WARTA MINGGU, 22 AGUSTUS 2021
“Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.” 2 Yohanes 1: 6b
Carl Menninger, mengatakan, “Cinta/ kasih menyembuhkan orang, baik mereka yang memberi ataupun yang menerimanya.” Bila kita melihat kedalam Alkitab, pernyataan di atas ada benarnya. Allah memerintahkan kita untuk saling mengasihi pasti dengan sebuah dengan sebuah tujuan. Bukan hanya bagi penerima kasih, namun juga bagi pemberi kasih. Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang Kasih.
1. Kasih adalah perintah
Tuhan memerintahkan kita
supaya saling mengasihi. “Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus
hidup menurut perintah-Nya.” (2 Yohanes 1: 6a)
Perintah Tuhan ada banyak sekali, dan Tuhan mengatakan bahwa kita harus/ wajib untuk mengikuti perintahNya. Kita tidak bisa memilih satu atau sebagian saja yang ingin kita ikuti. Bahkan mengikuti perintahNya adalah salah satu bentuk kita mengasihi Tuhan. Saat kita mempraktekkan kasih kepada sesama, kita sedang menyatakan kasih kita kepada Tuhan juga.
2. Kasih adalah tujuan
I Korintus 14: 1
dikatakan, “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh
karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.”
Kalau kamu bertindak ‘mengejar’ sesuatu, artinya kasih menjadi tujuan yang harus kita capai. Alkitab juga mengatakan Allah adalah kasih. Jadi saat kita mengejar kasih, kita sedang mengejar Allah, atau dengan kata lain kita sedang mencari Allah. Pada saat kita menyatakan kasih kita kepada manusia dan ternyata mereka mengecewakan, kebenaran ini akan menjadi kekuatan dan penghiburan kita. Sebab sekalipun kasih kita tidak ditanggapi dengan baik oleh manusia, percayalah tujuan kita adalah sedang mengejar Allah.
3. Kasih itu adalah tindakan
Kasih atau cinta harus
dibuktikan oleh tindakan/perbuatan. Alkitab berkata, “Anak-anakku,
marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan
perbuatan dan dalam kebenaran.” (1 Yohanes 3: 18).
Setiap hari Tuhan menyediakan kesempatan supaya kita bisa menunjukkan kasih ke semua orang di sekitar kita. Hanya saja kitalah yang suka abai dan terlalu sibuk sama diri kita sendiri. Apakah Saudara pernah berpikir setidaknya untuk lebih dulu menanyakan kabar kepada orang lain? Pernahkah Saudara tergerak untuk menyapa seseorang lebih dulu? Atau ingin membantu orang lain saat mereka tampak kesulitan lebih dahulu? Lakukan kasih terlebih dahulu bukan karena ingin membalas budi, tetapi karena memahami bahwa kasih adalah sebuah Tindakan. Jangan biarkan gengsi dan sikap egois membuat kita melewatkan kesempatan untuk menyatakan kasih.
4. Kasih adalah komitmen
Alkitab mengatakan dalam 1
Yohanes 4: 16b bahwa, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di
dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.”
Hubungan kita dengan Tuhan sangat dipengaruhi oleh hubungan kita dengan orang lain. Kalau kita berkomitmen untuk mengasihi dan tetap mengasihi orang lain, maka kasih yang kita punya itu menyatu dengan kasihnya Tuhan. Saat itulah Tuhan akan tetap tinggal bersama dengan kita, karena Tuhan itu adalah kasih itu sendiri. Ujian komitmen adalah masalah dan waktu. Kebanyakan kita lebih suka dengan komitmen jangka pendek. Tetapi mengasihi yang Tuhan inginkan adalah komitmen jangka Panjang. Situasi dan kondisi bisa berubah-ubah tapi komitmen untuk tetap mengasihi harus tetap ada didalam kita.
Apakah
kasih kita sudah sesuai dengan pengertian kasih yang dari Tuhan? Yuk, belajar
menerapkan keempat makna kasih ini dalam hubungan kita dengan orang-orang di
sekitar.

















Comments
Post a Comment