WARTA MINGGU, 26 SEPTEMBER 2021
Salah satu ciri murid Kristus adalah mengasihi keluarganya. Keluarga merupakan lembaga yang terpenting dalam kehidupan ini. Masalah yang terjadi dalam keluarga, akan mempengaruhi semua aspek kehidupan kita yang lainnya: pekerjaan, pelayanan, keuangan, relasi (hubungan dengan sesama), anak-anak menjadi tidak bisa konsentrasi belajar, timbul perasaan takut, marah, sedih, hilang konsentrasi, depresi, dsb.
HOUSE vs HOME = RUMAH
Dalam bhs Inggris, kata House dan Home itu beda artinya, sekalipun dalam
bhs Indonesia, diterjemahkannya sama, yaitu: Rumah.
House - menunjukkan pada bangunan fisik dan dibangun oleh para ahlinya
Home - lebih kepada suasana rumah. Suatu tempat di mana kita merasa nyaman dan ada keterikatan emosional dengan anggota keluarga itu. Suasana rumah hanya dapat dibangun oleh orang-orang yang ada di dalamnya, sehingga rasakan di suatu tempat yang tidak ada bangunannya, tapi suasana yang nyaman dan ada keterikatan emosional satu sama lainnya dirasakan.
Suasana rumah yang tidak terasa nyaman, membuat anggota keluarga tidak suka tinggal di dalamnya. Sebaliknya, suasana rumah yang nyaman dan aman akan membuat seisi rumah rindu untuk selalu berada di rumahnya, maka terjadi istilah : Home Sweet Home. Setiap anggota keluarga bersama-sama ikut berpartisipasi, aktif dalam membangun suasana nyaman.
Bagaimana menciptakan suasana aman dan nyaman di dalam
keluarga kita?
1. FONDASI yang
kuat : Alkitab
Fondasi tidak nampak, tapi sangat penting karena menentukan seberapa tinggi, luas, kuat bangunan itu akan dibuat. Letakkan Rumah Tangga kita di atas dasar Firman Tuhan, Semakin kuat fondasi nya, semakin rumah itu bertahan menghadapi badai.
Seorang murid Kristus perlu memiliki sikap hati
yang taat - bukan hanya mendengar saja, namun mau melakukan firman
Tuhan. ALKITAB bukan hanya dibaca
saja, namun perlu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga hidup kita
bertumbuh dan berbuah, ada perubahan karakter.
Matius 7:24-25
24“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 25Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
2.
KESATUAN - merupakan suatu proses yang terus menerus dilakukan oleh
murid Kristus dengan sikap rendah hati
Matius 12 - 25 - “… keluarga yang terpecah-pecah dan
bermusuhan satu sama lain akan hancur” =
tidak akan dapat bertahan (TB) =
berantakan (FAYH)
Lukas 11:17 - Sebuah keluarga yg terpecah-pecah dan bermusuhan satu sama lain, akan hancur (BIMK ) = runtuh (TB) - berantakan (FAYH)
Keluarga yang terpecah akan hancur, runtuh, tidak dapat bertahan dan berantakan. Bila keluarga terpecah-pecah dan tidak bersatu, maka Iblis mudah sekali menghancurkannya. Memang untuk membangun keluarga perlu Bersama-sama, suami istri dan anak-anak, namun untuk menghancurkan hanya perlu 1 orang. Jauh lebih sulit membangun dan mempertahankan, dibanding meruntuhkannya.
Sikap rendah hati -
belajar mau mengakui kesalahan
Bila ada kesalahan, berani mengaku dan minta maaf, berani untuk mengakui kelebihan dari pasangan atau orangtua, tidak merasa benar sendiri atau merasa lebih hebat dari yang lain (sombong), tidak EGOIS. Perlu saling menerima kekurangan dan kelemahan anggota keluarga kita. (Efesus 5:21 - saling rendah hati)
Keluarga - TEMPAT BELAJAR
Di dalam keluarga, kita dapat belajar banyak hal. Mulai dari kebiasaan sehari-hari, cara kita menghormati orang lain, tingkah laku, bicara, dsb. Keluarga memang merupakan tempat belajar yang paling efektif.
l Kasih dan Pengampunan - perlu pengorbanan
Kasih dan pengampunan selalu berjalan beriringan. Bila kita mengatakan : Aku mengasihimu” berarti kita harus siap untuk disakiti dan mengampuni. Orang yang menikah adalah orang yang berani untuk mengalami luka dan sakit. Setiap orang tidak ada yang sempurna, maka kita juga harus siap untuk mengampuni. Seperti kita sudah menyakiti orang lain, kita juga siap untuk disakiti. Bagaimana orangtua saling mengasihi dan mengampuni, dari situlah anak-anak melihat dan belajar untuk mengikuti teladannya.
l Saling memperhatikan dan peduli
Keluarga merupakan support system yang paling penting dan utama. Sekalipun semua orang tidak lagi peduli, ada orang-orang di rumah yang memperhatikan dan peduli.
l Komunikasi dan menyelesaikan konflik
Cara kita berkomunikasi sangat diperhatikan oleh anak-anak dan mereka mengikutinya. Bagaimana cara kita memanggil satu sama lain, kata-kata apa yang diucapkan. Bila kita saling memberikan kata-kata yang membangun, Rumah Tangga akan terasa damai dan menjadi kuat.
Suasana
rumah itu perlu dibangun bersama oleh semua anggota keluarga, karena semuanya
juga yang akan menikmatinya. Semua anggotanya akan merasa aman dan nyaman
tinggal dalam 1 atap yang sama.






















Comments
Post a Comment