa aku lakukan untuk menolongmu?”
Comments
Post a Comment