WARTA MINGGU, 19 SEPTEMBER 2021
Tema besar gereja kita
tahun ini adalah murid Kristus yang bertumbuh semakin serupa Kristus. Dan
tandanya saudara bertumbuh adalah
menunjukan ciri ciri murid seperti : mencintai Tuhan, kemudian mencintai
gerejaNya ( yaitu keluarga rohani saudara ), dan yang bulan ini akan dibahas
adalah mencink bisa bertumbuh hanya satu
bagian saja, tetapi dalam semua bagian. Karena jika kita bertumbuhtai keluarga jasmani saudara.
Saudara harus memiliki keseimbangan dalam pertumbuhan. Kita tida hanya satu bagian atau beberapa
bagian saja, yang ada kita bukan jadi berkat tapi justru jadi batu sandungan.
Dan bulan ini kita mau
belajar sama sama bagaimana menjadi keluarga yang menjadi berkat. Kalau kita
menjadi berkat otomatis kita menjadi keluarga yang diberkati. Keluarga jasmani
yang dimaksud yang pertama adalah keluarga inti ( suami istri dan anak anak ),
namun yang ke 2 juga keluarga besar saudara ( kakek, nenek, mertua, menantu,
cucu, sepupu, keponakan dsb ), bahkan bisa jadi orang-orang yang tinggal
bersama kita saat ini.
Membangun nilai-nilai
dalam keluarga bukanlah hal yang mudah, kita harus memulainya dari diri
sendiri, dari diri saya sendiri. Dan bila saudara mau membangun keluarga yang
Ilahi dasarnya harus Alkitab, tidak bisa dari yang lain.
Ada banyak nilai nilai yang alkitab ajarkan dalam kita membangun keluarga, tapi hari ini hanya membahas 3 nilai saja :
1. Saling menghormati
Hendaklah kamu saling
mengasihi sebagai saudara dan saling
mendahului dalam memberi hormat. Roma
12: 10
Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Ibrani 13 : 4
· Orang tua harus jadi
model bagi anak anak dalam hal
menghormati. Suami harus belajar menghormati istrinya, begitu pula istri
harus belajar menghormati suami. Orang tua harus belajar menghormati anak, dan
anak harus belajar menghormati orang
tua. Tentunya dengan proposional. Mari kita belajar melihat bahwa mereka ada
orang orang yang berharga di mata Allah.
Allah telah menebus mereka sama seperti Allah telah menebus diri kita. Allah
mengasihi mereka sama seperti Allah mengasihi saya.
· Kekuatan sebuah keluarga dimulai dari
penghormatan. Bila ada kekurangan diantara keluarga saudara, jangan lempar kotoran
ke muka saudara sendiri. Gimana caranya? Saat saudara mengumbar aib keluarga
saudara, dengan menulis kelemahan-kelemahan keluargamu di sosial media.
Menceritakannya kepada orang-orang luar
yang tidak tepat.
· Sekalipun mungkin ada
diantara kita yang gagal dalam
pernikahan saat ini, tetap ajarkan kepada anak-anak bahwa pernikahan itu
berharga, bukan untuk main main. Hormati
pernikahan saudara dimanapun saudara berada.
2. Kesatuan atau kesepakatan
Nyanyian ziarah Daud.
Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam
bersama dengan rukun ! Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut
Harun dan ke leher jubahnya. Seperti embun
gunung Hermon yang turun ke atas
gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah
TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan
untuk selama-lamanya. Mazmur 133: 1-3
Berkat Allah dicurahkan saat Saudara bersepakat, Bersatu. Saat ini kehidupan memang sangat sulit. Pandemi datang dengan semua dampaknya. Namun kalau kita Bersatu, bersepakat,kita bisa melewati ini bersama- sama. Mungkin ada banyak pengharapan pengharapan kita yang belum terpenuhi, ada banyak keinginan, cita cita yang belum digenapi, jangan marah marah, jangan berkhianat. Sebab semua itu tidak menyelesaikan masalah. Tetapi Bersatu, bangun semangat kesatuan.
3. Waktu keluarga
Ajarlah kami menghitung
hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Maz 90: 12
Penting sekali kita memiliki waktu bersama keluarga. Waktu waktu yang kita lewati berjalan sangat cepat. Jangan sampai kita menyesal dikemudian hari, karena waktu waktu yang terlewat begitu saja. Bekerja memang penting, melayani juga penting, tapi waktu dengan keluarga adalah hal yang penting.
Jadi selama kesempatan itu
ada pergunakanlah sebaik baiknya. Kadang memang ada masa masa perjuangan dimana
saudara harus banyak menghabiskan waktu
saudara dalam pekerjaan, yang memang
kita lakukan untuk membahagiakan keluarga, tapi tetap carilah waktu yang
berkualitas bersama sama dengan keluarga sekalipun terbatas.
Orang tua ada masa dimana anak anak bisa dipeluk peluk di cium, namun ada saatnya nanti kita tidak bisa memperlakukan mereka sama seperti waktu kecil. Mereka akan memiliki kehidupan mereka sendiri. Begitu juga anak anak selama orang tua kita masih ada, sayangi mereka bukan hanya dengan uang. Karena kadang mereka tidak butuh uang tapi butuh kehadiran kita, mereka butuh perhatian kita.




























































Comments
Post a Comment