WARTA 29 AGUSTUS
WARTA MINGGU, 29 AGUSTUS 2021
Kolose 3:12-13 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
Salah satu hal yang pasti kita tidak sukai tetapi tidak akan dapat kita hindari selama hidup di dunia ini adalah orang yang mengecewakan bahkan menyakiti hati kita. Tetapi berita kebenaran yang luarbiasa adalah sekalipun kita tidak dapat terhindar dari orang-orang semacam ini, kita bisa menghindar untuk menjadi orang yang dikuasai dengan kekecewaan dan kepahitan.
Tuhan mau kita berkemenangan diatas apapun
yang kita gumulkan, termasuk dari kekecewaan atau kepahitan karena orang- orang
seperti ini. Bagaimana kita mengalami kemenangan ini dan bisa mengasihi orang
yang sulit dikasihi ini?
Firman tentunya mempunyai jawaban. Pertama, dari ayat diatas, adalah keberadaan kita. Ketika menerima keselamatan dari Tuhan kita menjadi orang pilihan Tuhan. Kita menjadi orang yang dikuduskan dari berapapun besar dan banyaknya dosa kita karena pengampunan yang Tuhan berikan.
Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah kita menerima keistimewaan menjadi orang-orang yang dikasihiNya. Sekalipun, kita kadang tidak merasakan kasihNya, ini tidak mengubah kenyataan bahwa Ia mengasihi kita dan kasihNya nyata. Jadi, kita bisa mengasihi orang yang sulit dikasihi karena kita menerima kasih yang luarbiasa. Kasih yang bersedia mengasihi kita, yang sebetulnya juga sulit dikasihi karena kita berdosa. Kita mempunyai modal atau kemampuan untuk melakukan.
Kedua yang tidak kalah penting adalah, berdasarkan ayat firman diatas, kita mau bertumbuh semakin serupa kristus sehingga kita mengenakan/ memakai “pakaian/sifat” Kristus yang penuh dengan belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Ketika Kristus menyelamatkan, sifat ini Ia berikan. Namun, ini menjadi bagian nyata, jikalau kita terus mau bertumbuh dalam kehidupan kita mencapai tujuan pertumbuhan yaitu serupa Kristus. Ketika kita memiliki sifat ini, kita seperti memiliki “air kasih” yang banyak yang siap memadamkan “api kebencian”. Kita akan memiliki kesabaran dari Kristus dalam menghadapi orang ini dan mau melepaskan pengampunan bukan menaruh dendam.
Namun, ada dua hal penting yang perlu kita sadari supaya kita bisa berkemenangan dan mengasihi orang yang sulit dikasihi. Mengasihi yang sulit dikasihi bukan berarti harus suka dan dekat dengan dia. Selama dia masih memilih tinggal dalam sifat jahatnya tentu kita tidak bisa mempunyai hubungan yang menyenangkan dan dekat dengan orang itu. Tetapi, kita bisa melakukan yang Tuhan perintahkan yaitu mendoakan perubahan atau pertobatannya.
Selain itu, yang kedua, mengasihi bukan berarti harus selalu memenuhi permintaan pertolongan orang ini. Sebagai sebuah contoh, kalau dia masih punya kebiasaan judi dan kita terus menolong meminjami uang, kita bukan melakukan yang baik tapi menjerumuskan dia. Melakukan sesuatu yang baik, mungkin tidak terlihat baik di hadapan dia, dengan menolak melakukan sesuatu demi yang terbaik buat dia.
Mari mengasihi yang sulit dikasihi karena Kristus sudah memampukan kita, bukan karena kita mampu mengasihi!
Catatan- judul renungan ini sudah dipakai oleh banyak penulis, saya memakai judul ini namun renungan firmannya sesuai dengan apa yang Tuhan gerakkan untuk saya bagikan.









Comments
Post a Comment