WARTA MINGGU, 8 AGUSTUS 2021

Janganlah kamu menjadi serupa  dengan dunia   ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak   Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:2

Setia menurut sebagian orang adalah sikap yang bodoh, karena mereka mengukur dari nilai kepentingan diri yang berpandangan dangkal. Untuk sebagian Suami atau istri yang menyukai pihak ketiga dalam pernikahannya, dapat dikategorikan dengan predikat tidak setia. Padahal sebenarnya mereka mau setia, alasan sampai tidak setia tentu banyak, dari yang merasa tidak cocok, tergoda, dll. Sebenarnya mereka itu setia, tetapi setia pada hal yang menyenangkan dirinya, setia karena pasangannya baik, cantik, pintar, kaya, sabar, dll. Artinya setia pada nilai-nilai lahiriah yang dapat berubah.

Hari ini kalau kita setia kepada Tuhan karena berkat yang kita telah dapatkan, maka sangat mungkin kita berubah jadi tidak setia. Ketika kita diizinkan mengalami tantangan berat, ataupun ketika kita ditawari berkat yang sangat besar dengan cara yang tidak kudus, maka sangat mungkin kita berubah jadi tidak setia. Sebenarnya semua manusia  setia pada nilai-nilai apa yang mereka anut.

Mari kita lihat bagaimana Daniel tetap setia dalam beberapa kondisi yang berbeda. :

> SETIA DI SAAT SENANG ( Dan 1:8 )

Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya  dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Daniel tidak tergoda menikmati makanan raja, karena berpegang pada nilai kekudusan.

> SETIA MENJADI SAKSI ( Dan 2:27-28 )

Daniel menjawab, katanya kepada raja: "Rahasia, yang ditanyakan tuanku raja, tidaklah dapat diberitahukan kepada raja oleh orang bijaksana, ahli jampi, orang berilmu atau ahli nujum.

Tetapi di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini:

Daniel menyingkapkan arti mimpi raja dengan penjelasan kepada raja bahwa Tuhanlah yang memberitahu semua itu, sehingga raja memuliakan Tuhan , Itulah yang menjadi nilai dasar untuk dia mengartikan mimpi , yaitu agar raja memuliakan Tuhan,  bukan karena takut dibunuh.

> SETIA MENYAMPAIKAN PESAN ( Dan 4:19-20 )

Lalu berdirilah Daniel yang namanya Beltsazar, tercengang beberapa saat, pikiran-pikirannya menggelisahkan dia. Berkatalah raja: "Beltsazar, janganlah mimpi dan maknanya itu menggelisahkan engkau!" Beltsazar menjawab: "Tuanku, biarlah mimpi itu tertimpa atas musuh tuanku dan maknanya atas seteru tuanku!

Pohon yang tuanku lihat itu, yang bertambah besar dan kuat, yang tingginya sampai ke langit dan yang terlihat sampai ke seluruh bumi,

Melalui penjelasan magna mimpi raja, Daniel harus menyampaikan pesan Tuhan yang memperingati kesalahan raja, hal ini dapat merugikan posisi dia di hadapan raja . Tapi dia tetap setia menyampaikannya , karena itu adalah tanggung jawab dia , itulah nilai yang dia pegang . ( Yeh. 33:9 , Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu . )

> SETIA MENGEMBALIKAN KEMULIAAN TUHAN ( Dan 5 : 17 )

Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.

Saat itu Daniel sudah sangat terkenal karena sudah dapat mengartikan mimpi raja . Kembali raja bermimpi dan menyanjung Daniel serta menjanjikan hadiah besar untuk dia mau mengartikan mimpi . Namun Daniel tidak merasa tersanjung dan tidak melihat pada hadiah yang dijanjikan raja. Dia sangat tahu bahwa kemampuan itu bukan milik dia, semua itu karena Tuhan , dia tidak menjadi sombong , karena nilai yang dia pegang adalah Mat 23:12 , barang siapa yang meninggikan diri ,ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri , ia akan ditinggikan .

> SETIA DI SAAT TERANCAM ( Dan 6 : 10 )

 Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Daniel tidak takut ancaman dan tetap beribadah kepada Allah seperti apa yang ia lakukan sebelumnya, sampai akhirnya dia dimasukkan ke goa singa dan keluar lagi dengan selamat. Keberanian ini dasarnya adalah Dan 6:22b , karena ternyata aku tak bersalah di hadapanNya ; tetapi juga terhadap tuanku , ya raja , aku tidak melakukan kejahatan .

Saudara kekasih dalam Tuhan, saya berdoa agar semua kita tetap setia di dalam Tuhan . Peganglah nilai-nilai yang terdapat dalam Roma 12:2 , yaitu :

- Lakukan Kehendak Allah , dan

- Mencari perkenananNya.

Biarlah kita semua mau terus menerus diperbaharui melalui FirmanNya , sehingga kesetiaan kita menjadi TETAP.










 








Comments

Popular posts from this blog

Warta Minggu, 10 Mei 2026

Warta Minggu, 02 November 2025